<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2900871439308715549</id><updated>2012-02-16T17:05:15.092-08:00</updated><category term='inspirasi dunia'/><category term='manhaj IM'/><category term='financial'/><title type='text'>pahlawan langit</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://superthon.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2900871439308715549/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://superthon.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>pahlawan langit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08401491290773155299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_N0bvypQBYQ0/Sz6sm0P-S4I/AAAAAAAAADQ/JLEn1AyrzZQ/S220/latihan.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>14</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2900871439308715549.post-7700049875474580166</id><published>2010-04-01T10:13:00.000-07:00</published><updated>2010-04-01T10:17:40.773-07:00</updated><title type='text'>ayo bermimpi biar jadi pemimpi+N</title><content type='html'>"Kenyataan hari ini adalah mimpi kemarin, dan mimpi hari ini adalah kenyataan esok hari." (Hasan Al Banna)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adakah mimpi dalam jiwa mu dan hasrat untuk melakukan kebaikan ?  jika hari-hari kita adalah pelaksanaan mimpi-mimpi kita maka sulit di temukan kejenuhan hidup dan matinya jiwa. Sering kita temukan seorang hidup tanpa impian dan kita melihat hari-hari yang terbuang bergitu saja tanpa produktifatas kerja. Sungguh sia-sia&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua orang besar yang pernah aku kenal adalah orang dengan sederetan mimpi kehidupan, cerita mimpi tentang dirinya, keluarga, masyarakat, bangsa dan Negara … mungkin salah satu syarat pemimpin besar adalah ia seorang pemimpi+N. Dan itu benar bukan? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika di Tanya tentang angan-angan yang panjang, maka sangat beda antara mimpi dan angan-angan, keduanya di pisahkan oleh kata optimisme, sebuah keyakinan yang dalam di ikuti oleh obsesi amal. Itulah kenapa orang-orang yang besemangat di antara kita adalah manusia dengan banyak cita-cita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang apa mimpimu? &lt;br /&gt;Semua orang yang ku kenal rata-rata menyesal terhadap semua mimpi yang peranah di azamkan, katanya “kenapa dulu saya bermimpi biasa-biasa saja, sendainya dulu saya bermimpi itu dan ini..” seolah-olah mengamini perkataan ustad hasan albanna : kenyataan hari ini adalah mimpi kemaren, dan semua yang di impikan menjadikenyataaan semua, mimp[inya tentang keluarga, mimpinya tentang rumah dunia, mimpinya tentang status social.. semuanya sungguh ajaib. Sekarang apa mimpimu? Ingatlah Allha Maha Tahu dan para Malaikat siap mengamini semua keinginanmu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jika kamu berada di sore hari jangan tunggu pagi hari, dan jika kamu berada di pagi hari jangan tunggu sore hari, gunakan kesehatanmu untuk persiapan saat sakitmu dan kehidupanmu untuk kematianmu." (HR. Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hanya ada satu kata bergegas, jika memang mimpi-mimpi kita layak untuk di wujudkan maka kita wajib untuk bersegera, karena ada kebahagiaan untuk siapa saja yang besegera dalam melakukan kebaikan yaitu ampunan dan surga yang Allah janjikan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita jujur terhadap mimpi yang kita ucapkan maka mimpi kita pun akan jujur terhadap kita…waktu adalah variable yang tak begitu penting menjadi kendali namun ia akan terus mengikuti sang empunya mimpi, sepeti yahudi mencita-cita Negara israil 50 tahun akan berdiri maka tepat 50 tahun kemudian Negara israil berdiri dan menindas muslim palistina..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mimpi-mimpi kita menandakan seberapa besar dirikita, dan seberapa hebat pengaruh hidup kita terhadap kehidupan orang lain, kalo sekedar bermimpi saja kita tidak bisa maka sebenarnya kita sedang mengawali kehidupan kosong penuh kekalahan. Karma mimpi hari ini adalah kenyataan esok hari, begitu sang ustad mengajari kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ayolah kita bermimpi, tentang apapun. tak ada yang tak mungkin asal ada kemauan dan berusaha dengan sungguh-sungguh. Bergerak dengan semangat dan cita-cita yang besar. Optimalkan potensi-potensi yang kita miliki. Apapun kompetensi kita masing-masing, mari ciptakan ombak-ombak pergerakan itu hingga membentuk suatu gelombang kuat dan besar sehingga mampu MENGUBAH DUNIA, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Haqaa-iqul yaumi ahlaamul amsi, wa ahlaamul yaumi haqaa-iqul ghadi. Kenyataan hari ini adalam mimpi hari kemarin, dan mimpi hari ini adalah kenyataan esok hari ” (Hasan Al Banna)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2900871439308715549-7700049875474580166?l=superthon.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://superthon.blogspot.com/feeds/7700049875474580166/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://superthon.blogspot.com/2010/04/ayo-bermimpi-biar-jadi-pemimpin.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2900871439308715549/posts/default/7700049875474580166'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2900871439308715549/posts/default/7700049875474580166'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://superthon.blogspot.com/2010/04/ayo-bermimpi-biar-jadi-pemimpin.html' title='ayo bermimpi biar jadi pemimpi+N'/><author><name>pahlawan langit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08401491290773155299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_N0bvypQBYQ0/Sz6sm0P-S4I/AAAAAAAAADQ/JLEn1AyrzZQ/S220/latihan.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2900871439308715549.post-6398566625631672153</id><published>2010-03-05T00:51:00.000-08:00</published><updated>2010-03-05T00:53:07.163-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='inspirasi dunia'/><title type='text'>Qian HongYan – Gadis Buntung yang masih tersenyum menyambut dunia</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_N0bvypQBYQ0/S5DGTw7NX5I/AAAAAAAAAGQ/mc5E5TW2QMw/s1600-h/qiayan+hongyan.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 193px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_N0bvypQBYQ0/S5DGTw7NX5I/AAAAAAAAAGQ/mc5E5TW2QMw/s400/qiayan+hongyan.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5445069992343986066" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Qian Hongyan mengalami kecelakaan dan kehilangan kedua kakinya bahkan pinggulnya, dan perlu mencari jalan keluar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluarganya di Cina miskin dan tidak dapat membeli kaki palsu, maka ia menggunakan bola basket untuk memudahkan gerakannya. Qian Hongyan juga dikenal sbg Basket Ball Girl Baca entri selengkapnya »&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2900871439308715549-6398566625631672153?l=superthon.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://superthon.blogspot.com/feeds/6398566625631672153/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://superthon.blogspot.com/2010/03/qian-hongyan-gadis-buntung-yang-masih.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2900871439308715549/posts/default/6398566625631672153'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2900871439308715549/posts/default/6398566625631672153'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://superthon.blogspot.com/2010/03/qian-hongyan-gadis-buntung-yang-masih.html' title='Qian HongYan – Gadis Buntung yang masih tersenyum menyambut dunia'/><author><name>pahlawan langit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08401491290773155299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_N0bvypQBYQ0/Sz6sm0P-S4I/AAAAAAAAADQ/JLEn1AyrzZQ/S220/latihan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_N0bvypQBYQ0/S5DGTw7NX5I/AAAAAAAAAGQ/mc5E5TW2QMw/s72-c/qiayan+hongyan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2900871439308715549.post-3594752472727553720</id><published>2010-03-05T00:29:00.000-08:00</published><updated>2010-03-05T00:35:19.292-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='financial'/><title type='text'>Ya Syaikh, Kemewahan Bukan Cita-Cita Kami! (Renungan di tengah Perjalanan dakwah)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_N0bvypQBYQ0/S5DB7d7PtFI/AAAAAAAAAGI/wyu0cP4uUxM/s1600-h/sahab+gurun.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 123px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_N0bvypQBYQ0/S5DB7d7PtFI/AAAAAAAAAGI/wyu0cP4uUxM/s400/sahab+gurun.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5445065176880493650" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah perjalanan kami bersama beberapa Ikhwah, ada perbincangan menarik. Salah seorang Al Akh bertanya, “Akhi, berapa penghasilan Antum sebulan dari mengajar?” Ikhwah tersebut tersenyum dan malu menjawabnya. Namun, ketika ditanya lagi dengan nada bergurau, ia pun menjawab, “150 ribu sebulan.” Inilah ikhwah kita, kader da’wah yang memiliki banyak kelompok halaqah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada lagi, Ikhwah yang pernah kami temui, ia aktifis dan banyak amanah da’wah yang dia emban. Ia hanya berpenghasilan tidak sampai 300 ribu rupiah dari membuat minuman penghangat badan, wedang jahe.&lt;br /&gt;Itulah ikhwah kita, mereka hidup dipelosok. Namun, kami kira mereka juga ada di sekitar kita, saudara kita di halaqah, di wilayah da’wah kita, bahkan ia -mungkin- kita sendiri. Tetapi mereka tidak mengeluh, tidak lemah, dan Allah Ta’ala mencintai orang-orang yang sabar.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Syahdan, di kota besar ada pula ikhwah da’iyah yang hidupnya lebih dari cukup, bahkan sangat-sangat lebih. Itu baik dan tidak masalah. Namun, jadi masalah jika ia mengiklankan kemewahan, menyeru orang kepadanya, memberikan ilustrasi keunggulan ‘mewah’, bukan sekedar bercerita kekayaan. Ia menghiasi dengan berbagai dalil dan alasan yang dipaksakan untuk melegitimasi pemikiran dan perilakunya sendiri. Membicarakan pentingnya kekayaan, harta, kemewahan, dengan alasan maslahat da’wah dan sebagainya, karena ia sudah merasakannya. Lalu, kemana dahulu ketika keadaannya belum seperti sekarang? Kenapa maslahat-maslahat itu baru dibicarakan saat ini ? Apakah dibicarakan untuk pledoi? Apa ia tidak pernah tahu kondisi ikhwah lain yang serba sulit? Atau memang tidak mau tahu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak usah ajarkan kami, kami sudah mengetahui harta memang urgen. Kaya memang penting. Mayoritas para sahabat yang mubasyiruna bil jannah (dikabarkan akan masuk surga) adalah orang-orang kaya. Orang kaya yang bersyukur lebih utama dari orang miskin bersabar. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pun berdoa berlindung dari kekafiran dan kefaqiran. Dan, kami pun tetap bekerja untuk menafkahi anak dan istri kami … Alangkah baiknya jika kami tetap diajarkan -oleh da’i itu- bagaimana menjadi hamba yang shalih, hamba yang bersyukur terhadap kekayaan, bersabar atas kesulitan, berjihad, istiqamah, dan ilmu-ilmu bermanfaat lainnya untuk agama dan dunia kami, agar kami menjadi pribadi yang apa adanya menurut Al Quran dan As Sunnah, bukan pribadi yang seharusnya menurut keadaan dan status sosial. Dan, tidak usah menyesali jika dahulu kami ‘lupa’ diajarkan tentang masalah kekayaan dalam silabus tarbiyah kami, karena hakikat kekayaan adalah kaya jiwa. Inilah keyakinan dari keimanan kepada Allah Ta’ala, dan pemahaman terhadap harta secara sehat, dan jangan memaksakan pemahaman yang asing dalam sejarah da’wah dan tarbiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi Ya Syaikh …, kaya bukanlah mewah, walau ia bersumber dari satu hal yang sama yakni harta, tetapi ia berbeda secara nilai yakni mentalitas. Mentalitas aji mumpung; mumpung ada, mumpung menjabat, mumpung dekat dengan orang kaya, mumpung di atas, mumpung punya binaan kalangan menengah ke atas. Tak ada kamus aji mumpung dalam kehidupan teladan kami, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, ia memegang kunci-kunci kekayaan, jika ia mau mudah sekali mendapatkannya. Tetapi, ia amat sederhana. Para sahabat, memang kaya, tapi adakah kita mendengar mereka mengiklankan kemewahan, dan berleha-leha ketika ada saudaranya kesulitan? Justru mereka menampakkan kesederhanaan dan kesahajaan. Mereka tahu perasaan sahabat nabi lainnya. Ya .. mereka tahu perasaan manusia ..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khadijah seorang wanita kaya, ia saudagar wanita, ketika nikah dengan Rasulullah ia menjadi sederhana. Kekayaannya ia abiskan untuk perjuangan suaminya, bukan dihabiskan untuk menikmati kenikmatan hidup. Jangan sekedar melihat besarnya mahar ketika mereka berdua nikah, tetapi lihatlah buat apa dan dikemanakan mahar tersebut, apakah mahar tersebut merubah Rasulullah menjadi laki-laki yang mewah? Tidak! Terlalu naif membicarakan kemewahan hanya melihat dari ukuran mahar pernikahan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dan Khadijah Radhiallahu ‘Anha. Umar bin Abdul Aziz ia seorang kaya, ketika menjadi khalifah justru ia tinggalkan kekayaannya. Tetapi, kewibawaan mereka sama sekali tidak berkurang, justru melambung tinggi, karena Allah Ta’ala telah muliakan mereka. Kemana contoh-contoh ini ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk contoh masa sekarang adalah Usamah bin Ladin -setuju atau tidak dengan ideologi dan segala upaya jihadnya- ia adalah seorang kaya raya, bahkan sangat kaya, kalau dia mau bisa saja CNN dibelinya. Tapi, dia hidup amat sederhana, makan seadanya, dia serahkan kekayaannya untuk membiayai perjuangannya. Bukan mencari kekayaan dari perjuangan, bukan mencari biaya hidup dari perjuangan. Itulah letak kewibawaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah dan para sahabat adalah teladan kita, qudwah hasanah kita … selamanya. Kami tidak butuh teladan yang lain, walau ia berilmu, senior da’wah, tetapi … alhamdulillah, kami tidak pernah silau dengan istilah, gelar, dan pujian manusia yang sehaluan dengannya. Walau kami sangat menghargai dan menghormati peran dan kontribusi da’wah yang telah mereka lalui demikian panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesederhanaan Adalah ‘Izzah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sudut pandang simplistis yang biasa dilontarkan oleh manusia yang ber’ideologi’ kekayaan dan kemewahan. Sudut pandang kesetaraan status dan kepantasan lingkungan, agar penerimaan dirinya dilingkungan yang baru, bisa diterima dengan baik. Sudut pandang materialis kapitalis ini, satu-dua contoh kasus bisa saja benar, bahwa jika Anda bergaul dengan kalangan jet set tetapi ketika menghadap mereka dengan ‘hanya’ motor bebek atau mobil seken, lalu Anda kurang dianggap, kurang ‘berharga’ dimata mereka. Bisa saja itu terjadi, dan bisa pula itu perasaan dan sugesti saja. Jangan pernah memandang bahwa kesulitan hidup, adalah biang keladi segala masalah kita -para da’i dan umat Islam- saat ini. Tak ada manusia satu pun yang ingin susah dan miskin, tetapi jangan pula menganggap kekayaan adalah solusi jitu, yang akhirnya harus dikejar-kejar dan diserukan secara demonstratif, karena taqwa dan keshalihan itulah solusi, sedangkan kekayaan adalah penunjang atau bisa juga fitnah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa contoh keserhanaan Abu Dzar, kewara’an Abu Bakar, kezuhudan Umar, kedermawanan Utsman, dan kesulitan hidup Ali, tidak menjadi sudut pandang kita. Apa yang mereka alami ini tidaklah meluluhkan wibawa mereka di depan Al Khaliq dan makhluk. Justru semakin melambung tinggi dan nama mereka tercatat abadi dalam konfigurasi sejarah manusia-manusia pilihan. Itu mereka dapatkan bukan karena kekayaan dan kemewahan, tetapi keikhlasan, kesederhanaan, dan pengorbanan mereka. Benarlah yang dikatakan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘Anhu berkata, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Sesungguhnya, kalian tidak akan mampu menguasai manusia dengan harta kalian, tetapi kalian bisa menguasai mereka dengan wajah yang bersahaja dan akhlak yang baik.” (HR. Abu Ya’la, dishahihkan Al Hakim, Bulughul Maram min Adillatil Ahkam, Kitab Al jami’, Bab Targhib fi Makarimil Akhlaq, hal. 287. Hadits no. 1341. Cet 1, 2004m/1425H. Darul Kutub Al Islamiyah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesederhanaan para da’i di lingkungan yang ‘tidak sederhana’ adalah hal yang istimewa, ia nampak tidak tergoda dunia, walau dunia mengejarnya. Ia nampak mampu mengendalikan dunia, dunia ada ditangannya bukan dihatinya. Jika ia anggota dewan, pejabat, petinggi Partai Da’wah, dahulunya ia da’i yang sederhana, dan ia tetap sederhana di lingkungan yang ‘tidak sederhana’, maka ia seperti cahaya di tengah kegelapan, ia seperti keteladanan di zaman yang minim keteladanan. Insya Allah, Allah akan mencintainya, dan manusia pun mengaguminya. Inilah sudut pandang yang seharusnya … Syaikh! Bukan justru latah, ikut-ikutan, dan menjadi norak, sehingga menjadi tak ada bedanya dengan hamba dunia yang dahulu pernah kita benci, paling tidak beti (beda-beda tipis) dengan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Sahl bin Sa’ad Radhiallahu ‘Anhu dia berkata: “Datang seorang laki-laki kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, dia berkata: “Wahai Rasulullah tunjukkanlah kepadaku jika aku lakukan maka Allah dan manusia akan mencintaiku. ” Maka Ia bersabda: “Zuhudlah di dunia niscaya Allah akan mencintaimu, dan zuhudlah terhadap apa-apa yang ada pada manusia, niscaya manusia akan mencintaimu. ” (HR. Ibnu Majah, sanadnya hasan. Bulughul Maram min Adillatil Ahkam, Kitab al Jami’ Bab Zuhd wal Wara’, hal. 277. Hadits no. 1285. Cet 1, 2004M/1425H. Darul Kutub Al Islamiyah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan Dibangkitkan Sesuai Niatnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Da’wah ini telah diramaikan oleh beragam manusia; tipe, kecenderungan, skill, kebiasaan, sifat, dan niatnya. Faktor niat inilah yang akan mengendalikan dan mengarahkan masing-masing da’i, bahkan yang menentukan masa depan mereka di akhirat. Mereka sama-sama berjuang, sama-sama lelah, tapi mereka akan dibangkitkan di akhirat sesuai niatnya masing-masing. Ada yang niat dunia seperti ketenaran, popularitas, kekayaan, jabatan, wanita, walau ini mampu disembunyikan dengan sangat rapi di dunia, berbungkus da’wah dan berhasil mengelabui banyak manusia, tetapi akan tersingkap di akhirat. Semoga Allah Ta’ala merahmati dan memberikan balasan yang lebih baik bagi da’i-da’i akhirat, yang hanya mengharapkan Allah Ta’ala dan ketinggian agamaNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari ‘Aisyah Radhiallahu ‘Anha berkata: Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Akan ada tentara yang menyerang Ka’bah, akan tetapi ketika mereka sampai di sebuah lapangan, tiba-tiba mereka semua dibinasakan, dari awal sampai akhirnya.”&lt;br /&gt;‘Aisyah bertanya: “Ya Rasulullah, bagaimanakah dibinasakan semua, padahal di antara mereka ada orang-orang yang tidak ikut-ikutan seperti mereka, yaitu orang-orang yang di pasar dan lain-lain?”Rasulull ah menjawab:&lt;br /&gt;“Mereka dibinasakan semua, lalu dibangkitkan menurut niat masing-masing. ” (HR. Bukhari- Muslim, lafaz ini menurut Bukhari. Riyadhus Shalihin, Bab Al ikhlas wa Ihdhar an Niyah, hadits no. 2. Maktabatul Iman, Manshurah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, amal akhirat manusia, seperti da’wah dan jihad menjadi hal yang sia-sia jika niatnya adalah dunia. Dalam riwayat lain, dari Ubai bin Ka’ab Radhiallahu ‘Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:&lt;br /&gt;“Barang siapa yang beramal akhirat dengan tujuan dunia, maka dia tidak mendapatkan bagian di akhirat.” (HR. Ahmad, Ibnu Hibban, Al hakim dan Al Baihaqi. Al Hakim berkata: sanadnya shahih, dan disepakati Adz Dzahabi. Al Haitsami mengatakan hadits ini diriwayatkan Ahmad dan anaknya dari beberapa jalur, dan para perawi Ahmad adalah perawi shahih, Majma’ uz Zawaid 10/220)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;oleh Farid Nu’man&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2900871439308715549-3594752472727553720?l=superthon.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://superthon.blogspot.com/feeds/3594752472727553720/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://superthon.blogspot.com/2010/03/ya-syaikh-kemewahan-bukan-cita-cita.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2900871439308715549/posts/default/3594752472727553720'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2900871439308715549/posts/default/3594752472727553720'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://superthon.blogspot.com/2010/03/ya-syaikh-kemewahan-bukan-cita-cita.html' title='Ya Syaikh, Kemewahan Bukan Cita-Cita Kami! (Renungan di tengah Perjalanan dakwah)'/><author><name>pahlawan langit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08401491290773155299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_N0bvypQBYQ0/Sz6sm0P-S4I/AAAAAAAAADQ/JLEn1AyrzZQ/S220/latihan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_N0bvypQBYQ0/S5DB7d7PtFI/AAAAAAAAAGI/wyu0cP4uUxM/s72-c/sahab+gurun.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2900871439308715549.post-2603675065905592721</id><published>2010-03-05T00:23:00.001-08:00</published><updated>2010-03-05T00:27:12.271-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='financial'/><title type='text'>Ust. Anis Matta Bicara Soal Uang</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_N0bvypQBYQ0/S5C_965gKzI/AAAAAAAAAGA/NeSHASk2j48/s1600-h/anis+matta.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 88px; height: 124px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_N0bvypQBYQ0/S5C_965gKzI/AAAAAAAAAGA/NeSHASk2j48/s400/anis+matta.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5445063019994295090" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;BismillahirrahmaanirrahiimIkhwan dan Akhwat sekalian,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah kita dipertemukan oleh Allah di pagi hari ini, walaupun kemarin saya ragu-ragu, apakah saya bisa hadir hari ini atau tidak. Istri saya sakit demam berdarah dan dirawat di rumah sakit hingga hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, hari ini ada perbaikan sedikit dan bisa ditinggal. Selain itu, rasanya sudah rindu sama antum semuanya karena cukup lama tidak kesini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya saya punya rencana kunjungan ke sini pada bulan Januari yang lalu dalam rangkaian jaulah ke 13 DPW bersama 13 pengurus Bidang Kaderisasi dan Bidang Pembinaan Wilayah. Rencana itu dibatalkan karena saat itu sedang musim pesawat jatuh, jadi ada 8 DPW yang kita pending perjalanannya termasuk ke kota Pekan Baru ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikhwah sekalian. Pagi ini kita bicara tentang uang. Sudah lama sekali saya mengusulkan bagian kurikulum di departemen kaderisasi untuk memasukkan pokok bahasan tentang uang.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Gagasan-gagasan itu mulai muncul ketika saya dahulu berada di awal dakwah ini. Salah satu pekerjaan yang saya lakukan adalah Lajnah Minhaj, di Bidang Kaderisasi dulu, bersama Kang Aus. Saat itu, saya ikut menyusun beberapa Materi Tamhidi H1, H2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita memang tidak pernah berfikir untuk menyusun satu materi tentang uang karena yang ada di benak kita, bahwa bagian-bagian dari tarbiyah itu adalah tarbiyah ruhiyah, tarbiyah fikriyah dan tarbiyah jasadiyah. Ketika kita membuat partai, kita menambah sedikit yaitu materi tarbiyah siyasiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, kalau wasilah dari tarbiyah ruhiyah itu banyak, ada Lailatul Katibah juga mutaba’ah yaumiyah. Wasilah tarbiyah fikriyah juga banyak ada tatsqif dan macam-macam. Tarbiyah jasadiyah ada latsar, ada mukhoyam. Tarbiyah siyasiyah sudah dengan sendirinya karena ada wasilah berupa partai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, kita semuanya menghadapi suatu benturan realita yang disebabkan karena ada missing link dalam sistem berfikir kita. Ada satu kosakata yang tidak masuk ke dalam benak kita padahal itu sangat menentukan masa depan kita yaitu uang. Jika ada yang bertanya kenapa kita miskin maka jawabannya karena memang kita tidak belajar masalah uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikhwah sekalian. Salah satu gejala benturan budaya yang sering kita lihat muncul bersama munculnya orang-orang setengah kaya baru. Tapi itu lebih disebabkan karena bibit-bibit kemiskinan itu memang ada dalam diri kita, ada di lingkungan kita, bahkan ketika kita mulai membuat partai. Padahal kita belum kaya dan memang belum kaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila kita memakai standar Kiyosaki, masuk dalam tahap aman pun belum. Tapi sudah dianggap kaya hanya karena sedikit beda dengan teman-teman ikhwah yang lain. Kita dianggap kaya karena memiliki mobil padahal mobil itu kebutuhan pokok dalam fiqih Islam. Kita juga dianggap kaya karena sudah bisa bangun rumah, padahal itu indikator dari garis kemiskinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah mengatakan, “Cukuplah bagi seorang Muslim itu bahwa dia punya sebuah rumah dan seorang pembantu.” Jadi, rumah itu sama dengan pakaian. Hanya saja, di lingkungan kita, banyak yang mempunyai anggapan, orang disebut kaya kalau sudah punya rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikhwah sekalian. Oleh karena itu, banyak sekali yang bolong dalam tsaqafah kita tentang uang. Kita bukan hanya salah membuat persepsi-persepsi itu, tetapi juga terkadang mempunyai kecenderungan anti uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau istilah almarhum Ust Rahmat Abdullah, ikhwah itu sabar menderita tapi tidak sabar melihat orang lain lebih kaya. Makanya mudah muncul gosip di kalangan orang yang punya sedikit kelonggaran secara finansial  apalagi kalau sebab kelonggaran finansialnya itu karena dia menjadi anggota dewan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, pada tahun 1999, saya jadi ketua Tim Khusus. Pada waktu itu sebagai Sekjen saya tahu persis di mana letak daerah kuatnya PKS kalau saya mau jadi anggota dewan. Ketika itu saya dicalonkan dari Bandung, Jakarta dan Sulawesi Selatan atas usul DPW masing-masing. Nah, pilihan tertinggi jatuh pada Sulawesi Selatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu itu saya belum mau jadi anggota dewan karena saya belum punya rumah dan mobil. Saya tidak mau bila nanti ada persepsi bahwa saya punya mobil dan rumah karena jadi anggota dewan. Oleh karena itu saya pilih Sulawesi Selatan. Jika saya pilih Bandung atau Jakarta pasti saya terpilih jadi anggota dewan pada tahun 1999.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mengerti persepsi-persepsi, gosip dan fitnah tentang harta di kalangan kita itu banyak disebabkan tsaqafah yang bolong tentang uang. Jadi, kita bukan hanya tidak berbakat jadi kaya tapi juga tidak senang dengan orang kaya dan cenderung anti kekayaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapan saatnya kita mulai mengalami benturan keuangan. Yang pertama setelah kita punya anak. Dahulu waktu saya kuliah, kita dimotivasi untuk cepat menikah oleh para murabbi kita dengan satu alasan kemaksiatan sudah merajalela di sekitar kita. Daripada kita berzina, lebih baik kita menikah. Kalau kita berargumen lagi bahwa belum ada pekerjaan karena kita masih kuliah, jawabannya adalah “tawakkal ‘alallah, innallaha Ghoniy”. Seluruh alasan-alasan aqidah dikerahkan untuk mendorong kita nikah.Sebagian besar angkatan saya menikah di tahun pertama waktu kuliah. Saat itu saya belum menikah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tahun kedua lebih banyak lagi yang menikah, saya belum menikah. Di tahun ketiga lebih banyak lagi yang menikah. Saya termasuk yang telat menikah pada waktu itu. Tapi kemudian kita menemukan fakta bahwa ikhwah-ikhwah yang menikah semasa kuliah itu sebagian besar angka pelajarannya jeblok karena disibukkan dakwah juga harus mencari ma’isyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menikah di tahun keempat setelah angka saya stabil karena naik satu point lagi. Dosen saya sampai mengatakan, kalau kamu ambil Master, menikah satu kali lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada ikhwah yang mengatakan kepada saya, Masya Allah, antum ini merencanakan sesuatu dengan detail. Saya bilang antum punya semangat tapi tidak punya rencana yang bagus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi kita semua mulai mengenal uang dan mempunyai persepsi bahwa uang itu perlu ketika anak kita menangis. Ketika saya datang ke calon mertua saat itu, beliau anggota DPR dan sudah 17 tahun menjadi salah satu petinggi GOLKAR untuk melamar, dia bertanya ke saya: “Anak saya mau dikasih makan apa?” Saya bilang mungkin saya tidak share di rumah bapak tapi insya Allah tidak makan batu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian dia bertanya lagi. “Pendapatan kamu berapa?” Saya jawab, saya ada beasiswa 200 ribu perbulan. “Selain itu apa iagi?” Saya bilang tidak ada. “Masih kuliah”. Tapi waktu itu istri saya mengancam, kalau tidak kawin dengan saya, dia tidak mau kawin lagi. Akhirnya kita menikah juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, kita ini, ikhwah learning by accident. Belajar dari benturan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikhwah sekalian. Rasanya saya sendiri sebenarnya tadinya tidak pernah tertarik mengenal uang lebih jauh. Karena 6 tahun saya di pesantren juga tidak pernah belajar uang. Lima tahun setengah kuliah di LIPIA Fakultas Syari’ah juga tidak pernah belajar uang kecuali 1 bab dalam pelajaran Fiqh yaitu kitab zakat. Itupun dalam orientasi Amil Zakat, tidak ada orientasi menjadi muzakki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mulai tertarik mengenal uang seteiah mengalami benturan yang di awal tadi saya ungkapkan, juga benturan ketika saya di Sekjen. Setelah jadi Sekjen itulah saya mulai menilai ada suatu masalah besar yang akan kita hadapi kalau masalah-masalah ini tidak selesai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak itulah saya mempelajari hal ini. Sebelumnya, meskipun saya mengajar Ekonomi Islam di Ul, banyak belajar dan membaca masalah-masalah ekonomi, juga banyak membaca buku-buku bisnis dan bergaul dengan orang-orang bisnis, saya belum seberapa tertarik secara langsung dan punya perhatian secara khusus terhadap masalah uang. Ketertarikan itu mulai muncul setelah mengalami benturan betapa sulitnya kita mendanai aktifitas kita setelah kita terjun di perpolitikan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikhwah sekalian. Saya ingin bicara 3 point supaya kita lebih terarah dalam soal uang. Pertama, mengapa Islam menyuruh kita kaya. Kedua, mencari penjelasan tentang mengapa kita miskin. Ketiga, bagaimana kita mulai merekontruksi kehidupan finansial kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Abid Dunia menjelaskan beberapa alasan tentang mengapa kita semua diperintahkan untuk menjadi kaya dalam Islam itu. Alasan pertama, karena harta itu tulang punggung kehidupan. Makanya orang kalau punya harta punggungnya tegak. Kalau tidak punya harta, punggungnya rada bungkuk sedikit. Antum lihat orang-orang Amerika kalau datang ke sini tegap-tegap semua kan, karena punya duit. Pejabat-pejabat keuangan kita kumpul di CGI tunduk-tunduk semua, karena mau pinjam duit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT mengatakan “Janganlah kamu berikan harta-harta kamu kepada orang-orang bodoh (orang-orang yang tidak sehat akalnya) yaitu harta yang telah Allah jadikan kamu sebagai yang membuat punggung tegap.” Jadi, hidup kita tidak normal begitu kita tidak punya uang. Kita pasti punya banyak masalah begitu kita tidak punya uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasan kedua, peredaran uang itu adalah indikator keshalehan atau keburukan masyarakat. Apabila uang itu beredar lebih banyak di tangan orang-orang jahat maka itu indikasi bahwa masyarakat itu rusak. Apabila uang itu beredar di tangan orang-orang shaleh maka itu indikasi bahwa masyarakat itu sehat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat Indonesia ini rusak salah satu indikasinya karena orang-orang shalehnya sebagian besar adalah para fuqara wa masakin. Ahlul masjid di negeri ini terdiri atas fuqara dan masakin. Bahkan sebagian besar orang mungkin mengunjungi masjid bukan karena benar-benar ingin ke masjid melainkan karena tidak punya tempat untuk dipakai mengaktualisasikan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Antum lihat orang-orang tua yang datang ke masjid biasanya orang yang kalah dalam pergulatan sosial. Kalau dia tentara, biasa setelah pensiun baru dia ke masjid. Kalau dia pedagang, biasanya setelah dia bangkrut baru dia ke masjid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW mengatakan “Sebaik-baik uang itu adalah uang yang beredar di tangan orang-orang shaleh”. Jadi, apabila kita yang ada di sini tidak mengendalikan uang yang ada di Riau, itu adalah tanda-tanda yang tidak bagus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa? Karena kalau uang itu berada di tangan orang shaleh maka uang itu akan mengalir di saluran-saluran yang baik. Kalau ibu-ibu di sini dibagikan Rp 1 Milyar, kira-kira uang itu akan diapakan. Buat daftar belanjanya. Antum bisa lihat semuanya itu belanja kebaikan. Pertama, pasti akan dipakai untuk potongan buat partai. Coba lihat anggota DPR, begitu jadi anggota Dewan, yang pertama potongan buat partai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu itu ada teman dari Golkar dan PPP, “Itu dana konstituen diapakan?” Kita jawab itu tidak lewat kita, melainkan langsung ke Dapil (Daerah Pemiiihan). Uang yang masuk ke tangan orang shaleh pasti mengalirnya di kebaikan juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalau gajinya berapa dipotong? Kalau kita di Golkar cuma 2,5 juta per bulan dipotong.” Kalau di PKS itu bisa 50 sampai 60% di potong. Jadi, antum lihat daftar belanjanya orang shaleh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, untuk rihlah, kemungkinan itu pergi umrah atau menghajikan keluarga atau naik haji sendiri. Bapak-bapaknya pun kalau punya uang 1 Milyar, tidak jauh-jauh dari situ juga: infaq buat partai, menyenangkan keluarga, dan operasional pribadi untuk dakwah pribadinya juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semuanya di jalur kebaikan. Bila ada kenikmatan, tidak mungkin dia pergi judi. Tidak mungkin juga dia pergi ke tempat prostitusi. Paling-paling dia cari jalur halal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi coba sebaliknya, kalau uang itu beredar di tangan orang jahat, larinya juga kepada kejahatan. Salah seorang saudara saya cerita, waktu itu ada seorang kaya sangat kaya di daerah Indonesia. Orangnya masih hidup sekarang. Dia punya private jet. Saking kayanya, dia suka main judi ke London. Pesawat private jet itu berjenis Boeing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, kalau pergi dia itu membawa rombongan, biasanya dia parkir di sana 1 minggu atau 2 minggu. Itu kalau parkir, kan bayar. Selama dia main judi, dia persilahkan teman-temannya yang ingin pakai pesawatnya, seperti layaknya meminjamkan mobil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali main, dia biasanya bisa rugi sampai 5 juta dollar, meskipun kadang-kadang untung 8 juta dollar. Sekali waktu mereka main ke sana, sudah beberapa hari kangen dengan Nasi Padang. Dia bilang ke pilotnya tolong ke Singapore beli Nasi Padang terus balik lagi ke London. Begitulah cara mereka menggunakan uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalaupun orang kaya itu muslim, tidak berjudi, tapi dia tidak punya visi dakwah dan tidak hidup untuk satu misi besar dalam hidupnya, dia pasti akan menggunakan uangnya untuk kesenangan pribadi, seperti perhiasan dan seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya punya kawan, kalau dia pakai seluruh perhiasannya kira-kira sekitar 2 juta dollar di badannya, cincinnya 1 juta dollar. Mobilnya 1/2 juta dollar, jam tangannya bisa sampai 2 milyar. Adalagi temannya kira-kira punya 200-an jam tangan. Sebuah jam tangan itu harganya kira-kira 2 milyar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih buruk lagi, kadang-kadang orang kaya yang tidak baik memakai uangnya untuk memerangi kebaikan. Itulah yang terjadi ketika orang-orang Yahudi memegang kendali keuangan dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka dari itu, menjadi kaya itu bagi kita adalah satu keharusan, untuk mengembalikan keseimbangan sosial, kehidupan di tengah-tengah kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, terlalu banyak perintah syariah yang hanya bisa dilaksanakan dengan uang. Antum lihat 5 rukun Islam. Syahadat tidak pakai uang, sholat tidak pakai uang, puasa tidak pakai uang tapi zakat dan haji pakai uang. Kalau 200 ribu orang umat Islam Indonesia tiap tahun pergi haji. Rata-rata mengeluarkan 5000 dollar, coba antum kalikan berapa banyaknya uang yang beredar untuk melaksanakan satu ibadah. Belum lagi jihad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, kita tidak bisa berjihad kecuali dengan uang. Misalnya kita di lndonesia sekarang mau pergi ke Palestina untuk pergi perang, tenaga kita tidak diperlukan karena tenaga sudah cukup dengan ada yang disana. Rasul mengatakan, “Siapa yang menyiapkan seorang bertempur maka dia juga sudah dapat pahala perang”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi banyak sekali perintah-perintah Islam yang memerlukan uang. Waktu Rasulullah SAW hijrah ke Madinah, di antara hadits-hadits pertama yang beliau sampaikan pada waktu itu adalah “Afsussalam wa ath’imu tho’am”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi mentraktir itu tradisi nabawiyah. Sering-seringlah mentraktir karena itu perintah Nabi, dan ini turunnya di Madinah pada saat menjelang mihwar daulah. Kira-kira di jaman kita inilah, di mihwar dakwah kita sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Washilul arham dan sambung tali shilaturahim. Antum akan melihat nanti di akhir penjelasan saya nanti bahwa ciri-ciri orang maju itu salah satunya adalah kalau belanjanya dalam 3 hal lebih besar daripada belanja kebutuhan lauk-pauknya, salah satunya belanja komunikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, kalau biaya pulsa kita tinggi itu indikator yang baik, itu artinya silaturahim kita jalan. Jangan missed call, suruh orang telpon balik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, karena harta itu adalah hal-hal yang dibangga-banggakan oleh manusia sehingga menentukan strata sosial. Antum akan lebih berwibawa dan didengar orang kalau punya uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila tidak punya uang, biasanya kita juga biasanya jarang didengar oleh orang. Misalnya dalam keluarga. Antum bersaudara ada 7 orang. Kalau kontribusi finansial antum dalam keluarga itu tidak banyak dan bila antum satu-satunya da’i dalam keluarga, dakwah antum juga kurang didengar oleh keluarga. Karena di samping ingin mendengarkan nasihat yang baik orang juga ingin mendapatkan uang yang banyak. Hadiah-hadiah pada hari lebaran, infaq-infaq dan seterusnya dan itu biasanya melancarkan dakwah kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya hadir pada suatu waktu di sidang Ikatan Anggota Parlemen Negara-negara OKI. Setiap kali ada waktu bertanya, yang paling pertama diberi kesempatan bertanya itu utusan dari Arab Saudi, sedangkan utusan dari negara miskin seperti Maroko atau Tunisia biasanya tidak dapat giliran, kalau bukan sendiri yang angkat tangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah harta ternyata juga berpengaruh pada hal-hal seperti itu.Pada tahun 1994 saya ke Jerman. Dua tahun baru selesai kuliah, di sana saya bertemu dengan salah seorang ikhwah pengusaha yang punya beberapa supermarket di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia datang menemui saya memakai Mercy. Saya protes kepada dia dengan semangat dakwah dan jihad, antum itu tega pakai Mercy, saudara-saudara antum di Palestina di sana masih berjuang, antum hidup di Jerman ini pakai Mercy bagaimana ceritanya. Dia bilang nanti saya jelaskan, antum ikut saya saja dulu. Saya diajak keliling supermarketnya dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang itu memang kaya. Sudah keliling dia bilang, di Jerman ini kalau kau ingin ketemu seorang direktur, begitu kamu parkir mobil, nanti direktur itu suruh sekretarisnya tengok dia itu pakai mobil apa. Jika kau tidak pakai Mercy nanti sekretarisnya bilang direktur sedang tidak ada. Kalau kau pakai Mercy kau disambut baik-baik oleh mereka. Mercy ini wajib di sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu hal-hal yang dibangga-banggakan oleh manusia. Dan itu berkali-kali disebutkan dalam Al-Qur’an. Oleh karena itu sebagai Muslim saya ingin didengarkan orang, apalagi kita sebagai da’i kita perlu punya wibawa di depan orang. Sebagian dari wibawa itu juga dibentuk oleh kondisi finansial kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ulama-ulama kita juga meriwayatkan bahwa ternyata di antara hal-hal yang disenangi oleh wanita kepada laki-laki salah satunya adalah uangnya. Perempuan itu katanya menyenangi pada laki-laki kalau dia lebih pintar daripada si perempuan, kalau dia lebih kaya daripada perempuan, lebih kuat daripada perempuan. Dan kepemimpinan itu kan diberikan kepada laki-laki salah satu sebabnya karena kewajiban memberlkan nafkah itu. Kalau kita ingin berwibawa di depan istri tolong kewajibannya ditunaikan dengan sempurna. Itu akan menaikkan wibawa kita depan Istri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang istri itu tidak hanya membutuhkan seorang suami yang romantis tapi juga seorang suami yang romantis realistis. Ada seorang akhwat berkata kepada saya, saya sebenarnya tidak materialistis tapi masalahnya kita realistis karena kita tidak bisa hidup tanpa materi. Dan kalau materi kita sedikit maka hidup kita juga tidak akan nyaman. Sedikit banyak itu juga penting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima, harta itu salah satu sebab yang dapat membuat orang itu bisa bahagia di dunia. Jangan lagi pernah bilang “biar miskin asal bahagia.” Sekarang perlu kita balik, “biar kaya asal bahagia.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ingat guru saya waktu SD selalu mencari kamuflase bahwa walaupun kita miskin tetap bisa bahagia. Memang bisa, tapi susah. Adalagi yang bilang “Uang tidak bisa membeli cinta”. Memang tidak bisa, tapi kalau kita jatuh cinta dan punya uang itu lebih enak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW realistis sekali ketika dia mengatakan bahwa di antara yang membuat orang itu bahagia adalah pertama, Istri yang sholehah. Kedua, rumah yang luas, dalam hadits lain disebutkan kamar-kamarnya banyak. Menurut Syeikh Qordlowy yang disebut kamar-kamar itu minimal enam kamar. Satu buah kamar untuk suami istri, sebuah kamar untuk anak laki-laki, sebuah kamar untuk anak perempuan, sebuah kamar untuk pembantu, dua buah kamar lainnya untuk kerabat suami dan istri yang datang menginap di rumah. Itu 6 kamar tidak termasuk dapur, ruang makan, ruang keluarga, ruang tamu, perpustakaan keluarga dan musholla.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelanjutan dari hadits itu, dan kendaraan yang nyaman. Antum perhatikan Rasulullah mengatakan rumah dan kendaraan. Rumah itu adalah indikator stabilitas, kendaraan itu adalah indikator mobilitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah mengatakan kendaraan yang nyaman bukan sekadar kendaraan. Naik angkot itu juga kendaraan tapi belum tentu nyaman, tapi kalau ada sedan yang empuk sehingga kita bisa rehat, itu lebih bagus. Pulang mengisi Liqa’ kalau kendaraannya nyaman kan sedikit mengurangi kelelahan. Itu juga perlu garasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika suaminya pengurus DPW, istrinya pengurus DPW, maka masing-masing perlu kendaraan juga. Kalau anaknya 7 siapa yang antar anaknya sekolah, jadi minimal perlu 3 mobil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu saya tidak punya mobil, saya punya motor. Anak saya sekolah di Al-Hikmah, jadi kalau pulang diantar sama keponakan saya. Anak saya diikat, takut kalau tidur sewaktu-waktu bisa jatuh dari motor. Saya bilang “saya dosa kalau anak saya sampai meninggal”. Akhirnya saya menelepon teman saya, “Tolong sediakan mobil untuk saya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah pertama kali saya punya mobil. Dosa kita, kasihan anak itu jatuh dari motor. Setengah mati kita pupuk-pupuk, kita lahirkan dengan baik, tapi mati karena kecelakaan begitu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau suaminya pengurus DPW dan istrinya aktif di Salimah atau di Pos Wanita Keadilan, kan perlu mobilitas juga. Masa suaminya pergi pakai mobil, sedangkan istrinya pergi rapat ke mana-mana sambil gendong anak. Dia sudah hamil 9 bulan, merawat anak, malam tidak tidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita zhalim juga terhadap istri kalau kita tidak memberikan hal-hal yang membuat dia nyaman dalam kehidupan. Untungnya waktu kita menikah dulu banyak akhwat kita yang tidak tahu hadits ini. Padahal dalam banyak pendapat di berbagai mazhab misalnya di madzhab Imam Syafi’i, apalagi Imam Malik, kewajiban wanita itu yang sebenarnya hanya melayani suami dan mendidik anak, sedangkan pekerjaan rumah tangga, mencuci dan seterusnya, itu tidak termasuk dalam kewajiban wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Qiyadah-qiyadah akhwat mengikuti daurah tingkat nasionat kemarin di Jakarta. Coba bayangkan akhwat-akhwat kita sebagian besar sarjana. Waktu kuliah dia direkru kan salah satu alasannya karena dia anashirut taqyir dan otaknya brilian. Banyak akhwat kita Indeks Prestasinya 4,1. Begitu 10 tahun menikah, dia sudah tidak nyambung lagi dengan suaminya kalau bicara, karena dia mengalami stagnasi intelektual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba dia mengerjakan semua pekerjaan pembantu rumah tangga, dia melahirkan juga, melayani suami juga, memasak juga, mencuci juga dan kadang-kadang kita terbawa oleh romantika perjuangan. Rasanya heroik melihat istri mencuci, suami pulang dakwah dalam keadaan lelah, istri di rumah mencuci, mengepel lantai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepuluh tahun kemudian kita di elus-elus oleh istri, kita pikir sedang dipijiti, padahal hanya di elus-elus karena tangannya dipakai untuk mencuci, jadi tangannya sudah bukan tangan ratu. Sementara suami pegang pulpen, pegang kertas karena sibuk mengisi halaqah, sedangkan pekerjaan yang kasar-kasar dikerjakan oleh istri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah saatnya pekerjaan-pekerjaan begitu kita delegasikan kepada mesin. Jangan buang waktu di dapur, di tempat mencuci, delegasikan kepada mesin. Kita ini orang-orang pilihan dari umat kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berapa banyak orang yang sarjana di negeri ini? sedikit. Makanya kalau Capres syaratnya S-2 calonnya juga nanti sedikit. Saya tidak setuju kalau capres itu syaratnya S-1, tamat SD pun bisalah. Sebagian besar orang ikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, yang bisa merasakan pendidikan tinggi itu barang elit di negeri ini. Jadi, kalau akhwat kita yang sarjana itu setelah nikah disuruh jadi pembantu rumah tangga atas nama kesetiaan, ketaatan, cinta dan sejenisnya maka kita telah berbuat zalim terhadap SDM kita sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin akhwat kita itu sabar-sabar, dia menerima keadaan. Tetapi, walaupun dia menerima keadaan, kita kehilangan potensi. Kita kehilangan umur-umur terbaik. Sebenarnya kalau dipacu untuk dakwah, untuk kepentingan lebih besar, lebih strategis, faedah yang didapatkan pun akan jauh lebih besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu kita ini tidak akan cukup mengerjakan hal-hal tersebut maka belilah waktu orang lain. Hitung-hitung, kalau beli tenaga pembantu kita buka lapangan kerja, kita bukan hanya mendelegasikan pekerjaaan kita juga buka pekerjaan bagi orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kira-kira itulah 5 alasan mengapa kita itu perlu kaya. Memang, walaupun kita miskin kita masih bisa bahagia, tapi itu jauh lebih susah. Bahkan terkadang kekayaan itu lebih mendekatkan orang kepada Allah SWT dibanding kemiskinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanya Rasul mengatakan tentang minum susu, makan habbatussauda’, madu. Coba kalau antum, misalnya, tidur di atas kasur yang empuk dalam ruangan yang ber-AC, tidur 2 jam itu bisa sangat nyenyak. Apalagi minum susu hangat sebelum tidur. Bangun pagi minum madu campur habatussauda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya kira kita perlu memperbaiki dan melihat kembali pemahaman keagamaan seperti ini secara benar. Sehingga kita jangan menganggap kemewahan itu justru melelahkan orang tapi bikin orang nyaman. Inilah 5 alasan mengapa kita harus kaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang saya ingin lebih jauh menembus kembali mengapa kita miskin selama ini. Sebabnya kita miskin adalah pertama, karena kita memiliki pemahaman agama yang salah. Salah satunya 5 alasan tadi tidak beredar di kalangan kita. Sekarang coba kita tonton acara TV, nonton acara-acara ceramah subuh di televisi. Kita akan lihat sebagian besar ceramah-ceramah televisi itu menyuruh orang-orang miskin itu semakin miskin atas nama kesabaran. Bahkan ada perang terhadap materialisme, karena itu kita harus zuhud sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemahaman tentang kezuhudan itu salah satu pemahaman yang paling banyak merusak kita. Karena kita tidak tahu bedanya orang zuhud dengan orang miskin. Imam Ghazali mengatakan orang zuhud itu adalah orang yang punya dunia lalu meninggalkannya dengan sadar. Orang miskin itu adalah orang yang ditinggal dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau ada orang miskin tidak dapat makan lalu puasa Senin-Kamis itu bukan orang zuhud. Itu orang miskin yang berusaha memaksimalisasi kondisi keterbatasannya agar tetap dapat pahala, daripada tidak makan dan tidak dapat pahala lebih bagus tidak makan dapat pahala. Orang zuhud itu orang pasca dunia kalau orang miskin itu orang pra dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita lihat Rasulullah SAW itu sudah kaya raya sebelum menjadi Nabi. Kemiskinan Rasulullah yang kita baca di hadits-hadits itu adalah kemiskinan atas pilihan. Itu adalah pilihannya karena dia punya misi yang jauh lebih besar, yakni: yang begini itu dia tidak perlu lagi, sudah selesai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan Rasulullah mengatakan semua nabi-nabi itu sebagian besarnya kaya. Tidak ada lagi nabi yang diutus setelah nabi Syu’aib melainkan pasti dia berasal dari keluarga kaya dari kaumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah itu mengenal uang waktu umurnya 8 tahun, dia mulai kerja dan mendapatkan gaji. Pekerjaan pertamanya menggembala kambing. Umur 12 tahun dia sudah pulang pergi luar negeri ikut dalam bisnis keluarga. Umur 15 sampai 19 tahun ikut dalam perang sehingga punya pengalaman mlliter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umur 20 tahun, rasul sudah jadi pengusaha investornya adalah Khadijah. Waktu umur 25 tahun dia nikah dengan investornya. Berapa maharnya? Seratus ekor unta. Berapa harga seekor unta sekarang? Jauh lebih mahal dari 1 ekor sapi. Kira-kira 10 juta 1 ekor unta. Jadi totalnya 1 milyar. Anak muda 25 tahun punya uang cash 1 milyar. Itu maharnya tapi yang disimpan itu masih ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun Rasulullah SAW setelah menjadi Nabi mengatakan sebaik-baik wanita adalah wanita yang cantik dan mahar yang murah, itu sebagai sistem tapi dalam tradisi jahiliyah itu status. Oleh karena itu, waktu pamannya yang bernama Abu Thalib menyampaikan khutbah nikahnya sebagai sambutan keluarga pada pernikahan Rasulullah SAW, beliau mengatakan sesungguhnya orang Quraisy tahu bahwa Muhammad salah saorang pemudanya yang terbaik, yang paling terhormat. Layaklah dia nikah dengan Khadijah karena maharnya tersebut. Pemuda berusia 25 tahun punya uang 1 milyar, sedangkan kita 25 tahun baru selesai perguruan tinggi dan karya terbesar kita adalah menulis lamaran kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini pemahaman keagamaan yang beredar di kalangan kita yang membuat kita ini miskin. Itu sebabnya di zaman penjajahan dahulu, para penjajah itu dengan sengaja menghidupkan kelompok-kelompok sufi di tengah masyarakat. Paham sufiyah dihidupkan supaya orang-orang miskin itu tidak pernah bermimpi menjadi kaya dan merasa benar bahwa dia miskin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, langkah pertama menuju kekayaan adalah perbaiki dulu pemahaman keagamaan kita. Saya dulu sekolah di pesantren 6 tahun. Tempatnya dulu itu di hutan bahkan tidak ada mobil lewat di sana. Kalau kita ingin mendapatkan kendaraan umum, kita harus jalan 3 km terlebih dahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari ada badai datang dan menerbangkan seluruh atap gedung, masjid, dan seluruh benda yang ada di situ. Semuanya mudah diterbangkan karena bangunan yang ada adalah bangunan murah semuanya. Tiap hari, kita makan hanya nasi dan kecap selama 6 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap kali kita makan, guru saya selain bilang ini nasi akan membuat kamu besar. Cuma butuh waktu. Karena itu fisik saya kecil. Karena pada masa pertumbuhan, kita tidak mendapatkan gizi yang baik dengan alasan latihan sabar, perjuangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu itu saya bilang ini sekolah sengaja disimpan jauh dari kota karena kota itu neraka, disini kita hidup dengan cara yang benar. Waktu saya mau ke Jakarta untuk kuliah, saya minta guru saya istikharah buat saya, satu bulan kemudian saya datang dan dia menganjurkan saya untuk kuliah di Jakarta saja di LIPIA, karena LIPIA itu selingkar syurga yang di kelilingi oleh neraka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah pemahaman keagamaan yang kita warisi. Waktu saya kuliah di LIPIA, juga belajar syariah namun tetap tidak ada yang mengajarkan kita pemahaman keagamaan yang benar tentang kekayaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, karena kita tumbuh dalam lingkungan pendidikan yang tidak mengajarkan kita dasar-dasar yang benar untuk menegakkan kehidupan. Lihat kurikulum yang kita pelajari. Tidak satupun yang kita pelajari di sekolah itu benar-benar kita pakai dalam kehidupan yang real kita. Sekarang belajar bahasa Inggris sejak kelas 4 SD sampai perguruan tinggi. Tahun pertama itu 10 tahun, tetapi TOEFL kita tidak bagus-bagus. Padahal bahasa itu adalah sarana komunikasi yang seharusnya itu menjadi basic (dasar).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga tentang uang, kita tidak pernah sama sekali belajar di sekolah tentang uang. Saya dulu belajar hitung dagang di sekolah tapi itu pelajaran yang paling kita tidak suka. Jadi lingkungan pendidikan kita juga seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kita tarbiyah pun, hal-hal seperti ini juga belum diajarkan. Mungkin karena satu hikmah ataupun yang lainnya yang tidak kita ketahui. Tetapi kalau kita membaca literatur yang ditulis oieh Imam Hasan AI-Banna, sebenarnya perhatian ke arah ekonomi itu justru malah besar dari awalnya. Bahkan munculnya gagasan ekonomi Islam itu adalah anjuran dari beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satunya rintisan dari beliau untuk mulai memperbaiki kehidupan ekonomi ummat Islam. Oleh karena itu saya menganjurkan kepada ikhwah di kaderisasi untuk segera membuat materi tatsqif tentang uang, karena kita periu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, karena kita ini memiliki ciri-ciri orang miskin dalam kepribadian. Ciri orang miskin: pertama, orang miskin itu tidak pernah bermimpi jadi orang kaya. Kalau kita baca buku the millionaire mind (pemikiran milioner), di dalam buku tersebut disebutkan fakta bahwa di kalangan orang-orang miskin itu berkembang ide-ide yang membuat mereka itu miskin. Salah satunya karena memang mereka tidak punya mimpi jadi orang kaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu sekolah saya pernah ikut kursus keterampilan membuat sepatu jadi saya bisa membuat sepatu. Karena kita mindsetnya disiapkan untuk menjadi buruh, kalau tidak bisa menjadi guru bahasa Arab akhirnya menjadi tukang sepatu. Kita lihat rintisannya. Jadi kita tidak pernah punya mimpi untuk menjadi kaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contohnya, kalau kita lihat orang pakai mobil Mercy, tidak pernah terpikir oleh kita kalau kita juga ingin punya mobii Mercy. Yang terpikir oleh kita adalah tega-teganya orang ini pakai Mercy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama kali Ketua Majelis Syuro membangun rumah, banyak sekali ikhwah yang protes. Saya bilang kenapa kalian protes. Dia tidak pinjam uang antum. Saya datang ke rumahnya, Masya Allah rumahnya bagus. Ya Allah, berikanlah saya model rumah yang seperti ini. Kalau kita melihat mobil bagus, rumah bagus, hinggap sebentar di mobil itu, sapu baik-baik lalu berdoalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika tinggal di rumah mertua, saya bisa tinggal di tempat yang luasnya beberapa ribu meter. Cuma saya bilang, saya tidak ingin didominasi oleh mertua. Jadi, setelah menikah saya bilang saya mau keluar dari rumah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata mertua saya, “Kamu mau tinggal di mana?” Itu urusan saya, satu tahun saya sudah tinggal di sini. Saya keluar. Lalu saya kontrak rumah. Rumah saya itu mirip kandang ayam, triplek-triplek saja. Ada 3 petak rumah, kalau kita bersin di sini, akan terdengar oleh semua tetangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantainya sebagian itu berupa tanah dan saya pun tidak punya kasur. Saya punya kasur ketika anak ke-3 saya lahir. Istri saya kalau sudah hari Sabtu atau Minggu mengajak pulang. Saya tahu dia ingin balik ke sana. Tapi kita belajar menata hidup kita sendiri, tidak tergantung dari orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap hari, saya lewat di depan sebuah rumah besar halamannya luas. Kalau saya lewat rumah itu saya berjalan pelan-pelan sambil menunggu bis dari Al-Manar. Saya melewati rumah itu yang terletak di pojok halaman yang luas dan ada banyak pohon-pohonan. Saya usap-usap itu temboknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah rumah itu menjadi rumah saya. Apabila saudara antum punya mobil, antum jangan marah padanya. Jangan tanya uangnya dari mana. Jangan tanya seperti itu. Antum pegang mobilnya, usap-usap mobilnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang kalau saya mau ke DPP tiap hari lewat Menteng, lewati rumah yang bagus-bagus, di situ juga ada masjid yang besar yang bernama Sunda Kelapa. Saya suka berdoa juga di situ. Ya Allah, saya ingin tinggal di samping masjid ini, tapi bagaimana caranya atur ya Allah. Syurga saja kita pinta, apalagi hanya rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu waktu saya pernah naik private jet punya Abdul Rizal Bakrie. Waktu itu, jauh sebelum era partai karena saya suka ceramah di rumahnya. Kita pergi naik private jetnya. Enak juga naik private jet. Saya berdo’a juga di situ. Saya juga ingin yang seperti ini karena enak. Syurga saja kita pinta apalagi seperti ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemarin, seorang ustad ditanya oleh kader. Kadernya protes, “Ustadz Hilmi anggota dewannya sudah mulai pada borju semuanya”. Di jawab oleh Ustadz Hilmi, mereka tidak borju cuma menyesuaikan penampilan dengan lingkungan pergaulannya. Jadi kalau ikhwah pada kaya-kaya nanti kita juga bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya paling senang kalau ada ikhwah yang punya private jet, perlu di dorong itu. Jadi kita tidak pelu belanja tiket lagi kalau ingin ke Riau. Tidak terikat dengan jadwal penerbangan regular. Dan saya tanya harga private jet itu, setidak-tidaknya kita sudah tahu harga private jet itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sewaktu-waktu saya naik mobil Land Cruiser punya teman saya, mobil saya Kijang, saya bilang mobilmu lebih enak dari mobil saya. Dia bilang kenapa. Saya bilang saya pikir mobil saya itu paling enak di muka bumi, ternyata mobil bapak lebih enak. “Memang mobil kamu apa?” Saya bilang Kijang. Dia bilang, “Oh itu mobil masa lalu saya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikhwah sekalian. Karakter orang miskin itu harus kita hilangkan. Itu sebabnya kita miskin. Karena tidak punya mimpi menjadi orang kaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, kita ini umumnya tidak ulet. Senang difasilitasi. Dan, ada karakter yang buruk di Melayu, pada umumnya senang diberi hadiah daripada memberi hadiah. Bahagia dan bangga kalau ditraktir makan daripada kalau mentraktir makan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita ingin menjelaskan orang Cina lebih kaya dibanding kita di negeri ini, karena dia lebih rajin bekerja. Saya pernah mengisi pelatihan di Telkom, saya suruh tulis mimpi-mimpi mereka semua. Saya kasih kertas besar, mereka menulis dan menggambar. Hampir semua mereka membuat gambar yang sama. Sebuah rumah di sampingnya ada sawah-sawah, di sampingnya ada masjid, kemudian ada pesawat terbang dan ada ka’bah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya suruh menjelaskan. Dia bilang nanti saya berharap insya Allah sudah naik haji sebelum pensiun. Setelah pensiun nanti saya punya rumah di desa di sampingnya ada sawah-sawah, di sampingnya lagi ada masjid. Jadi dia ibadah kerjanya. Saya bilang bapak pensiun umur berapa. Dia bilang 55 tahun. Mau menghabiskan sisa umur di desa disamping masjid dan di samping sawah?.&lt;br /&gt;Kalau bapak diberi umur 80 tahun oleh Allah SWT, berapa sisa umur bapak. 25 tahun akan bapak habiskan di samping sawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu cara kita berfikir, kita menghindari tantangan. Saya pernah ceramah di direktur keuangan BULOG. Dia mau pensiun dini, dia tinggalnya di Patra Kuningan dekat rumahnya Pak Habibie. Saya diminta mengisi ceramah di rumahnya tentang manajemen harta untuk para lansia. Yang hadir itu angkatan 63 UGM dari Fakultas Ekonomi semuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya bilang bapak setelah pensiun nanti mau tinggal di mana. Dia bilang mau balik ke kampung halamannya di Solo. Saya tanya Solonya di mana. Dia bilang agak ke pinggir sedikit. Nah kita lihat, sudah pulang kampung ke Solo masih ke pinggir sedikit. Dia sudah punya rumah di sana. Di sampingnya ada sawah-sawah, ada masjid, persis seperti gambar orang Telkom itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya bilang kenapa tidak tinggal di Jakarta. Dia bilang siapa yang bisa tahan tinggal di Jakarta setelah pensiun. Biaya mahal, anak saya sedang pada kuliah semuanya saya tidak kuat nanggung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba kita lihat waktu pendapatan kita berkurang, yang kita lakukan itu adalah mereduksi dan mengurangi kegiatan kita supaya kita menyesuaikan diri dengan pendapatan. Seharusnya ketika pendapatan kita berkurang, bukan kegiatan yang kita reduksi tapi yang kita lakukan adalah tetap memperbanyak kegiatan dan menambah pendapatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi saya bayangkan, kalau bapak dikasih umur 80 tahun, bapak akan tinggal di kampung itu selama 25 tahun. Sekarang saya coba menghayal-menghayal, kira-kira jadwal hariannya seperti apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jam 3 insya Allah dia akan bangun qiyamul lail. Sampai subuh dia sudah tidak tidur, karena orang kalau sudah di atas 40 tahun kebutuhan tidurnya sebetulnya cuma 2 jam, setelah subuh mungkin dia nanti wirid. Setelah itu pagi, mungkin aktivitas jalan pagi dan lainnya selesai jam 7.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu dia mandi lalu sarapan dia baca koran. Katakanlah selesai jam 9 setelah itu dia sholat dhuha. Setelah itu tanda tanya karena tidak ada kegiatan yang dia lakukan. Lalu masuk zhuhur sebelumnya dia punya waktu 3 jam. Setelah itu dia makan siang setelah itu dia tidur siang, bangun ketika ashar. Ashar sampai maghrib yang dia lakukan duduk-duduk di teras minum kopi sambil memandang sawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum maghrib dia mandi. Setelah maghrib dia makan malam. Sampai isya’ mungkin dia mengaji. Setelah sholat isya’, melihat televisi sebentar setelah itu dia tidur lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita lihat tidak ada waktunya yang produktif. Orang ini 25 tahun menunggu kematian. Kematian itu tidak perlu ditunggu nanti dia akan datang sendiri kenapa kita tunggu-tunggu dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita lihat cara kita merencanakan hidup. Seharusnya di usia seperti itulah kita bekerja makin giat karena jadwal kita makin dekat. Kematian kita makin dekat bukan makin berserah. Begitulah pikiran yang ada pada orang-orang miskin dan karakter yang ada pada orang-orang miskin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang ini tidak ulet, menghindari tantangan, tidak ingin kerja keras. Karena itu rata-rata jadwal kerja orang miskin itu di bawah 8 jam. Sementara jadwal kerja orang kaya itu di atas 15 jam. Wajar kalau mereka jadi kaya karena jam kerja mereka juga banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, 3 sebab yang pertama inilah yang menyebabkan mengapa kemiskinan struktural yang direncanakan oleh musuh Islam itu bisa berhasil karena memang kita bisa dimiskinkan. Ada pemahaman agama yang salah, ada pendidikan yang salah, ada karakter orang miskin, kemudian ada usaha sistematis untuk memiskinkan kita. Jadilah kita umat yang miskin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tinggal di atas semua sumber daya alam yang begitu kaya sementara kita hidup sebagai orang miskin. Tidak ada alasan bagi kita untuk hidup sebagai orang miskin. Kita lihat di seluruh dunia sekarang ini semua sumber daya alam yang terbaik itu ada di dunia Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minyak misalnya ada di dunia Islam, sekarang Cina, kita lihat disana ada 130-an juta orang Islam yang berbatasan dengannya. Di wilayah yang di kuasai oleh umat Islam itu terdapat riset minyak terbesar di Cina. Jadi semua sumber daya energi itu, ada di kalangan umat Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu sebabnya salah seorang pemikir Jerman mengungkapkan alasan bahwa Islam itu menjadi musuh Barat, sebabnya karena pertama, umat Islam itu mempunyai aqidah dan aqidah ini tidak bisa dirusak oleh penjajahan model apapun juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, populasinya terus bertambah sedangkan orang Barat populasinya terus berkurang. Ketiga, karena mereka (kaum Muslim) memiliki semua sumber daya yang memungkinkan mereka mendirikan peradaban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita diberi laut di Indonesia ini tapi tidak ada yang mengelolanya. Otak kita tidak dialihkan ke sana. Kita hidup di tengah kekayaan tetapi mati sebagai orang miskin. Ada usaha untuk memiskinkan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa usaha itu berhasil? Karena ada faktor-faktor di dalam diri kita sendiri yang membuat itu berhasil dan inilah sebabnya mengapa perimbangan kekuatan dalam kehidupan kita sekarang ini menjadi tidak imbang. Karena kita bahkan tidak mau kaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita bayangkan orang seperti Bill Gate punya kekayaan lebih dari 500 Trilyun. Itu hampir sama dengan 1 tahun APBN Indonesia. Orang seperti George Soros itu bisa memiskinkan 200 juta penduduk Indonesia. Bagaimana itu bisa. Kalau kita baca George Soros itu, ‘infaqnya’ pekerjaan charitynya sudah lebih dari 5 milyar dollar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau masalah ini sedikit kita kembangkan menjadi semacam wawasan politik ekonomi yang lebih luas, maka kita perlu memahami bahwa ada tiga panggung terkait dengan ini. Panggung negara, panggung civil society, dan panggung pasar. Dari 3 panggung ini, pasarlah yang mempunyai mekanisme bekerja paling efektif apabila dibandingkan mekanisme negara maupun mekanisme civil society.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu sebabnya dari sekarang negara itu mengalami reduksi pada otoritas-otoritasnya disebabkan oleh tekanan pasar. Kini kita bisa dimiskinkan hanya dengan menekan tombol-tombol elektronik. Masukkan modal melalui komputer tarik lagi modalnya melalui komputer dan kita semua miskin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PKS di masa yang akan datang tidak bisa mengendalikan kehidupan ini semuanya kalau hanya berkuasa di negara tetapi tidak menguasai pasar. Tidak mungkin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang ini kita akan menemukan secara individu, banyak individu yang lebih kaya daripada negara. Oleh karena itu, gabungan dari beberapa individu justru dapat dengan mudah mengintervensi negara dan memiskinkan negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita hanya masuk ke dewan, padahal dewan itu hanyalah bagian kecil dalam panggung negara, masih ada eksekutif masih ada yudikatif. Kita hanya punya sedikit di dewan itu, dan di dewan itu masih sedikit pula. Kita lihat daerah kekuasaan kita, dakwah ini ke depan hanya bisa menekan, menguasai, mengendalikan situasi kalau kita punya orang yang terdistribusi secara merata, memimpin negara, memimpin civil society, dan memimpin pasar. Baru kita akan digjaya sebagai sebuah gerakan dakwah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, bagaimana kita memulai membangun kehidupan finansial kita. Pertama, perbaiki ide kita tentang uang. Ide itu adalah wilayah kemungkinan, “space of possibility”. Semua yang menjadi mungkin dalam ide kita pasti akan menjadi mungkin dalam realita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ide itu adalah tempat penciptaan pertama sedangkan realitas itu adalah tempat penciptaan kedua. Jadi tidak ada realitas yang terjadi dalam kehidupan kita tanpa sebelumnya tercipta pertama kali dalam ide-ide kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum pesawat terbang itu diciptakan yang pertama kali dahulu adalah ada ide bagaimana manusia dapat terbang seperti burung. Jadi begitu sesuatu jadi mungkin dalam ide kita, ia bisa menjadi mungkin dalam kenyataan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang perbaikilah ide-ide kita tentang uang. Belajarlah untuk mempunyai mimpi besar tentang uang. Belajarlah untuk membuat daftar rencana, insya Allah ketika saya meninggal nanti saya ingin mewariskan sekian banyak uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buatlah step ide ini luas. Karena kalau space of possiblity kita ini luas, space of reality kita jadi luas. Kalau kita lihat mobil, belajarlah mempunyai selera yang bagus. Supaya ide-ide ini tumbuh dengan baik kita perlu dari sekarang membaca sebuah buku tentang uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bacalah buku-buku tentang uang. Saya sangat menganjurkan beberapa buku di antaranya The Millionaire Mind. Ada dua buku yang ditulis oleh penulis yang sama karena ini adalah risetnya. Selanjutnya The Millionaire Dead. Ini adalah penelitian yang dilakukan terhadap cara berfikir orang-orang kaya yang ada di Amerika. Kemudian buku One Minute Millionaire (Bagaimana menjadi milliuner dalam 1 menit). Dan ini juga punya website, kita bisa masuk ke websitenya. Mereka punya psikotest kalau kita ingin mengetahui apakah kita punya talenta jadi orang kaya atau tidak. Alamat websitenya www.oneminutemillionaire.com.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku yang ketiga adalah semua buku Robert T Kiyosaki. Yang ke-4 ini, buku lama tapi termasuk buku-buku awal yang dibaca orang tentang uang yaitu buku yang ditulis oleh Napoleon Hill, Think and Grow Rich (Berfikir dan Menjadi Kaya). Buku terakhir ini adalah buku yang sangat lama karena diterbitkan pada tahun 80- an dan ditulis tahun 70-an, tapi menurut saya rasa masih sangat relevan untuk dibaca. Ini buku-buku dasar semuanya bagi pemula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan saya rasa penting juga untuk mendapatkan landasan syar’i yang bagus tentang hal ini apabila kita baca juga buku yang ditulis oleh Syeikh Yusuf Qordlowi tentang nilai-nilai moral dalam ekonomi Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbaiki dahulu ide kita tentang uang, perbaiki tsaqafah tentang uang dan mulailah mempunyai mimpi besar untuk menjadi orang kaya supaya kita-insya Allah-naik derajatnya dari amil zakat menjadi muzakki. Supaya kita datang kepada orang jangan lagi bawa proposal tapi lain kali orang datang bawa proposal. Itu yang benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sering-seringlah datang ke tempat-tempat mewah. Jalan-jalan saja untuk memperbaiki selera.Saya punya 1 halaqah yang terdiri dan anak-anak LIPIA. Mereka datangnya dari kampung dari pesantren semuanya. Saya tahu mereka ini membawa background: di backmindnya itu ada psikologi orang kampung yang tidak pernah bermimpi menjadi orang kaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tanya, “kamu nanti setelah selesai dari LIPIA mau kemana?” Mereka bilang “insya Allah kita mau pulang ke kampung mengajar di Ma’had. Mengajar Bahasa Arab”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari saya ajak mereka, hari ini tidak ada liqa’, tapi saya tunggu kalian di Hotel Mulia. Saya ada di suatu tempat dan mereka tidak melihat saya. Saya suruh mereka berdiri saja di lobby. Mereka datang pakai ransel karena mahasiswa datang pakai ransel. Diperiksa lama oleh security. Karena penampilannya sebagai orang miskin dicurigai membawa bom.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya lihat dari atas. Itu masalah strata. Kalau antum datang pakai jas dan dasi tidak ada yang periksa antum di situ. Karena yang datang pakai ransel tampang kumuh. Kemudian mereka bertanya di mana antum ustadz, saya bilang antum tunggu saja di situ.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya dekat dengan mereka tapi mereka tidak melihat, saya hanya memperhatikan apa yang mereka lakukan. Kira-kira 2 jam mereka saya suruh di situ, mondar-mandir di lobby. Minggu depan saya tanya apa yang antum lihat di sana. “Orang lalu-lalang,” jawab mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tanya, pertama, “apakah ada satu orang yang lalu-lalang yang antum lihat yang mukanya jelek?” Dia bilang tidak ada. Semuanya ganteng-ganteng semuanya cantik-cantik. Jadi ada korelasi antara wajah dan kekayaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makin kaya seseorang makin baik wajahnya. Kedua, ada tidak yang memakai pakaian yang tidak rapi kecuali antum. Dia bilang tidak ada, semuanya rapi. Jadi dengan latihan seperti ini pikirannya sedikit mulai terbuka. Karena, ia membawa bibit dalam pikirannya untuk menjadi orang miskin. Sekarang, alhamdulillah, mereka bertiga sekarang ini sedang kuliah di UI ambil S2 Ekonomi Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikhwah sekalian. Jadi, kita perbaiki insting kita. Pertama kali kita perbaiki tsaqafah kita. Jadi, hadirkan buku-buku itu ke dalam rumah dan mulai dari sekarang anak-anak kita juga mulai diajari tentang uang. Ikutilah kursus-kursus tentang enterpreneurship supaya kita dapat memperbaiki dulu citra kita tentang uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, menyiapkan diri untuk menjadi kaya. Orang-orang kaya yang bijak itu mempunyai nasehat yang bagus, mereka mengatakan “sebelum Anda menjadi kaya latihanlah terlebih dahulu menjadi kaya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hiduplah dengan hidup gaya orang kaya. Orang kaya itu optimis. Bagi orang kaya, biasanya tidak ada yang susah. Bagi mereka semuanya mungkin, karena itu mereka selalu optimis. Jadi yang harus dihilangkan dari kita itu adalah pesimis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya punya seorang teman sekarang menjadi kaya. Dia datang ke Jakarta hanya sebagai pelatih karate dan tidak ada duitnya, tapi supaya tidak ketahuan oleh istrinya bahwa dia tidak punya pekerjaan, setiap habis sholat subuh dia pergi lari olahraga, setelah itu dia memakai pakaian rapi lalu keluar rumah. Dia juga tidak tahu mau ke mana, yang penting ke luar rumah. Istrinya tidak tahu kalau dia tidak punya pekerjaan. Nanti, di jalan baru ditentukan siapa yang dia temui hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah pertama perbaiki dahulu sirkulasi darah kita, olahraga dulu, supaya wajah segar makan yang banyak. Banyaklah makan yang enak, daging. Sering-sering makan yang enak. Menurut Utsman bin Affan makanan paling enak itu adalah kambing muda. Setiap hari mereka makan kambing muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makan yang enak dan olah raga yang bagus supaya wajah kita berseri. Syeikh Muhammad Al-Ghozali dalam kitab Jaddid Hayataka mengatakan kenapa orang-orang Barat itu pipinya merah, karena sirkulasi darahnya bagus, gizinya bagus. Sedangkan kita orang-orang timur kalau ketemu itu auranya pesimis, tidak ada harapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasakanlah kalau orang ketemu kita ada harapan yang terlihat. Makanya kalau pilih warna baju, pilihlah yang cerah-cerah. Ibnu Taimiyah mengatakan ada hubungan antara madzhab dan batin kita, pakaian apa yang kita pakai itu mempengaruhi kondisi kejiwaan kita. Jangan pakai pakaian orang tua. Ada anak umur 25 tahun pakaiannya pakaian orang tua. Bagaimana nanti kalau umurnya 50 tahun, pakaiannya seperti apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tampillah sebagai anak muda. Cukur rambut yang bagus, cukur kumis yang rapi janggut dirapikan. Rapi, supaya kita kelihatan ada optimisms. Belajarlah sedikit latihan menatap supaya sorotan mata kita kuat, perlu sedikit latihan menatap. Misalnya di pagi hari atau sore hari menjelang matahari terbenam, antum tatap matahari dan tidak berkedip matanya. Kalau bisa antum bertahan 1 menit itu bagus. Latihan saja sendiri. Di dalam kamar ambil lilin, matikan lampu, antum tatap itu lilin dan matanya tidak berkedip dan tidak berair. Nanti kaiau sudah terbiasa pandangan matanya kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, kalau olahraga teratur, sirkulasi udara bagus, pikiran jadi segar, tsaqafah kita bertambah mulai memakai pakaian yang cerah-cerah. Makanya Rasulullah itu senangnya memakai baju putih. Jangan pakai yang gelap-gelap atau warna yang tidak menunjukan semangat hidup. Jangan juga berpenampilan seperti orang tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekadar untuk menunjukkan kita ini kelompok orang-orang shaleh kita pakai baju taqwa. Itu pakaian orang Cina. Pakailah baju yang segar agar dapat menunjukkan bahwa kita ada semangat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun Anda sudah berumur pun tetap pakai pakaian yang muda, jangan berpenampilan tua. Artinya kita harus merendahkan diri sebab uban tanpa diundang dia akan datang. Tapi, tidak perlu menua-nuakan diri dengan sekadar tampil kelihatan dewasa, tua, bijak. Tampillah sebagai anak muda yang gesit dan optimis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, bergaullah dengan orang-orang kaya, perbanyak teman-teman antum dan kalangan tersebut. Ini tidak bertentangan dengan hadits yang mengatakan dalam bab rezeki lihatlah kepada yang dibawah dan jangan lihat kepada yang di atas. Antum tidak sedang tamak ke hartanya, tetapi antum sedang belajar kepada mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dahulu saya suka ceramah di kalangan orang-orang kaya. Waktu saya ceramah di rumahnya Abu Rizal Bakrie yang saat itu sedang berduit-duitnya, saya duduk dalam satu karpet. Ketika krismon pada waktu itu, sekretarisnya bilang pada waktu itu, “tahu tidak berapa harga karpet ini?”. Saya bilang tidak tahu, saya pikir sejadah biasa. Dia bilang karpet ini harganya 100 ribu dollar. Karpet kecil harganya 1,6 M.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu saya selesai ceramah dikasih amplop, amplopnya tipis. Saya bilang sama sekretarisnya. Ini amplop kembalikan kepada dia. Bilang sama beliau saya cuma ingin berkawan dengan dia. Dia belajar agama sama saya, saya belajar dunia sama dia. Kalau saya terima ini, nanti saya dianggap ustadz dan dia tidak dengar kata-kata saya. Saya mau bersahabat dengan dia. Jangan kasih saya amplop lain kali. Supaya kita bergaul. Setiap kali saya datang ke kelompok yang pengusaha kaya itu saya selalu menolak. Saya tidak terima ini saya ingin bergaul dengan bapak, saya ingin jadi teman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah dari situ saya banyak teman dari kelompok orang-orang kaya. Dan kalau datang kita belajar, saya bertanya sama mereka kenapa begini, bagaimana caranya, bertanya kita belajar. Memang di jurusan saya, dia belajar dari saya. Kalau ada yang perlu didoakan panggil saya, bisa. Tapi kan saya tidak punya ilmu bikin duit sebelumnya, saya perlu belajar dari orang yang ahli. Jadi dalam bab itu saya murid, dalam bab saya dia murid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan karena kita sering ceramah terus semua orang kita anggap murid dalam segala aspek. Saya bergaul dengan orang-orang kaya dan saya belajar dengan mereka. Saya belajar bagaimana caranya bikin duit. Bagaimana caranya bikin perusahaan sama-sama dan saya tidak malu. Bergaul dengan mereka itu dari sekarang. Jangan tamak pada hartanya tetapi ambil ilmunya. Jangan minder bergaul dengan orang kaya seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awal lahirnya reformasi, setelah kalah dalam pemilu 1999, kita Poros Tengah kumpul di rumahnya Fuad Bawazir. Semua orang diam, ada Amin Rais, Yusril, semuanya diam karena main. Karenanya kita semuanya kalah, tadinya sombong semua. Pak Amin Rais mengatakan sebelum pemilu, “Nanti Golkar kita lipat-lipat, kita tekuk-tekuk, kita kuburkan di masa lalu.” Tidak tahunya Golkar masih di nomor 2. Partainya Pak Amin rendah perolehan suaranya. Suara umat Islam rendah. Jadi, berkumpulah orang-orang kalah ini selama 2 hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu itu Pak Amin sedang dikejar-kejar terus oleh Dubes Amerika untuk membuat pernyataan bahwa pemenang pemilu legislatif yang paling layak jadi Presiden tapi Pak Amin menghindar. Jadi saya datang ke rumah Pak Fuad Bawazier, saya bilang Pak Fuad, saya ini bukang orang politik, saya ini ustadz. Yang saya pelajari dalam syariat kita ini kalau kita sedang kalah seperti ini jalan keluarnya adalah i’tikaf. Kita belajar banyak istighfar, tilawah dan seterusnya. Jauhi dulu wartawan, mungkin dosa-dosa kita banyak sehingga kita kalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia bilang bener juga ya. “Cuma kalau kita i’tikaf di Indonesia tetap saja diketahui wartawan. Kalau begitu kita umrah, Antum ikut ya dari PKS umrah”. 4 orang dari PAN, dari PKS sekitar 3 orang. 4 orang ini naik bisnis first class, sedang kita dikasih ekonomi. Yang beli tiket dia soalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mau diprotes bagaimana. Kita cuma dihargai begini. Terima apa adanya dahulu. Tapi waktu itu kita dengan lugu datang menghadap Pak Fuad. Saya bilang Pak Fuad berapa harga tiket First Class. Dia bilang pokoknya 2 kali lipat dari harga ekonomi. Jadi kalau tiket ekonomi pada waktu itu 1000 dollar harga first class itu sekitar 2000 dollar. Kenapa kita tidak sama-sama di kelas ekonomi saja dan selisihnya kita infaqkan untuk orang miskin. Ini kan masyarakat kita lagi susah. Dia ketawa dia bilang “ya akhi, nanti ini ana infaq lagi. Insya Allah untuk orang faqir, tapi ana tolong dong di first class. Tidak mungkin ana turun di kelas bawah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tidak tahu apa nilai yang berkembang pada orang kaya. Kenyamanan itu adalah nilai pada mereka. Mereka menghemat energi, tenaga. Dan, angka besar pada kita itu angka kecil bagi mereka. Uang 1 milyar 2 milyar itu uang jajan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita, belum tentu punya tabungan sampai mati sejumlah itu. Itu masalah cita rasa. Cita rasa pada orang kaya itu berbeda. Ini yang kita pelajari, yang dianggap besar oleh mereka itu adalah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan begitu kita menjiplak sedikit emosinya. Karena dalam pergaulan itu, kalau kita bergaul dengan seseorang itu, kalau bukan api dia parfum. Kalau dia parfum dia menyebarkan wangi, kalau dia api menyebarkan panas. Orang jahat itu api. Kalau antum dekat-dekat akan menyebarkan panas. Orang baik itu parfum. Kalau antum dekat-dekat, setidak-tidaknya bau badan kita tertutupi oleh parfum tersebut. Jadi, ikut-ikut karena kita ingin perbaiki selera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, antum kalau punya waktu-waktu kosong jalang-jalanlah ke mall. Lihat-lihat orang kaya, tidak usah belanja, liha-lihat saja dulu, memperbaiki selera. Datang ke showroom mobil, datang ke pameran mobil. Lihat-lihat, pegang-pegang. Rajinlah berdo’a.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bergaullah dengan orang kaya. Selain itu, rajinlah berinfaq walaupun kita miskin. Gunanya apa? Supaya antum tetap mengganggap uang itu kecil dan supaya tidak ada angka besar dalam fikiran kita. Misalnya kita punya tabungan 10 juta, infaqkan. Supaya antum meneguhkan, mesti ada yang lebih besar dari ini. Jadi angka itu terus bertambah di kepala kita, walaupun dalam kenyataannya belum. Tetapi dengan berinfaq seperti itu, kita memperbaiki cita rasa kita tentang angka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan sekadar dapat pahala tetapi efek tarbawinya bagi kita akan bertambah terus. Kita belum pernah merasakan bagaimana menginfaqkan mobil sekali waktu kita berusaha untuk menginfaqkan mobil. Begitu antum punya uang sedikit, terus berinfaq. Terus seperti itu kita latih sambil menjaga jarak. Kita membuat sirkulasi jadi bagus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima adalah mulailah melakukan bisnis real. Terjun ke dalam bisnis secara langsung. Karena Rasulullah SAW mengatakan 9 per 10 rezeki itu ada dalam perdagangan. Saya juga ingin menasehati ikhwah-ikhwah yang sudah jadi anggota DPR dan DPRD, jangan mengandalkan mata pencaharian dari gaji DPR dan DPRD. Itu bahaya. Sebab belum tentu kader-kader di Riau ini nanti masih menginginkan Pak Khairul untuk periode selanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum tentu juga jama’ah menunjuk kita lagi sebagai anggota dewan padahal gaya hidup sudah berubah. Anak-anak kita kalau kenalan dengan orang, bapak saya anggota dewan padahal itu hanya sirkulasi. Jadi setiap kali kita mendapatkan pendapatan dari gaji karena pekerjaan seperti ini, kita-harus hati-hati itu bahaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi pendapatan paling bagus itu tetap dari bisnis. Oleh karena itu, mulai sekarang itu belajarlah terjun ke dunia bisnis. Jatuh bangun waktu bisnis tidak ada masalah, terus saja belajar. Tidak ada juga orang langsung jadi kaya. Yang antum perlu terus berbisnis. Begitu juga dengan para ustadz, teruslah bisnis. Begitu juga dengan seluruh pengurus DPW-DPD dan seterusnya. Teruslah berbisnis. Lakukan bisnis sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesibuk-sibuknya kita, kita perlu mempunyai bisnis sendiri sekecil-kecilnya. Tidak boleh tidak. Itulah sumber rezeki yang sebenarnya. Kalau antum mau kaya sumbernya adalah dagang. Rezeki itu datangnya dari 20 pintu, 19 pintu datangnya dari pedagang dan hanya 1 pintu untuk yang bekerja dengan keterampilan tangannya, yaitu para professional. Misalnya akuntan itu kan professional, pekerja pintar, tapi kalau sumber rezekinya satu makanya uangnya terbatas. DPR juga begitu sumbernya satu, yakni gaji bulanan, itu hanya 5 tahun. Itu pun kalau tidak di PAW sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi kalau saya ketemu dengan ikhwah dari dewan, hari-hati jangan sampai mengandalkan mata pencaharian dari situ. Selain itu potongan dari DPP, DPW, DPD juga besar. Untuk ma’isyah sendiri kita harus cari di sumber lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu kita terjun ke bisnis, kita pasti gagal. Gagal pertama, gagal kedua, gagal ketiga, gagal keempat tapi teruslah jangan pernah putus asa. Saya punya partner bisnis. Dia mulai bisnis umur 16 tahun, semua jenis pekerjaan sudah dia lakukan. Pada suatu waktu dia mempunyai 38 perusahaan tapi dari 38 perusahaan ini hanya 6 yang menghasilkan uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita lihat berapa ruginya. Jadi seringkali kita salah pandang terhadap orang kaya. Kita pikir tangannya tangan dingin semua yang disentuh jadi uang. Ternyata tidak juga. Jadi hal-hal seperti itu harus kita hadapi secara wajar jangan shock kalau rugi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan berfikir dengan berdagang antum akan cepat jadi kaya. Yang menentukan antum cepat berhasil dalam dagang itu adalah secepat apa antum belajar. Cara belajar itu ada dua: baca buku atau sekolah atau bergaul dengan orang-orang sukses. Nanti, kalau sudah baca buku sudah bergaul dengan orang sukses, masih gagal juga. Teruslah berdagang. Teruslah bergaul. Teruslah seperti itu karena setiap orang tidak tahu kapan saatnya dia ketemu dengan momentum lompatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2900871439308715549-2603675065905592721?l=superthon.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://superthon.blogspot.com/feeds/2603675065905592721/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://superthon.blogspot.com/2010/03/ust-anis-matta-bicara-soal-uang.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2900871439308715549/posts/default/2603675065905592721'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2900871439308715549/posts/default/2603675065905592721'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://superthon.blogspot.com/2010/03/ust-anis-matta-bicara-soal-uang.html' title='Ust. Anis Matta Bicara Soal Uang'/><author><name>pahlawan langit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08401491290773155299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_N0bvypQBYQ0/Sz6sm0P-S4I/AAAAAAAAADQ/JLEn1AyrzZQ/S220/latihan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_N0bvypQBYQ0/S5C_965gKzI/AAAAAAAAAGA/NeSHASk2j48/s72-c/anis+matta.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2900871439308715549.post-7124383575459295015</id><published>2010-03-04T23:59:00.000-08:00</published><updated>2010-03-05T00:03:46.354-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='financial'/><title type='text'>Kekuatan Finansial (Quwwatul Maal), Bagian ke-6</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_N0bvypQBYQ0/S5C61v_2RAI/AAAAAAAAAF4/9NwC1FY_Ej0/s1600-h/dunia+dalam+gemgaman.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 105px; height: 118px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_N0bvypQBYQ0/S5C61v_2RAI/AAAAAAAAAF4/9NwC1FY_Ej0/s400/dunia+dalam+gemgaman.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5445057382071026690" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Profil Hartawan Muslim Generasi Islam Pertama&lt;br /&gt;dakwatuna.com – Generasi Islam pertama yang dibina Rasulullah SAW adalah sebaik-baik generasi Islam yang seluruh kehidupannya merupakan teladan kaum muslimin sepanjang masa. Mereka adalah generasi yang diturunkan Allah kepada umat manusia, hidup di bawah bimbingan wahyu Allah dan pendidikan Rasulullah sehingga mereka dijuluki sebagai umat terbaik yang diturunkan Allah ke muka bumi. Mereka adalah generasi-generasi agung, yang keagungannya menjadi mercusuar sepanjang zaman.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula, mereka adalah pejuang-pejuang agung yang rela mengorbankan jiwa raga dan hartanya untuk menegakkan keadilan dan kedamaian di muka bumi. Mereka adalah sebaik-baik teladan dalam perjuangan di jalan Allah. Karenanya, tidaklah sempurna pembahasan mengenai jihad dengan harta jika perjuangan mereka dalam mengorbankan hartanya di jalan Allah tidak dikemukakan. Pada bagian ini akan dikemukakan profil para pejuang di jalan Allah yang telah mengeluarkan hartanya untuk perjuangan Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Khadijah RA., Ummahatul Mu’minin Pertama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam tarikhnya, Ibnu Atsir menulis, “Siti Khadijah adalah seorang niagawati yang mempunyai kedudukan terhormat dan memiliki harta kekayaan besar. Dalam mengelola perniagaannya, ia mempekerjakan kaum pria untuk menjualkan barang-barang dagangannya dengan menerima sebagian dari keuntungan yang didapatnya. (”3) (Lihat Muhammad al-Ghazali, Fiqhus Sunnah, hlm. 132)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Niagawati kaya raya ini lalu menikah dengan seorang pemuda calon pemimpin besar umat manusia, Muhammad al-amin. Allah telah memilih pendamping yang sangat tepat bagi misi-misi besar yang diembannya kelak, seorang wanita terhormat, kaya raya, cerdas, tegas, bijaksana, dan rela mengorbankan hartanya untuk mendukung perjuangan suaminya tercinta. Khadijah RA adalah profil hartawan muslimah agung yang pengorbanannya sangat sulit dilukiskan dengan kata-kata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika suami tercintanya menjauhi dunia untuk ber-tahannuts, mencari kebenaran hakiki di kesunyian Gua Hira, dengan penuh pengorbanan, disiapkannya seluruh kemampuan yang dimilikinya. Seluruh harta benda miliknya dikorbankan kepada perjuangan suci suaminya untuk membebaskan umat manusia dari kesesatan dan kejahiliyahan. la tidak pernah mengeluh dan menghitung-hitung berapa besar yang dikeluarkannya untuk perjuangan suaminya ketika wahyu telah turun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khadijah RA, bangsawan kaya raya yang telah mengorbankan seluruh miliknya untuk perjuangan menegakkan risalah Islam yang diemban suaminya tercinta, Muhammad Rasulullah. Dengan pengorbanannya, ia rela hidup menderita, senantiasa kekurangan, meninggalkan kemewahan duniawi, menjadi miskin demi menegakkan keyakinannya; sampai ia wafat di tengah-tengah kemiskinan dan kekurangan suami dan para pengikut setianya. Sesungguhnya, pantaslah Rasulullah mencintai orang yang telah mengorbankan segala-galanya untuk kejayaan Islam seperti Khadijah, istrinya tercinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiada kata-kata yang lebih indah untuk melukiskan pengorbanan sucinya kecuali kata-kata sang kekasihnya, Muhammad Rasulullah, orang yang langsung merasakannya, “Demi Allah, tiada ganti yang lebih baik darinya, yang beriman kepadaku di saat semua orang ingkar, yang membenarkanku ketika semua mendustakanku, yang mengorbankan hartanya di saat semua berusaha menahannya, dan… darinyalah aku mendapatkan keturunan….”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbahagialah Khadijah RA., seorang hartawan muslimah yang telah hidup bersama Islam dan menghidupkan Islam dengan apa yang dimilikinya dan rela meninggal di tengah-tengah keislamannya dalam mendukung perjuangan suci suaminya. Pantaslah ia mendapatkan kedudukan terhormat di mata Rasul-Nya dengan pengorbanan yang telah diberikannya sehingga menimbulkan kecemburuan istri-istrinya yang lain, walaupun Khadijah telah wafat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Abu Bakar ash-Shiddiq dan Umar ibnul-Khaththab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Bakar ash-Shiddiq adalah salah seorang bangsawan dan hartawan Quraisy yang mengikuti Rasulullah di awal dakwah Islam. Dengan kekayaan yang dimilikinya, Abu Bakar telah banyak berbuat untuk menjayakan perjuangan Islam, membantu saudara-saudara seimannya yang lemah, membebaskan mereka dari perbudakan dan kesulitan-kesulitan ekonomi lainnya. Kedermawanan Abu Bakar tidak dapat ditandingi oleh para sahabat lainnya karena ia telah mengorbankan seluruh harta bendanya untuk perjuangan Islam. Dalam sebuah riwayat disebutkan sebagai berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umar ibnul-Khaththab RA., berkata, “Rasulullah menyuruh kami supaya bersedekah. Kebetulan ketika itu, aku mempunyai harta. maka kataku dalam hati, ‘Sekarang, aku dapat mengungguli Abu Bakar sekalipun aku tidak pernah mengunggulinya.’ Aku pun datang membawa separo hartaku. Rasulullah bertanya, ‘Berapa engkau tinggalkan untuk keluargamu?’ ‘Sebanyak itu pula,’ jawabku. Datanglah Abu Bakar membawa seluruh hartanya dan Rasulullah bertanya kepadanya, ‘Berapa engkau tinggalkan untuk keluargamu?’Jawabnya, ‘Aku tinggalkan buat mereka Allah dan Rasul-Nya.’ Aku (Umar) berkata, ‘Aku tidak akan dapat mengungguli Anda buat selama-lamanya.” (HR Abu Dawud dan Tirmidzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedermawanan mereka berdua, Abu Bakar dan Umar, tidak perlu dikomentari panjang lebar lagi. Riwayat tersebut telah menggambarkannya dengan indah dan tuntas. Mereka tidak pernah menahan harta bendanya jika; hal itu untuk kepentingan Islam dan perjuangannya; mereka selalu berlomba- lomba untuk mengeluarkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Utsman bin Affan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Perang Tabuk (perang terbesar ketika itu antara kaum muslimin dan tentara Romawi pada bulan Rajab tahun 9 H) diperintahkan oleh Rasulullah pada musim panas yang terik, perjalanan yang ditempuh amat jauh dan jumlah musuh sangat besar. Demikian pula perlengkapan yang dipersiapkan harus memadai. Rasulullah lalu menganjurkan kepada para sahabat untuk mengeluarkan sumbangan menurut kemampuan masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para sahabat berlomba-lomba mengeluarkan infak, demikian juga kaum wanita berlomba mengeluarkan barang perhiasannya dan menyerahkannya kepada Rasulullah guna membantu persiapan angkatan perang, namun sumbangan itu tidak seberapa banyak dan belum mencukupi persiapan guna menghadapi tentara Romawi yang demikian besar dan tangguh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Rasulullah memandang pasukan yang besar dan panjang dari para sahabat, beliau bersabda, “Barangsiapa yang dapat membiayai mereka. Allah akan mengampuninya.” Mendengar jaminan ampunan Allah itu, tampillah Utsman dari arah yang tidak diduga dari dalam barisan panjang itu, menyanggupkan diri untuk membiayai seluruh keperluan pasukan perang yang terkenal dengan nama Jaisul Usrah ‘pasukan di waktu susah’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkata Ibnu Syihab az-Zuhri sehubungan dengan infak Utsman bin Affan itu, “Utsman telah menyerahkan kepada Jaisul Usrah dalam Perang Tabuk sejumlah 940 ekor unta ditambah dengan 60 ekor kuda untuk membulatkan jumlah menjadi seribu ekor.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkata Hudzaifah al-Yamani, “Utsman datang kepada Rasulullah saw. dengan membawa uang untuk Jaisul Usrah dengan dicurahkan di atas telapak tangannya. Rasulullah pun membolak-balikkan uang itu dengan tangannya seraya bersabda, ‘Allah telah mengampuni dosa-dosamu, yang kamu wahai Utsman, baik yang kamu sembunyikan maupun nyatakan, begitupun apa yang akan terjadi nanti sampai kiamat”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Rasulullah dan para sahabatnya baru berhijrah ke Madinah, mereka langsung mendapat ujian dari Allah dengan menghadapi kesulitan air, sehingga ada di antara para sahabat yang berkata, “Kami tidak tahan tinggal di tempat ini,” sambil menunjuk tempat yang banyak airnya milik orang Yahudi, sebuah mata air tawar yang suka dijualya dengan satu gantang gandum untuk setimba air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah sangat mengharapkan kiranya di antara sahabat ada yang bersedia membeli telaga itu sehingga air dapat dialirkan kepada kaum muslimin tanpa memungut bayaran. Tampillah sekali lagi Utsman bin Affan untuk memenuhi harapan Rasulullah itu dan membeli separo dari telaga itu dengan harga 12.000 dirham. Cara pemanfaatannya dengan bergiliran, satu hari Yahudi dan satu hari untuk kaum muslimin. Karena orang Yahudi itu mengharapkan pendapatan yang lebih banyak, ia menawarkan kepada Utsman bin Affan untuk membeli yang sebagian lagi, lalu dibelilah seluruhnya, sehingga melimpahruahlah air itu untuk kaum muslimin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Abdurrahman bin Auf&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Anas RA. bahwa ketika Aisyah di rumahnya tiba-tiba terdengar suara getaran dan hiruk pikuk di luar rumah. Aisyah bertanya, “Suara apakah itu?’ Dijawab oleh seseorang, “Itu suara kafilah Abdurrahman bin Auf yang baru tiba dari Syam membawa barang dagangannya kira-kira tujuh ratus unta, yang menimbulkan suara demikian.” Aisyah berkata, “Aku telah mendengar Rasulullah bersabda, ‘Saya telah melihat Abdurrahman bin Auf masuk ke dalam surga dengan merangkak.”’ Keterangan ini sampai kepada Abdurrahman bin Auf, lalu ia berkata, “Jika dapat, aku akan usahakan untuk masuk sambil berdiri.” Semua unta dengan muatannya lalu diinfakkan di jalan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Ummahatul Mukminin Aisyah RA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan bahwa pada suatu hari, Abdullah bin Zubair mengirim uang sebanyak 180.000 dirham kepada Aisyah RA., sedangkan ketika itu ia tengah berpuasa. Uang itu lalu dibagi-bagikan hingga petang dan tidak tersisa. Ketika sudah petang, Aisyah berkata kepada hambanya, “Sediakan untuk berbuka puasa.” Disediakanlah roti dan minyak zaitun oleh hambanya sambil berkata, “Apakah engkau tidak dapat membeli daging dari uang yang dibagi-bagikan itu walau hanya sedirham?” Aisyah RA. menjawab, “Sudahlah, jangan marah padaku. Sekiranya engkau mengingatkan, tentu aku dapat mengerjakan itu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Sa’ad Ibn Ar-Rabi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Bukhari meriwayatkan sebagai berikut. Setibanya kaum Muhajirin di Madinah, Rasulullah saw. segera mempersaudarakan Abdurrahman bin Auf dengan Sa’ad ibnur-Rabi.’ Ketika itu, kepada Abdurrahman, Sa’ad berkata, “Aku termasuk orang Anshar yang mempunyai banyak harta kekayaan dan kekayaan itu akan kubagi dua, separo untuk Anda dan separo untukku. Aku juga mempunyai dua istri. Lihatlah mana yang Anda pandang baik bagi Anda sebutkan namanya, ia akan segera kucerai dan sehabis masa iddahnya, Anda kupersilakan menikahinya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdurrahman menjawab, “Semoga Allah memberkahi keluarga dan kekayaan Anda. Tunjukkanlah kepadaku di manakah pasar kota kalian.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah sedikit dari beberapa contoh agung para pejuang di jalan Allah yang telah mengorbankan harta bendanya untuk menegakkan Islam di muka bumi. Seluruh generasi Islam pertama adalah para pejuang sejati yang telah mengorbankan jiwa dan hartanya untuk perjuangan di jalan Allah. Dada mereka yang telah dipenuhi oleh keimanan dan keislaman, tidak akan ragu mengorbankan apa saja untuk kepentingan agamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjuangan agung mereka tidak mungkin dapat diuraikan satu per satu, namun perjuangan mereka pada hakikatnya adalah perjuangan suci yang dilandasi keimanan mereka kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka sangat yakin bahwa semua pengorbanan yang diberikan akan dibalas dengan surga dan segala kenikmatannya. Untuk mendapat kenikmatan akhirat inilah, mereka berlomba-lomba mengeluarkan hartanya di jalan Allah. Pengorbanan mereka yang agung dan mulia telah menjadikan Islam sebagai agama yang menyelamatkan dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka yang memiliki harta benda dan mengaku sebagai orang yang beriman, tidak akan menumpuk harta bendanya secara berlebih-lebihan sebagaimana yang telah dicontohkan generasi Islam pertama, karena mereka mengetahui bahwa dunia ini adalah ladang untuk menanam amal saleh agar dapat dipanen kelak di akhirat. Mereka yang telah diberi kelebihan harta oleh Allah, namun dipergunakan untuk kepuasan duniawi dan tidak dibelanjakan di jalan Allah, bukanlah termasuk orang-orang yang dirahmati Allah kelak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi seperti saat ini, di mana musuh-musuh Islam telah menggalang dana besar untuk menghancurkan Islam dan kaum muslimin, sedangkan para pejuang di jalan Allah sangat kesusahan mendapatkan dana perjuangan mereka. Pada saat seperti ini, pengorbanan mengeluarkan harta di jalan Allah akan mendapatkan ganjaran yang sangat besar dan orang-orang yang tidak mengeluarkannya akan mendapat kemurkaan dan bencana besar. []&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;– Tamat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2900871439308715549-7124383575459295015?l=superthon.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://superthon.blogspot.com/feeds/7124383575459295015/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://superthon.blogspot.com/2010/03/kekuatan-finansial-quwwatul-maal-bagian_35.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2900871439308715549/posts/default/7124383575459295015'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2900871439308715549/posts/default/7124383575459295015'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://superthon.blogspot.com/2010/03/kekuatan-finansial-quwwatul-maal-bagian_35.html' title='Kekuatan Finansial (Quwwatul Maal), Bagian ke-6'/><author><name>pahlawan langit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08401491290773155299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_N0bvypQBYQ0/Sz6sm0P-S4I/AAAAAAAAADQ/JLEn1AyrzZQ/S220/latihan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_N0bvypQBYQ0/S5C61v_2RAI/AAAAAAAAAF4/9NwC1FY_Ej0/s72-c/dunia+dalam+gemgaman.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2900871439308715549.post-6190857497444800919</id><published>2010-03-04T23:56:00.000-08:00</published><updated>2010-03-04T23:58:48.729-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='financial'/><title type='text'>Kekuatan Finansial (Quwwatul Maal), Bagian ke-5</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_N0bvypQBYQ0/S5C5n3osrNI/AAAAAAAAAFw/UnVFpOt894w/s1600-h/grafik-meningkat.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 250px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_N0bvypQBYQ0/S5C5n3osrNI/AAAAAAAAAFw/UnVFpOt894w/s400/grafik-meningkat.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5445056044091616466" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Distribusi Infaq Fii Sabilillah (Pengaturan Sumber Dana)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dakwatuna.com – Kebanyakan kaum muslimin ataupun gerakan-gerakan Islam dewasa ini kurang memperhatikan pengaturan dana yang kontinyu dalam menjalankan aktivitas perjuangannya. Jika ada, itu pun hanya kerja sambilan yang kurang diperhatikan. Mereka hanya mengharapkan sumbangan dari donaturnya, baik sebagai anggota maupun simpatisan. Mereka kurang mengembangkan potensi perekonomian Islam dan kaum muslimin untuk melancarkan sumber dana, yang mana ini pun merupakan salah bentuk jihad yang harus dilaksanakan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pada saat kaum muslimin belum memiliki negara yang dapat menjamin dana perjuangan dan langkanya para hartawan muslim yang seharusnya menjadi donatur bagi perjuangan Islam, mereka yang kaya telah terjangkiti penyakit kikir sehingga tidak mau mengeluarkan hartanya di jalan Allah. Di samping itu, ada pula hartawan muslim yang berkeinginan mengeluarkan hartanya membantu perjuangan Islam, namun dihantui ketakutan penangkapan dan penyiksaan dari penguasa-penguasa zhalim vang anti-Islam. Masih banyak lagi faktor yang menahan hartawan muslim mengeluarkan hartanya di jalan Allah. Hal ini jelas akan menyusahkan perjuangan Islam karena kekurangan dana. Banyak program pokok dalam perjuangan terbengkalai akibat ketiadaan dana. Bagaimanapun, dana sangat penting bagi keberhasilan misi perjuangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, musuh-musuh Islam, pasukan-pasukan thagut, terus melancarkan operasi penghancuran dan penghapusan Islam dengan berbagai fasilitas dan tunjangan dana besar dari para donaturnya yang memiliki jaringan internasional. Apakah karena ketiadaan dana ini menyebabkan pejuang-pejuang fi sabilillah mundur dari perjuangannya dan membiarkan pengikut-pengikut iblis yang dilaknat Allah itu menyesatkan manusia. Apakah ketiadaan dana ini mendorong mereka mengemis pada musuh-musuh Islam untuk memberikan dana bagi perjuangannya dengan syarat mereka harus melacurkan aqidahnya, atau hanya pasrah saja menunggu dana dari donatur; jika dana sudah tersedia, baru menjalankan aktivitas perjuangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua ini adalah pekerjaan orang-orang frustasi, orang-orang yang kalah mentalnya dalam berinteraksi dengan kejahiliyahan. Inilah sifat tercela yang harus dijauhi pejuang-pejuang fi sabilillah. Kita yakin dengan seyakin-yakinnya bahwa Allah Yang Maha Kaya dan Maha Kuasa pasti akan mendatangkan bantuan-Nya, namun apakah bantuan itu akan datang dengan sendirinya tanpa ikhtiar sungguh-sungguh dari pejuang-pejuang suci ini. Bukankah Allah memerintahkan kepada hamba-hamba-Nya untuk berusaha semaksimal kemampuannya untuk menegakkan din-Nya, kemudian dengan usaha sungguh-sungguh itulah Allah mendatangkan bantuannya, sebagaimana disebutkan Al-Qur’an,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا إِنْ تَنْصُرُوا اللَّهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.” (QS. Muhammad: 7)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, Allah hanya akan menolong hamba-hamba-Nya yang sudah berikhtiar dengan seluruh kemampuannya, bukan orang-orang yang patah semangat kemudian tidak berbuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menanggulangi kekurangan dana dalam perjuangan, saat ini diperlukan usaha-usaha perekonomian yang dapat menghasilkan dana, baik dalam usaha perdagangan, pabrik, jasa, maupun usaha-usaha halal lainnya. Tentu, usaha ini dikelola sesuai dengan perkembangan sistem perekonomian modern yang sesuai dengan Islam, dilaksanakan oleh orang-orang yang amanah dan bertanggung jawab, memiliki komitmen yang kuat terhadap perjuangan Islam dan profesional di bidangnya, di bawah kontrol lembaga perjuangan Islam, baik secara langsung jika hal ini memungkinkan maupun tersembunyi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangat bijak jika pergerakan Islam melaksanakan usahanya secara sembunyi (rahasia), terutama di negara-negara yang penguasanya anti-Islam, tidak terang-terangan secara langsung mengatasnamakan lembaga perjuangannya dalam aktivitas perekonomian, misalnya atas nama pribadi yang dibiayai dan dikontrol lembaga. Cara semacam ini menjaga kemungkinan musuh-musuh Islam yang ingin menghancurkan perjuangan dari sumber kekuatan ekonomi karena mereka senantiasa berusaha untuk itu dengan menghalalkan segala cara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usaha-usaha perekonomian itu harus dilakukan dengan menjalankan sistem perekonomian Islam. Baik berupa syirkah, mudharabah, murabahah, qiradh, dan sejenisnya yang tidak terkontaminasi sistem ekonomi non-Islam. Misalnya, beberapa anggota pergerakan yang memiliki kelebihan harta mengumpulkan modal untuk dijalankan. Kemudian dari keuntungan usaha tersebut disisihkan bagian untuk dana perjuangan. Atau seseorang/beberapa orang yang memiliki modal dan yang lainnya mendirikan usaha. Keuntungan dari usaha itu dibagi antara pemberi modal dan yang menjalankannya kemudian disisihkan bagian untuk perjuangan Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau sebuah pergerakan Islam yang memiliki dana cukup, kemudian membuka usaha sebagai bagian dari aktivitasnya sebagai sumber dana perjuangan; dan lain-lain bentuk perekonomian yang tidak bertentangan dengan syariat Islam dan dijalankan dengan manajemen modern dan profesional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan usaha-usaha pengaturan dana melalui perekonomian ini, para pejuang fi sabilillah tidak perlu bersusah payah mengemis pada orang-orang kikir ataupun musuh-musuhnya dan tidak perlu terlalu mengharapkan bantuan yang belum pasti datangnya. Dengan usaha yang bersungguh-sungguh dan mengikuti petunjuk Allah dan Rasul-Nya, rahmat dan pertolongan Allah akan senantiasa datang kepada pejuang di jalan Allah. Selain itu, dapat dilihat keberhasilan yang telah diperoleh pejuang-pejuang di jalan Allah yang menaruh perhatian besar terhadap pengaturan sumber dana ini, bahkan menjadikannya sebagai bagian dari perjuangan yang mesti digarap, tidak kalah pentingnya dengan jihad lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh, Imam Syahid Hasan al-Banna sangat menaruh perhatian pada aspek perekonomian ini. Gerakannya mampu mengorganisasi usaha-usaha perekonomian, bahkan pabrik-pabrik besar, sebagai sumber dana perjuangannya. Usahanya itu dikelola oleh jamaah secara profesional. Demikian pula halnya dengan gerakan ekonomi yang dikelola gerakan al-Arqam, yang berpusat di Malaysia, dengan pabrik-pabrik dan usaha perdagangan yang cukup maju serta dikelola secara profesional oleh pribadi-pribadi berdedikasi tinggi. Dengan usahanya itu, gerakan Arqam mampu berkembang ke beberapa negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berapa banyak gerakan Islam yang gulung tikar ataupun susah berkembang karena kurang memperhatikan pengaturan sumber dana secara profesional, tidak menggarap sektor perekonomian sebagaimana menggarap bagian-bagian perjuangan lainnya, sedangkan ekonomi adalah kunci dari keberhasilan perjuangan secara menyeluruh. Kini, sudah saatnya lembaga-lembaga perjuangan Islam, bahkan merupakan tuntutan yang mesti dilakukan, untuk memiliki lembaga khusus yang bergerak dalam bidang ekonomi dalam rangka menunjang dana perjuangan dengan mengikuti kaidah-kaidah perekonomian modern yang sesuai dengan Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk membahas persoalan ini secara rinci diperlukan keterlibatan para pakar ekonomi dan bisnis serta manajemen yang komitmen terhadap perjuangan Islam dalam rangka menuju kejayaan Islam dan umatnya. Di antara seruan Allah SWT dalam memobilisasi kaum Muslimin untuk berjihad di jalan-Nya adalah dalam Surat At-Taubah ayat 41:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;انْفِرُوا خِفَافًا وَثِقَالًا وَجَاهِدُوا بِأَمْوَالِكُمْ وَأَنْفُسِكُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berangkatlah kamu baik dalam keadaan merasa ringan ataupun merasa berat, dan berjihadlah dengan harta dan dirimu di jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” (QS. At-Taubah: 41)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Infaq di jalan Allah menjadi sebuah keharusan yang tidak boleh ditinggalkan dalam jihad fii sabilillah, baik dalam keadaan lapang maupun dalam keadaan sempit. Dalam ayat tersebut secara gamblang disebutkan bahwa berjihadlah dengan harta dan jiwamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para sahabat radhiyallahu ‘anhum berlomba-lomba menginfaqkan harta mereka setiap kali seruan infaq datang kepada mereka. Abu Bakar menginfaqkan seluruh hartanya kepada Rasulullah, Umar menginfaqkan separuh hartanya kepada Rasulullah, Utsman bin Affan pernah menginfaqkan seribu ekor unta berikut isinya. Pantaslah para muassis dakwah pada zaman sekarang ini pun mengandalkan penggalangan dana dari infaq para pendukungnya dengan slogan shunduuqunaa juyuubuna. Tidak mengandalkan kepada uluran tangan dan belas kasihan orang lain. Asy-Syahid Hasan Al-Banna pernah menolak pemberian dari kerajaan Inggris untuk aktivitas dakwah beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa kita diharuskan berjihad dengan harta kita? Hal itu disebabkan karena kebatilan pun untuk bisa eksis, didukung oleh para pendukung kebatilan (orang-orang kafir) yang berani mengeluarkan biaya besar. Allah berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ لِيَصُدُّوا عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ فَسَيُنْفِقُونَهَا ثُمَّ تَكُونُ عَلَيْهِمْ حَسْرَةً ثُمَّ يُغْلَبُونَ وَالَّذِينَ كَفَرُوا إِلَى جَهَنَّمَ يُحْشَرُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya orang-orang yang kafir itu, menafkahkan harta mereka untuk menghalangi (orang) dari jalan Allah. Mereka akan menafkahkan harta itu, kemudian menjadi sesalan bagi mereka, dan mereka akan dikalahkan. Dan ke dalam neraka Jahannamlah orang-orang yang kafir itu dikumpulkan,” (QS. Al-Anfal: 36)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, pelalaian akan infaq di jalan Allah ini akan menyebabkan surutnya kembali cahaya Islam dan tertutupinya kebenaran Islam. Tertutup oleh kegelapan kebatilan dan kezhaliman yang mengobral harta mereka untuk melawan kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatikanlah dalam penggalan sejarah ketika para sahabat berkeinginan meminta dispensasi kepada Rasulullah untuk tidak lagi berinfaq dan meninggalkan dakwah yang telah maju di Madinah untuk sekadar memetik keuntungan duniawi. Permintaan dispensasi tersebut dijawab oleh Allah dengan sebuah penegasan untuk berinfaq di jalan Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَأَنْفِقُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلَا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ وَأَحْسِنُوا إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al-Baqarah: 195)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah SWT senantiasa melapangkan rezki kepada kita dan memberikan kekuatan kepada kita untuk berinfaq di jalan Allah SWT dalam menegakkan agama Allah di muka bumi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;– Bersambung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2900871439308715549-6190857497444800919?l=superthon.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://superthon.blogspot.com/feeds/6190857497444800919/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://superthon.blogspot.com/2010/03/kekuatan-finansial-quwwatul-maal-bagian_2942.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2900871439308715549/posts/default/6190857497444800919'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2900871439308715549/posts/default/6190857497444800919'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://superthon.blogspot.com/2010/03/kekuatan-finansial-quwwatul-maal-bagian_2942.html' title='Kekuatan Finansial (Quwwatul Maal), Bagian ke-5'/><author><name>pahlawan langit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08401491290773155299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_N0bvypQBYQ0/Sz6sm0P-S4I/AAAAAAAAADQ/JLEn1AyrzZQ/S220/latihan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_N0bvypQBYQ0/S5C5n3osrNI/AAAAAAAAAFw/UnVFpOt894w/s72-c/grafik-meningkat.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2900871439308715549.post-5229331495999944636</id><published>2010-03-04T23:51:00.000-08:00</published><updated>2010-03-04T23:54:45.471-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='financial'/><title type='text'>Kekuatan Finansial (Quwwatul Maal), Bagian ke-4</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_N0bvypQBYQ0/S5C4qmqF97I/AAAAAAAAAFo/ra_xdR3Qe-w/s1600-h/harta.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 100px; height: 118px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_N0bvypQBYQ0/S5C4qmqF97I/AAAAAAAAAFo/ra_xdR3Qe-w/s400/harta.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5445054991562045362" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Jihad Harta Upaya Perimbangan Dalam Menghadapi Musuh Dakwah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;التوازن في مواجهة الاعداء&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana telah diterangkan terdahulu, jihad dengan harta merupakan jihad yang melengkapi bentuk jihad lainnya. Dengan demikian, segala bentuk jihad Islam pasti memerlukan jihad harta ini. Di sinilah peranannya yang sangat vital untuk mensukseskan misi-misi jihad lainnya. Tanpa ditunjang harta, jihad lainnya akan terhambat ataupun tidak mustahil menemui kegagalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dr. Said Hawwa dalam bukunya Jundullah menulis tentang jihad harta ini,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sebenarnya jihad dengan harta (jihad bil-mal) ini merupakan bagian vital dari jihad-jihad yang lain. Risalah dakwah tidak akan berjalan dengan sempurna tanpa adanya bantuan logistik dan dana yang kuat, lebih-lebih ketika sedang mempersiapkan kekuatan dalam rangka menghadang kekuatan musuh. Setiap gerak dakwah tidak bisa terlepas dari masalah dana, sebab dalam pelaksanaannya, dakwah memerlukan sarana dan prasarana, apalagi untuk berdakwah di zaman sekarang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jihad lisan memerlukan banyak dana guna mencetak buku, surat kabar, pamflet, majalah, dan sebagainya, sedangkan jihad pendidikan memerlukan banyak dana untuk membiayai pembentukan lembaga-lembaga pendidikan dan pengajaran representatif yang ditunjang peralatan secara memadai serta tenaga-tenaga pendidik yang profesional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jihad fisik dengan berbagai macamnya memerlukan banyak dana untuk pengadaan senjata, peralatan tempur yang canggih, logistik, dan biaya tunjangan untuk para syuhada. Jadi jelaslah, jihad yang tidak didukung oleh kekuatan dana yang memadai akan mengalami berbagai kegagalan. Oleh karena itu, dalam berbagai ayat Al-Qur’an, Allah SWT mengaitkan jihad dengan harta dalam suatu rangkaian kalimat”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk melaksanakan jihad dengan harta ini, seorang muslim yang telah memenuhi syarat untuk membelanjakan hartanya di jalan Allah, harus mengeluarkannya sebagaimana yang telah diperintahkan Islam, baik di medan dakwah, pendidikan, politik, sosial, peperangan, dan medan jihad lainnya. Berikut ini akan dinukilkan beberapa pendapat ulama tentang masalah ini, terutama yang sering dilupakan/dilalaikan kaum muslimin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sini tidak dibahas bentuk-bentuk pembelanjaan, seperti membangun masjid, madrasah, menyantuni fakir miskin, membiayai peperangan, dan hal-hal yang sudah umum diketahui masyarakat, namun beberapa hal yang kurang disentuh, bahkan sering ditelantarkan karena salah pengertian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr. Yusuf al-Qaradhawi dalam Fiqhuz-Zakah menulis tentang beberapa bentuk jihad masa kini yang harus diperhatikan, yaitu sebagai berikut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Mendirikan pusat-pusat kegiatan Islam yang representatif di negara Islam, sebagai pusat ta’lim dan tarbiyah bagi generasi muda Islam, menyampaikan/mengajarkan ajaran Islam secara sharih ‘jelas’ dan benar, membentengi aqidah dari bahaya kemusyrikan dan kekufuran, memelihara kemurnian pola pikir islami agar tidak tergelincir, serta mempersiapkan diri untuk membela Islam dan menghalau musuh-musuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Mendirikan pusat kegiatan bagi kepentingan penyiaran dakwah Islam ke luar (non muslim) di semua benua, terutama yang sedang berkecamuk dalam berbagai macam pergolakan pemikiran dan ideologi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Mendirikan unit usaha di bidang percetakan, baik berupa surat kabar, majalah tabloid, maupun brosur-brosur, untuk menangkis berita-berita dari luar yang merusak dan memutarbalikkan fakta kebenaran Islam, membuka tabir kebohongan musuh-musuh Islam, serta menjelaskan Islam yang sebenarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Termasuk di dalamnya adalah penyebaran buku-buku Islam dari penulis-penulis Islam yang bersih, yang mampu menyebarkan ide/pikiran Islam dan membangkitkan semangat umat Islam, yang mampu mengungkap mutiara-mutiara Islam yang selama ini tertutupi oleh derasnya buku-buku Islam karya para orientalis, islamolog-islamolog Barat dan Timur yang kafir. Untuk semua itu, diperlukan tenaga-tenaga tangguh, berdedikasi, jujur, amanah, beridealisme dan bercita-cita tinggi, ber-iltizam pada manhaj Islam, bekerja penuh perhitungan, dan ikhlas karena Allah semata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr. Said Hawwa menulis dalam bukunya Kai lam Namdhi Baidan an Ihtiyajat al-Ashr,&lt;br /&gt;“Sebagai konklusi dari banyak ukuran syariat, saya berpendapat bahwa sekarang ini dibenarkan memberikan zakat kepada lima kelompok dengan tetap menjaga pelaksanaan-pelaksanaan zakat yang lain, fatwa, dan takwa. Mereka itu adalah sebagai berikut  Gerakan-gerakan jihad Islam. Gerakan-gerakan dakwah dan para dai yang menyuruh kepada Allah; Pendidikan yang melahirkan tokoh-tokoh agama.; Pendidikan yang melahirkan cendekiawan-cendekiawan spesialis dalam bidang-bidang ilmu pengetahuan yang dibutuhkan kaum muslimin; Jamaah-jamaah Islam Internasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika masyarakat Islam memiliki universitas yang mengelola masalah-masalah ini dan memang memenuhi syarat karena di situ terdapat banyak tenaga ahli yang dapat dipercaya, di samping universitas ini melaksanakan putusan fatwa yang berwawasan luas yang mementingkan kesejahteraan warga masyarakat, maka membantu lembaga ini merupakan langkah yang paling mendekati orang yang mendekat kepada Allah menuju jalan yang hendak ditempuh.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syekh Muhammad Rasyid Ridha dalam Tafsir al-Manar menulis, “Wajib dipelihara dalam aturan lembaga infak dan zakat bahwa sabilillah tetap mempunyai hak atasnya karena mereka memiliki suatu sasaran, yaitu berbuat untuk mengembalikan hukum Islam. Tindakan ini lebih baik (lebih penting) daripada perang karena mereka memelihara hukum Islam dari serangan orang-orang kafir. Cara lain dalam berdakwah serta membela hukum Islam apabila sulit untuk mempertahankannya dengan pedang, kekuatan, dan perang, adalah dengan lisan dan tulisan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, beliau menulis, “Yang benar, sabilillah adalah kepentingan-kepentingan umum kaum muslimin yang menegakkan kepentingan agama dan negara, bukan pribadi-pribadi. Adapun proses perjalanan haji individu-individu (masyarakat) tidak termasuk dalam kategori ini karena haji hanya diwajibkan kepada orang-orang yang mampu saja; di samping itu, haji merupakan fardhu ain seperti halnya shalat dan puasa, bukan termasuk kepentingan-kepentingan dunia-kenegaraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, syiar haji dan pelaksanaan umat termasuk kategori ini sehingga bisa dibiayai dari jatah sabilillah ini guna mengamankan jalur-jalur transportasi yang akan dilalui dalam perjalanan haji, menyediakan air, makanan, dan sasaran-sasaran mudik untuk para jamaah haji kalau memang tidak ada dana lain.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya dia menulis, “Orang-orang yang berjuang fi sabilillah mencakup kepentingan-kepentingan syariat secara umum yang merupakan inti persoalan agama dan negara yang terpenting, yaitu mendahulukan persiapan perang dengan membeli senjata dan logistik untuk para pasukan, sarana-sarana angkutan, mempersiapkan para pejuang, dan sebagainya. Di antara langkah sabilillah yang terpenting di zaman ini adalah mempersiapkan dai dan mengirimkan mereka ke negara-negara kafir dengan dikelola oleh organisasi-organisasi yang manajemennya teratur rapi, yang memberikan dana yang cukup kepada mereka.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asy-Syahid Sayyid Quthb dalam Fi Zhilaalil-Qur’an menulis, “Sabilillah adalah pintu lebar yang mencakup semua kepentingan masyarakat yang ingin merealisasikan kalimat Allah. Yang paling penting di antaranya adalah mempersiapkan jihad, mempersiapkan dan melatih para sukarelawan, mengutus dai Islam, menjelaskan hukum-hukum dan syariat-syariat Islam kepada segenap manusia, mendirikan sekolah-sekolah dan universitas-universitas yang mendidik putra-putri Islam secara islami dan benar, sehingga kita tidak perlu menitipkan mereka di sekolah-sekolah pemerintah yang mengajarkan segala ilmu pengetahuan kecuali Islam, maupun sekolah-sekolah yang dikelola oleh para misionaris yang mengikis keimanan mereka sejak anak-anak padahal mereka tidak punya daya penangkal untuk menghadapi pendangkalan iman itu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah beberapa medan jihad yang perlu diperhatikan oleh kaum muslimin saat ini dalam membelanjakan hartanya di jalan Allah. Sangat perlu kita bahas, di antara yang disebutkan itu, manakah yang lebih utama (afdhal), karena Islam memerintahkan kepada pengikutnya agar mencari yang lebih utama dalam membelanjakan harta ini. Said Hawwa dalam Kai Lam Namdhi menulis. Firman Allah SWT,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;يُؤْتِي الْحِكْمَةَ مَنْ يَشَاءُ وَمَنْ يُؤْتَ الْحِكْمَةَ فَقَدْ أُوتِيَ خَيْرًا كَثِيرًا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Allah menganugerahkan al-hikmah (kepahaman yang dalam tentang Al-Qur’an dan As-Sunnah) kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan, barangsiapa yang dianugerahi al-hikmah itu, dia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak….,’ (Qs. Al-Baqarah: 269)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat di atas diturunkan dalam konteks ayat-ayat yang memerintahkan agar berinfak yang disebut dalam surah al-Baqarah, sebab ayat ini mendahului firmanNya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا أَنْفِقُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا كَسَبْتُمْ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (dijalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik….’ (Qs. Al-Baqarah: 267)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara hikmah yang paling menonjol dari konteks ayat-ayat tersebut adalah meletakkan infak-infak sesuai dengan tempatnya. Itulah fenomena hikmah yang paling tinggi karena memang akan melahirkan banyak kemaslahatan dan jasa.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kenyataannya, masih banyak hartawan muslim yang kurang jeli dalam membelanjakan hartanya di jalan Allah. Sebagai contoh, banyak hartawan Timur Tengah yang jika menginfakkan hartanya kepada negara-negara miskin, hanya mau memberikannya kepada masjid ataupun madrasah dalam pembangunan fisiknya. Walaupun sudah banyak masjid dibangun bahkan dengan megahnya, namun sedikit sekali dimanfaatkan jamaah, baik untuk shalat berjamaah maupun aktivitas-aktivitas keislaman lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua ini tentu akibat dari ketidakmengertian, kebodohan, dan kemalasan mereka. Apalah artinya masjid megah dengan segala kelengkapannya jika tidak bermanfaat membimbing manusia menuju hidayah Islam. Apakah yang terpenting, bangunan megah sebuah masjid ataukah mendidik manusia-manusia yang akan memanfaatkannya? Membangun gedung megah itukah yang lebih afdhal ataukah membiayai pendidikan ulama dan dai yang akan mengarahkan mereka? Di sinilah hartawan muslim dituntut kejeliannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai masalah ini, Said Hawwa menulis dalam Kai Lam Namdhi, “Akan kami buatkan tiga ilustrasi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * potret orang yang membantu orang yang tunawicara, tunarungu, dan tunanetra;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * potret orang yang membela seorang pekerja yang tidak mempunyai bahan makanan;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * potret orang yang menyisihkan zakatnya untuk melahirkan seorang alim yang mengajak kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak pelak lagi, barangsiapa yang membantu yang mana pun juga dari tiga ilustrasi tersebut, dia adalah orang yang bijak dan berjasa. Akan tetapi, dari ketiga ilustrasi itu, manakah yang paling banyak hikmah dan pahalanya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang menyeru kepada Allah dengan berbekal ilmu dan pengalaman, yang menyebabkan Allah membuka sekian banyak kalbu, akal, dan kantong manusia, akan melahirkan banyak limpahan rahmat yang hanya Allah yang mengetahuinya, kemudian menghidupi banyak keluarga, bahkan bangsa. Berkat nasihat-nasihat yang disampaikannya, banyak orang yang terdorong membayar zakat dan menerima agama Allah. Dari aspek ini dan aspek-aspek lain, jelaslah bahwa potret yang ketigalah yang paling banyak manfaat dan pahalanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andaikata seseorang mengeluarkan zakatnya untuk membiayai seorang dai yang mengajak kepada Allah di suatu wilayah yang didominasi oleh kebodohan, kefasikan, kemaksiatan, dan kemurtadan, lalu si dai berhasil mengajak orang-orang tersebut dan generasi-generasinya kembali ke dalam pangkuan Islam, bukankah Anda sependapat bahwa orang-orang tersebut dan generasi-generasinya berada dalam barisan orang yang bersedekah itu? Bukankah pahala orang ini dan hikmahnya lebih besar dibandingkan saudara kita yang ada dalam potret terdahulu padahal masing-masing dari kedua orang ini telah memperbaiki usahanya?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, beliau menulis, “Ada banyak kondisi di mana kita dianjurkan untuk bersedekah dalam membangun masjid-masjid. Ada banyak kondisi yang memperbolehkan kita memberikan fatwa agar kita menyerahkan zakat/infak untuk membantu kondisi itu. Barangsiapa menyerahkan zakat kepada salah satu dari dua kondisi itu, berarti ia mendapat yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, ada ukuran-ukuran syariat yang harus kita tempatkan dalam perhitungan ini, misalnya keluarga, tetangga, dan penduduk setempat didahulukan atas pihak-pihak lain; orang yang lebih rajin menjalankan kewajiban didahulukan atas yang lain; kewajiban-kewajiban yang terbengkalai harus mendapat perhatian lebih khusus; menghidupkan kewajiban-kewajiban yang ditinggalkan orang didahulukan atas kepentingan-kepentingan lainnya; menegakkan kewajiban-kewajiban fardhu ‘ain dan fardhu kifayah harus mendapat perhatian khusus, dan sebagian fardhu kifayah harus didahulukan bergantung pada waktu dan tempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua itu harus dicamkan betul oleh seorang pembayar zakat ketika hendak menyerahkan zakatnya. Ketepatan menjatuhkan pilihan kepada siapa zakat dan sedekah itu akan diserahkan, merupakan salah satu fenomena kebajikan dirinya. Kalau ia tepat menyerahkannya kepada bidang yang paling bermanfaat, berarti ia berhak mendapat pahala yang paling banyak. Dalam keadaan bagaimanapun juga, ia akan mendapat pahala asalkan niatnya benar.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah beberapa kaidah yang perlu diperhatikan oleh para hartawan muslim dalam membelanjakan hartanya di jalan Allah agar apa yang dilakukannya mendapat balasan di sisi Allah. Dengan demikian, jelaslah bahwa untuk menginfakkan harta di jalan Allah harus benar-benar jeli dalam memperhitungkannya. Setiap tempat dan kondisi tertentu berbeda pelaksanaannya dengan tempat dan kondisi lainnya, sebagaimana dikemukakan Said Hawwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai ilustrasi, dalam sebuah negara yang mayoritas penduduknya muslim terdapat banyak ulama dan sarana pendidikan Islam, namun tidak dapat berbuat banyak karena dikuasai pemerintah kuffar yang dilengkapi dengan fasilitas militer. Dalam kondisi seperti ini, membebaskan negara tersebut dari pemerintah kuffar harus diutamakan. Semua pembelanjaan harus dikerahkan ke sana, seperti melatih pasukan/tentara Islam, mempersenjatai mereka dengan segala kelengkapannya, mendidik ulama dan dai yang mengarahkan umat agar berjihad, dan memperlengkapi sarana menuju ke sana adalah lebih utama dari pekerjaan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalah artinya membangun masjid besar, sarana pendidikan lengkap jika akan dipergunakan memperkuat kekuasaan pemerintah kuffar tersebut ataupun tidak dapat difungsikan sebagaimana dikehendaki Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kondisi seperti ini, membelanjakan harta untuk pembebasan ini adalah lebih utama daripada yang lainnya karena pembebasan negara dari cengkeraman pemerintah kuffar adalah pintu menuju pelaksanaan ajaran Islam secara sempurna dan murni. Karenanya, membantu gerakan-gerakan Islam yang akan membebaskan bumi ini dari cengkeraman pemerintah-pemerintah kuffar dan kaki tangannya adalah pekerjaan yang sangat besar dan mulia, memiliki hikmah tertinggi di hadapan Allah. Semua usaha menuju ke arah sana harus dibantu sepenuhnya oleh hartawan muslim yang menghendaki hikmah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula halnya ketika umat Islam tidak memiliki ahli dalam bidang-bidang tertentu yang akan memperkuat kejayaan Islam, membelanjakan harta untuk melahirkan ahli spesialis tersebut adalah utama. Apalah artinya kelengkapan fasilitas yang dimiliki umat Islam jika tidak ada yang mengelolanya secara maksimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;– Bersambung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2900871439308715549-5229331495999944636?l=superthon.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://superthon.blogspot.com/feeds/5229331495999944636/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://superthon.blogspot.com/2010/03/kekuatan-finansial-quwwatul-maal-bagian_738.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2900871439308715549/posts/default/5229331495999944636'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2900871439308715549/posts/default/5229331495999944636'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://superthon.blogspot.com/2010/03/kekuatan-finansial-quwwatul-maal-bagian_738.html' title='Kekuatan Finansial (Quwwatul Maal), Bagian ke-4'/><author><name>pahlawan langit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08401491290773155299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_N0bvypQBYQ0/Sz6sm0P-S4I/AAAAAAAAADQ/JLEn1AyrzZQ/S220/latihan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_N0bvypQBYQ0/S5C4qmqF97I/AAAAAAAAAFo/ra_xdR3Qe-w/s72-c/harta.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2900871439308715549.post-444485218715612790</id><published>2010-03-04T23:44:00.000-08:00</published><updated>2010-03-04T23:49:27.168-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='financial'/><title type='text'>Kekuatan Finansial (Quwwatul Maal), Bagian ke-3</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_N0bvypQBYQ0/S5C3e_jzCgI/AAAAAAAAAFg/XqfExQxmnjg/s1600-h/jihad+harta.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 111px; height: 89px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_N0bvypQBYQ0/S5C3e_jzCgI/AAAAAAAAAFg/XqfExQxmnjg/s400/jihad+harta.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5445053692576467458" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kebutuhan Jihad akan Harta (Ihtiyajatul Jihad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إحتياجات الجهاد&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jihad yang sempurna dilakukan dengan jiwa, harta dan lisan. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW, “Berjihadlah kalian menghadapi kaum musyrikin (kafirin) dengan harta, jiwa dan lisan kalian.” (HR. Abu Daud dan lainnya&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Itulah jihad yang sempurna dan totalitas. Namun demikian, dalam keadaan tertentu bisa saja ada sesuatu yang menghalangi orang untuk dapat berjihad secara langsung. Dalam keadaan demikian tidak berarti ia tidak mengambil bagian dalam jihad sama sekali. Ibnul Qayyim Al-Jauzi berpendapat dalam Zaadul Ma’ad bahwa apabila seseorang tidak berangkat ke medan jihad (tidak berjihad dengan jiwa)maka ia tetap wajib berjihad dengan harta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara keutamaan berjihad dengan harta adalah dicatat sebagai orang yang ikut berjihad dan merupakan shadaqah yang paling utama. Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa menyiapkan kendaraan perang di jalan Allah berarti ia telah ikut berperang, dan barang siapa meninggalkan perang tetapi menggantinya dengan kebaikan berarti ia pun telah ikut berperang.” (HR. Bukhari, Muslim, Abu Daud dan Tirmidzi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan dalam hadits yang lain Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa mengkarantina kuda perang untuk berjihad di jalan Allah, maka kenyang dan kotorannya (maksudnya segala upaya untuk mengenyangkannya dan tenaga untuk membersihkan kotorannya) akan ditimbang oleh Allah pada hari kiamat.” (HR. Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hudzaifah Ibnul Yaman, yang biasa dikenal sebagai shohibussirri (intel) Rasulullah SAW, senantiasa mencemaskan hal-hal yang akan membawa kepada fitnah dan kerusakan. Dalam kaitan amar ma’ruf nahi munkar, beliau mengingatkan bahwa orang-orang yang menentang kemunkaran dengan hati, lisan dan perbuatannya adalah bentuk keimanan yang sempurna. Barang siapa menghadapi dengan hati dan lisannya tetapi tidak dengan perbuatannya maka ia telah terjatuh satu kakinya. Barang siapa menghadapi kemunkaran dengan hati dan tidak dengan lisan dan perbuatan maka sudah terjatuh kedua kakinya. Dan barang siapa menghadapi kemunkaran tidak dengan hatinya, lisannya dan perbuatannya maka ia telah menjadi mayat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hudzaifah menganggap orang-orang yang tidak memiliki kepedulian dalam melawan kemunkaran dan tidak memberikan kontribusi apa-apa dalam penentangan terhadap kezhaliman sama dengan orang mati. Sebuah perumpamaan yang sangat tepat mengingat keberadaannya sudah tidak lagi diperhitungkan dalam barisan kaum Muslimin, wujuduhu ka adamihi (eksistensinya tidak diakui), ia telah mati sebelum ajalnya tiba. Orang-orang seperti itu kelak pada gilirannya akan digantikan oleh Allah dengan generasi yang lebih baik, sebagaimana firman-Nya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;هَاأَنْتُمْ هَؤُلَاءِ تُدْعَوْنَ لِتُنْفِقُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَمِنْكُمْ مَنْ يَبْخَلُ وَمَنْ يَبْخَلْ فَإِنَّمَا يَبْخَلُ عَنْ نَفْسِهِ وَاللَّهُ الْغَنِيُّ وَأَنْتُمُ الْفُقَرَاءُ وَإِنْ تَتَوَلَّوْا يَسْتَبْدِلْ قَوْمًا غَيْرَكُمْ ثُمَّ لَا يَكُونُوا أَمْثَالَكُمْ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ingatlah, kamu ini orang-orang yang diajak untuk menafkahkan (hartamu) pada jalan Allah. Maka di antara kamu ada orang yang kikir, dan siapa yang kikir sesungguhnya dia hanyalah kikir terhadap dirinya sendiri. Dan Allahlah yang Maha Kaya sedangkan kamulah orang-orang yang membutuhkan(Nya); dan jika kamu berpaling niscaya Dia akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain, dan mereka tidak akan seperti kamu (ini).” ( Qs. Muhammad: 38)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang mukmin sejati, pantang untuk digantikan dan pantang untuk mundur dari gelanggang dakwah dan jihad fii sabilillah. Karena dengan demikian dia akan hancur dipermainkan oleh musuh-musuh Allah dalam keadaan terhina. Sebaliknya ia akan senantiasa memompa semangatnya untuk berjihad di jalan Allah dan menegakkan dakwah baik dengan hati, lisan dan perbuatannya. Laa izzataillaa bijihaadin (tidak ada kemuliaan kecuali dengan jihad).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لَا يَسْتَأْذِنُكَ الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ أَنْ يُجَاهِدُوا بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ وَاللَّهُ عَلِيمٌ بِالْمُتَّقِينَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, tidak akan meminta izin kepadamu untuk (tidak ikut) berjihad dengan harta dan diri mereka. Dan Allah mengetahui orang-orang yang bertaqwa.” (Qs. At-Taubah: 44)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang dai seyogianya menjadi titik sentral dari orang-orang yang mengikutinya. Dalam hal mobilisasi infak untuk aktivitas dakwah banyak potensi yang masih terbuka lebar tanpa harus berebut lahan. Bagaimana tidak, menurut perhitungan para ahli jika benar-benar umat ini memobilisasi dana zakat akan didapatkan dana segar sebesar 7 trilyun untuk membangun umat. Dan jika ditambah dengan infak tidak kurang dana yang terkumpul sekitar 35 trilyun rupiah. Sebuah angka yang menjadi modal bagi kebangkitan umat di masa mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah senantiasa memberikan keistiqamahan kepada kita dalam meniti jalan dakwah ini betapa pun beratnya ujian yang harus dihadapi. Dan semoga Allah memberikan quwwatut ta’tsir pada diri kita, sehingga lebih banyak lagi orang yang tertarik kepada kita dan menyerahkan hartanya untuk penegakan dakwah dan jihad fii sabilillaah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;– Bersambung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2900871439308715549-444485218715612790?l=superthon.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://superthon.blogspot.com/feeds/444485218715612790/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://superthon.blogspot.com/2010/03/kekuatan-finansial-quwwatul-maal-bagian_04.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2900871439308715549/posts/default/444485218715612790'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2900871439308715549/posts/default/444485218715612790'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://superthon.blogspot.com/2010/03/kekuatan-finansial-quwwatul-maal-bagian_04.html' title='Kekuatan Finansial (Quwwatul Maal), Bagian ke-3'/><author><name>pahlawan langit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08401491290773155299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_N0bvypQBYQ0/Sz6sm0P-S4I/AAAAAAAAADQ/JLEn1AyrzZQ/S220/latihan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_N0bvypQBYQ0/S5C3e_jzCgI/AAAAAAAAAFg/XqfExQxmnjg/s72-c/jihad+harta.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2900871439308715549.post-5143942074248566108</id><published>2010-03-04T23:33:00.000-08:00</published><updated>2010-03-04T23:43:22.029-08:00</updated><title type='text'>Harta itu milik Allah (Al Maalu Lillah) المال للّه  bag ke2</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_N0bvypQBYQ0/S5C1UsSF4QI/AAAAAAAAAFY/tz5zZ0DcwJM/s1600-h/dinar-dirham.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 250px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_N0bvypQBYQ0/S5C1UsSF4QI/AAAAAAAAAFY/tz5zZ0DcwJM/s400/dinar-dirham.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5445051316579983618" /&gt;&lt;/a&gt;dakwatuna.com – Allah SWT adalah Dzat yang memberikan jaminan rezki kepada kita, ini menunjukkan bahwasanya Allah pun berhak mengatur peruntukan rezki yang ada pada kita. Manusia yang tidak menyadari akan hal ini menganggap bahwasanya rezki itu adalah hasil kerja kerasnya sendiri tanpa ada campur tangan Allah SWT. Perilaku ini digambarkan oleh Allah SWT ketika menceritakan tentang kepicikan Karun. Allah berfirman:&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;قَالَ إِنَّمَا أُوتِيتُهُ عَلَى عِلْمٍ عِنْدِي أَوَلَمْ يَعْلَمْ أَنَّ اللَّهَ قَدْ أَهْلَكَ مِنْ قَبْلِهِ مِنَ الْقُرُونِ مَنْ هُوَ أَشَدُّ مِنْهُ قُوَّةً وَأَكْثَرُ جَمْعًا وَلَا يُسْأَلُ عَنْ ذُنُوبِهِمُ الْمُجْرِمُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karun berkata, “Sesungguhnya aku hanya diberi harta itu, karena ilmu yang ada padaku”. Dan apakah ia tidak mengetahui, bahwasanya Allah sungguh telah membinasakan umat-umat sebelumnya yang lebih kuat daripadanya, dan lebih banyak mengumpulkan harta? Dan tidaklah perlu ditanya kepada orang-orang yang berdosa itu, tentang dosa-dosa mereka.” (QS. Al-Qashash: 78)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuntutan yang dikehendaki Allah terkait dengan harta kita adalah dalam bentuk Infaq di jalan Allah SWT untuk menegakkan agama-Nya di muka bumi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah ra. katanya, Rasulullah saw bersabda: ”Kelak bumi akan memuntahkan jantung hatinya berupa tiang-tiang emas dan perak. Maka datanglah seorang pembunuh seraya berkata: ”Karena inilah aku jadi pembunuh. Kemudian datang pula si perompak, lalu berkata: ”Karena inilah aku putuskan hubungan silaturrahim. Kemudian datang pula si pencuri seraya berkata: ”Karena inilah tanganku dipotong” Sesudah itu mereka tinggalkan saja harta kekayaan itu, tiada mereka mengambilnya sedikitpun.” (Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada dasarnya semua manusia menyenangi kekayaan dan harta benda. Kadangkala karena mengejar harta, didominasi hawa nafsu dan bisikan syaitan malah ada manusia yang sampai rela berbunuh-bunuhan, merampok, korupsi bahkan memutuskan silaturrahim. Dunia dicipta sebagai ujian buat manusia, siapakah yang paling bertaqwa. Sesungguhnya harta dunia tidak akan membawa arti apa-apa jika tidak dimanfaatkan ke jalan yang diridhai Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hakikat harta diterangkan Rasulullah saw seperti sabdanya yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Seorang hamba (manusia) berkata, ‘Hartaku, hartaku!’ Padahal hartanya itu sesungguhnya ada 3 jenis: (1) Apa yang dimakannya lalu habis. (2) Apa yang dipakainya lalu lusuh. (3) Apa yang disedekahnya lalu tersimpan untuk akhirat. Selain yang 3 itu, semuanya akan lenyap atau ditinggalkan kepada orang lain”. (Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harta pada dasarnya bersifat netral. Ia tidak mulia atau hina, baik atau buruk. Ia lebih sebagai ujian bagi sifat dasar manusia terhadap Allah SWT. Dengan harta itu, mampukah ia menjadi hamba yang lebih dekat kepada−Nya, atau justru menjadi budak harta yang terlena dan terpedaya olehnya. Pendek kata, ia merupakan cobaan bagi keimanan dan ketaatan hamba kepada Sang Pencipta. Firman Allah SWT:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِنَّمَا أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلَادُكُمْ فِتْنَةٌ وَاللَّهُ عِنْدَهُ أَجْرٌ عَظِيمٌ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Sesungguhnya hartamu dan anak−anakmu hanyalah cobaan (bagimu). Di sisi Allahlah pahala yang besar.” (QS. At−Taghabun: 15).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat di atas tidak hanya memastikan bahwa harta adalah ujian, namun juga menunjukkan sesungguhnya harta juga jenis kenikmatan duniawi lainnya seberapa pun besarnya, tidak memiliki nilai sama sekali di hadapan Allah. Sebanyak apa pun harta yang dimiliki seseorang, ia tetap kecil di hadapan Allah dan tidak kekal. Tapi, yang bernilai adalah ketika harta itu bisa difungsikan dengan tepat, sesuai dengan yang Allah amanahkan. Jika demikian, maka pahala di sisi Allahlah yang menjadi balasannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;قُلْ مَتَاعُ الدُّنْيَا قَلِيلٌ وَالْآخِرَةُ خَيْرٌ لِمَنِ اتَّقَى وَلَا تُظْلَمُونَ فَتِيلًا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Katakanlah: Kesenangan di dunia ini hanya sebentar (sementara). Dan, akhirat itu lebih baik untuk orang−orang yang bertaqwa dan kamu tidak akan dianiaya sedikit pun.” (QS. An−Nisaa’: 77).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah Allah SWT menjelaskan hakikat harta dan segala kenikmatan dunia lainnya. Sebagai ujian, ia ditimpakan kepada siapa saja, lintas strata, dan tanpa pandang bulu: orang kaya, orang miskin, cendekiawan, pejabat, dan bahkan agamawan. Masing−masing diuji dengan harta yang ada pada mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesadaran memahami kehidupan dunia sebagai ujian semacam ini perlu dibangun agar harta tidak membutakan mata hati dan memalingkan manusia dari Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا لَا تُلْهِكُمْ أَمْوَالُكُمْ وَلَا أَوْلَادُكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Hai orang−orang yang beriman, jangan sampai harta-hartamu dan anak-anakmu melalaikanmu dari Allah. Siapa yang terlalaikan oleh harta dan anak, maka mereka itulah orang−orang yang rugi.” (QS. Al−Munafiqun: 9).&lt;br /&gt;Karena itu, sikap terbaik dalam menjalani hidup adalah berperilaku zuhud. Zuhud adalah sikap di mana kita tidak merasa bangga, buta hati, dan terpedaya dengan harta dan segala kenikmatan dunia. Sebaliknya, kita juga tidak merasa kehilangan dan berduka ketika segala kenikmatan tersebut dicabut dari kita. Allah berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لِكَيْ لَا تَأْسَوْا عَلَى مَا فَاتَكُمْ وَلَا تَفْرَحُوا بِمَا ءَاتَاكُمْ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan−Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri.” (QS. Al-Hadid: 23).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang bersikap zuhud niscaya akan selalu tenang menjalani hidup dan selalu merasa cukup dan puas dengan apa yang ada pada dirinya. Ia tidak sombong dan terlena dengan harta karena menyadari betul ia hanyalah amanah dari Allah untuk dipergunakan dengan tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang sufi menyatakan, ”Kekayaan itu adalah kepuasan.” Yakni, puas dengan apa yang ada pada kita. Suburnya korupsi di negeri ini, antara lain, karena banyak dari kita yang rakus, tidak amanah, dan telah diperbudak oleh harta. Orang yang demikian tidak akan ada puasnya. Sebab, ia sudah dikendalikan oleh harta dan bukan dia yang mengendalikan harta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Bersambung…&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2900871439308715549-5143942074248566108?l=superthon.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://superthon.blogspot.com/feeds/5143942074248566108/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://superthon.blogspot.com/2010/03/harta-itu-milik-allah-al-maalu-lillah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2900871439308715549/posts/default/5143942074248566108'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2900871439308715549/posts/default/5143942074248566108'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://superthon.blogspot.com/2010/03/harta-itu-milik-allah-al-maalu-lillah.html' title='Harta itu milik Allah (Al Maalu Lillah) المال للّه  bag ke2'/><author><name>pahlawan langit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08401491290773155299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_N0bvypQBYQ0/Sz6sm0P-S4I/AAAAAAAAADQ/JLEn1AyrzZQ/S220/latihan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_N0bvypQBYQ0/S5C1UsSF4QI/AAAAAAAAAFY/tz5zZ0DcwJM/s72-c/dinar-dirham.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2900871439308715549.post-3611822177093513849</id><published>2010-03-04T21:48:00.000-08:00</published><updated>2010-03-04T21:52:35.975-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='financial'/><title type='text'>Kekuatan Finansial (Quwwatul Maal), Bagian ke-1</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_N0bvypQBYQ0/S5Cbb4iUSpI/AAAAAAAAAFQ/udWhVU2iadY/s1600-h/quwwatul-maal-250x200.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 250px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_N0bvypQBYQ0/S5Cbb4iUSpI/AAAAAAAAAFQ/udWhVU2iadY/s400/quwwatul-maal-250x200.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5445022852826024594" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;قوّة المال&lt;br /&gt;dakwatuna.com – SUATU hari Abdullah bin Abbas memakai pakaian paling indah dan mahal, berharga 10.000 dirham. Beliau bermaksud mengadakan dialog dengan kaum Khawarij yang memberontak. Orang Khawarij adalah golongan yang kuat beribadah tetapi meminggirkan ilmu dan tidak mau mempelajari al-Quran, fiqih dan hadits Rasulullah SAW. Mereka terkenal sebagai kaum yang picik, fanatik, puritan dan membenci siapa saja yang berseberangan paham dengan mereka.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdullah bin Abbas mandi dan memakai parfum paling harum, menyikat rambutnya serta mengenakan pakaian indah dan bersih. Beliau akan berhadapan dengan orang-orang picik yang memakai baju tebal dan tambalan, muka yang berdebu serta kusut masai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka berkata, “Kamu adalah anak bapak saudara Rasulullah SAW. Mengapa kamu memakai pakaian seperti ini? Abdullah bin Abbas menjawab, “Apakah kalian lebih tahu mengenai Rasulullah SAW dibanding saya? Mereka berkata, “Tentulah kamu yang lebih tahu.” Abdullah berkata lagi, “Demi Allah yang jiwaku dalam genggaman-Nya, sesungguhnya aku telah melihat Rasulullah SAW berpakaian dengan mengenakan perhiasan berwarna merah dan itu adalah sebaik-baik perhiasan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aisyah pada suatu ketika melihat sekumpulan pemuda berjalan dalam keadaan lemah, pucat dan kelihatan malas. Beliau bertanya, “Siapakah mereka itu?” Sahabat menjawab, “Mereka itu adalah kumpulan ahli ibadat.” Kemudian Aisyah berkata, “Demi Allah, yang tiada Tuhan selain-Nya. Sesungguhnya Umar bin al-Khattab adalah orang yang lebih bertaqwa dan lebih takut kepada Allah dibanding mereka itu. Kalau beliau berjalan, beliau berjalan dengan cepat dan tangkas. Apabila bercakap, beliau dalam keadaan berwibawa, jelas kedengaran percakapannya dan apabila beliau memukul, pukulannya terasa sakit.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemahaman picik kaum khawarij adalah akibat memahami Islam secara tidak kaaffah (menyeluruh), memberatkan masalah ibadat yang sebenarnya mudah, sampai ke tahap berlebih-lebihan dan menyusahkan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah keadaan sebahagian umat Islam yang lupa kepada wasiat Rasulullah SAW yang disampaikan kepada sahabatnya, Muaz bin Jabal ketika beliau dikirim menjadi Duta dakwah ke negeri Yaman. Kata Nabi saw: “Wahai Muaz, mudahkanlah setiap urusan, jangan memberat-beratkannya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah Islam mengajarkan untuk membenci dunia? Kalau begitu, mengapa Abu Bakar al-Siddiq berbangga dengan harta kekayaannya untuk membela agama Allah? Begitu juga dengan Abdul Rahman bin Auf dan Utsman bin ‘Affan yang mengeluarkan hartanya untuk membiayai jihad di jalan Allah dengan dana dari kantong mereka sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adakah Rasulullah SAW melarang mereka bekerja sungguh-sungguh untuk meraih keuntungan duniawi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan di dalam al-Quran, Allah menegaskan bahwa jihad dalam menegakkan agama Allah wajib memiliki bekal persiapan. Firman-Nya : “Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka dengan apa saja dari segala jenis kekuatan yang dapat kamu sediakan dari pasukan berkuda yang lengkap untuk menggetarkan musuh Allah dan musuh-musuhmu.” (Surah al-Anfal, ayat 60)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimanakah Islam akan menang jika umatnya adalah mereka yang berada dalam skala Negara Dunia Ketiga? Negara miskin dan terbelakang serta dikuasai oleh musuhnya. Apabila mereka hendak membeli makanan, mereka terpaksa meminta belas kasih orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah zuhud itu berarti membiarkan dunia dimiliki dan dikuasai oleh musuh Allah? Sedangkan Khalifah Umar bin Abdul Aziz pernah berkata: “Apabila emas seberat gunung diamanahkan kepadaku, aku tidak akan tidur selagi ia tidak habis dimanfaatkan untuk umat Islam.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai panduan bersama, ingatlah pandangan Shaikhul Islam al-Imam Ibnu Taimiyah. Beliau berkata: “Zuhud itu adalah kamu meninggalkan perbuatan yang tidak berfaedah untuk akhiratmu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harta yang halal hendaklah dipastikan dikeluarkan juga pada tempat yang halal. Jangan mencari pada sumber yang halal’ tetapi membelanjakannya pada jalan maksiat. Atau kebalikannya, mengambil dari sarang penyamun dan membelanjakannya untuk ibadat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu semua bertentangan dengan perintah Allah. Orang beriman percaya harta adalah titipan dan amanah Allah, pinjaman sementara dan apabila Allah menghendaki akan lenyaplah harta itu dari tangan kita. Cukuplah harta itu ada dalam genggaman, tetapi tidak menguasai hati kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Imam Ahmad bin Hanbal ketika ditanya mengenai seorang lelaki yang memiliki harta kekayaan sebanyak 100.000 dinar uang emas. Dapatkah dia dikatakan sebagai seorang yang zahid? Beliau menjawab: “Lelaki itu dikatakan zuhud apabila ada dua sifat: Tidak terlalu bergembira ketika hartanya bertambah; Tidak terlalu berduka-cita apabila hartanya berkurang.“&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nikmatilah dunia dan segala kesenangannya tetapi pastikan harta yang dimiliki tidak menahan langkah di akhirat kelak dan melambatkan perjalanan ke pintu surga. Karena semakin banyak harta, maka dapat dipastikan semakin rumit pula hisab perhitungan yang dilakukan, kecuali harta yang halal yang dibelanjakan untuk keridhaan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boleh jadi para koruptor dapat menutupi hasil kejahatan dari pandangan manusia. Maka bagaimana dengan pengadilan Allah di akhirat kelak? Dapatkah mereka menyembunyikan hasil kejahatan mereka?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam menggalakkan umatnya bekerja sungguh-sungguh untuk meraih keuntungan duniawi. Semua kekayaan yang dianugerahkan Allah hendaklah dibelanjakan di jalan Allah. Rasulullah saw berpesan agar umat Islam tidak memberatkan masalah ibadat yang sebenarnya mudah dilakukan, sampai pada tahap berlebih-lebihan sehingga menyusahkan diri sendiri. Islam menghendaki umatnya kaya dengan harta benda agar tidak ditindas karena kemiskinan hanya membuat kita terus menjadi bangsa yang selalu mengemis mencari bantuan asing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah telah mewajibkan jihad secara tegas kepada setiap Muslim. Tidak ada alasan bagi orang Islam untuk meninggalkan kewajiban ini. Islam mendorong umatnya untuk berjihad dan melipat gandakan pahala orang-orang yang berpartisipasi di dalamnya apalagi yang mati syahid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jihad pun dapat dilakukan dengan harta benda (amwaal). Yaitu dengan zakat, infak, shadaqah, mengorbankan harta untuk membangun sarana pendidikan, sarana ekonomi, sarana kesehatan, dan lain-lain yang bertujuan untuk membangun kekuatan umat. Hal ini ditegaskan pada dalam surat Al Anfal ayat 60:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَأَعِدُّوا لَهُمْ مَا اسْتَطَعْتُمْ مِنْ قُوَّةٍ وَمِنْ رِبَاطِ الْخَيْلِ تُرْهِبُونَ بِهِ عَدُوَّ اللَّهِ وَعَدُوَّكُمْ وَءَاخَرِينَ مِنْ دُونِهِمْ لَا تَعْلَمُونَهُمُ اللَّهُ يَعْلَمُهُمْ وَمَا تُنْفِقُوا مِنْ شَيْءٍ فِي سَبِيلِ اللَّهِ يُوَفَّ إِلَيْكُمْ وَأَنْتُمْ لَا تُظْلَمُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah, musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalas dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan).”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ayat tersebut Allah menegaskan agar kaum muslimin senantiasa melakukan berbagai persiapan (baca: tidak asal-asalan) untuk menghadapi setiap upaya konspirasi kebatilan yang dijalankan oleh musuh-musuh Allah. Persiapan-persiapan tersebut hendaklah bersifat menyeluruh dengan mencakup semua lini kekuatan dan aspek kehidupan umat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah saatnya Islam melaksanakan jihad secara terencana dan terorganisasi, dan bukan semata-mata mengandalkan emosi. Jihad yang terorganisasilah yang akan dapat menggentarkan musuh-musuh Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita semua paham bahwa ada 5 (lima) kekuatan yang harus dimiliki kembali oleh umat Islam kalau kita mau maju. Kekuatan tersebut adalah kekuatan iman, kekuatan ilmu, kekuatan persaudaraan, kekuatan harta dan kekuatan angkatan perang. Seluruh kekuatan ini ternyata memang ada dalam masyarakat Rasulullah. Kita akan membahas satu kekuatan yang dapat kita jadikan pelajaran dalam pembinaan umat ini, yaitu kekuatan harta (Quwwatul Maal).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- bersambung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2900871439308715549-3611822177093513849?l=superthon.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://superthon.blogspot.com/feeds/3611822177093513849/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://superthon.blogspot.com/2010/03/kekuatan-finansial-quwwatul-maal-bagian.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2900871439308715549/posts/default/3611822177093513849'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2900871439308715549/posts/default/3611822177093513849'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://superthon.blogspot.com/2010/03/kekuatan-finansial-quwwatul-maal-bagian.html' title='Kekuatan Finansial (Quwwatul Maal), Bagian ke-1'/><author><name>pahlawan langit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08401491290773155299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_N0bvypQBYQ0/Sz6sm0P-S4I/AAAAAAAAADQ/JLEn1AyrzZQ/S220/latihan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_N0bvypQBYQ0/S5Cbb4iUSpI/AAAAAAAAAFQ/udWhVU2iadY/s72-c/quwwatul-maal-250x200.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2900871439308715549.post-8774572161642488907</id><published>2010-03-04T10:00:00.000-08:00</published><updated>2010-03-04T10:02:17.882-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='manhaj IM'/><title type='text'>Masa Depan Ikhwanul Muslimin</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_N0bvypQBYQ0/S4_1fJWKbII/AAAAAAAAAEg/Ou-W_sA-U7w/s1600-h/im.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 257px; height: 247px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_N0bvypQBYQ0/S4_1fJWKbII/AAAAAAAAAEg/Ou-W_sA-U7w/s400/im.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5444840389947845762" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;eramuslim.com Panasnya suhu politik di kalangan Ikhwanul Muslimin di Mesir sekarang ini banyak mendapat perhatian dari berbagai kalangan. Paling tidak ada dua kategori kelompok yang concern terhadap perkembangan terakhir Ikhwanul Muslimin, khususnya terkait pemilihan Mursyid Am  (pimpinan tertinggi Ikhwan) yang akan menggantikan Dr. Mahdi Akif yang akan berakhir Januari 2010 ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelompok pertama, yang mengharapkan Ikhwan sebagai Kubrol Harokah Al-Islamiyah (Gerakan Islam Terbesar) masa kini tetap memiliki program mengembalikan eksistensi umat sampai berdirinya kembali Khilafah Islamiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelompok kedua, yang menginginkan Ikhwan tunduk kepada situasi dan kondisi yang berkembang, baik di tingkat lokal, yakni Mesir maupun di tingkat global, sehingga misi pengembalian eksistensi umat yang dirancang pendirinya, As-Syahid Hasan Al-Banna kandas di tengah jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelompok kedua ini, paling tidak diwakili oleh pemerintah Mesir sendiri dan berbagai kekuatan dunia lain yang tidak ingin melihat Ikhwanul Muslimin bergerak sesuai manhaj (konsep) dasar yang dirumuskan pendirinya Al-Imam Asy-Syahid Hasan Al-banna rahimahullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan ini tidak bertujuan mengomentari kelompok kedua, akan tetapi terkait dengan kelompok pertama, yakni yang menginginkan Ikhwan tetap diharapkan mampu berperan dalam mengembalikan kejayaan umat Islam yang sudah hilang sejak runtuhnya Khilafah Islamiyah Usmaniyah yang berpusat di Turkey tahun 1924 di tangan Mustafa Kemal Ataturk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Background Sejarah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memahami Ikhwanul Muslimin dengan baik kita perlu memahami situasi dan kondisi umat Islam saat gerakan tersebut didirikan, yakni tahun 1928. Saat Ikhwanul Muslimin dideklarasikan Hasan Al-Banna bersama 6 orang sahabatnya, Khilafah Usmaniyah yang berpusat di Turkey sudah jatuh 4 tahun sebelumnya, yakni 1924.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejatuhan Khilafah Islamiyah yang berusia enam abad itu menyebabkan umat Islam benar-benar berada di bawah kendali kaum Kolonialis Barat Kristen dan dominasi konspirasi Yahudi. Dunia Islam tercabik-cabik oleh paham nasionalisme sempit sehingga dengan mudah dikapling (dipetak-petak) oleh kaum penjajah menjadi lebih dari 50 negara, yang sebagiannya hanya berpenduduk ratusan ribu jiwa, seperti sebagian Negara Teluk dan beberapa negara di Asia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Target kaum penjajah berhasil dengan bangkitnya spirit nasionalisme masing-masing suku dan kabilah yang ada di dunia Islam yang membentang dari Jakarta sampai Maroko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasionalisme telah merusak dan merobek pikiran, tubuh, negeri, ukhuwah Islamiyah dan sekaligus meruntuhkan Negara superpower mereka serta mencabut izzah (kemuliaan) diri mereka sehingga umat Islam di seluruh dunia dengan mudah dijajah dan dikendalikan oleh kaum kolonialis Barat Kristen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komentar Amir Faisal (Raja Arab) : Ikhwanul Muslimin adalah pahlawan yang berjihad fi sabilillah dengan jiwa dan harta mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang lebih memprihatinkan lagi, Palestina sebagai tanah suci umat Islam yang ketiga dan kawasan negeri Syam lainnya berhasil pula diduduki oleh Inggris dan direkayasa sebagai cikal bakal Negara kaum Yahudi dengan berkolaborasi dengan negara-negara adidaya saat itu seperti Prancis dan Uni Soviet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah situasi seperti itu, tokoh umat Islam dan para ulamanya, termasuk ulama kalangan Al-Azhar sibuk berdebat soal furu’iyah fiqhiyyah (cabang-cabang hukum Islam) seperti qunut dan sebagainya sehingga lupa atau sengaja melupakan masalah-masalah fundamental Islam seperti al-wala' wal baro' (loyalitas dan disloyalitas) terhadap pemimpin yang kafir, jihad melawan penjajah, masalah kemiskinan, kebodohan, penerapan hukum Islam dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umat Islam saat itu, tak terkecuali di Mesir sendiri benar-benar ibarat anak ayam kehilangan induknya. Sementara kaum penjajah Barat Kristen semakin menancapkan hegemoninya dengan mengusai semua kekuatan dan potensi umat Islam yang ada. Bahkan hukum Islam yang berabad-abad lamanya menjadi aturan kehidupan dirubah dengan hukum barat sekular dan sebagiannya berdasarkan spirit agama Kristen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Situasi, kondisi dan semua masalah tersebut merupakan titik tolak keprihatian seorang anak muda yang bernama Hasan Al-Banna. Keprihatinan itu beliau rumuskan dengan sangat baik dan matang dalam sebuah gerakan dakwah yang diberi nama dengan Ikhwanul Muslimin. Lalu Ikhwanul Muslimin dideklarasikan sebagai sebuah gerakan dakwah yang konprehensif, baik pemikiran, konsep maupun program dan aktivitasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ideologi dan Manhaj Ikhwan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada dua hal yang sangat menentukan apakah sebuah gerakan dakwah itu akan menjadi sebuah gerakan yang mendunia dan berumur panjang, atau hanya menjadi gerakan bersifat lokal dan berumur pendek. Pertama, ideologi dan kedua ialah manhaj. Kalau kita lihat gerakan dakwah Ikhwanul Muslimin, bahwa ideologinya adalah Islam itu sendiri. Yakni, Islam yang berasal dari Allah Ta’ala dan diturunkan untuk seluruh umat manusia, tanpa kecuali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasan Al-Banna dalam tulisanya yang berjudul ”Da’watuna Fi Thaurin Jadid” menjelaskan : “Karakteristik dakwah kita yang sangat spesifik ialah Robbaniyyah ‘Alamiyah (Ketuhanan Allah dan Global). Artinya, dasar yang melandasi semua tujuan kita ialah bahwa manusia harus mengenal Tuhan Pencipta mereka dan dari hubungan ruhaniyah karimah (spiritulaitas mulia) itulah jiwa mereka terangkat dari kebekuan material yang tuli dan keras kepada kesucian kemanusiaan yang mulia dan indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita, Ikhwanul Muslimin, menyuarakan dari setiap lubuk hati kita : Allahu ghoyatuna (Allah adalah tujuan kami). Sebab itu, target utama dakwah ini ialah bahwa manusia kembali mengingat hubungan ini (hubungan keimanan) yang menghubungkan mereka dengan Allah Tabaraka Wata’ala yang telah lama mereka lupakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, Allah menjadikan mereka lupa terhadap diri mereka sendiri. “Wahai manusia, sembahlah Tuhan Penciptamu yang telah menciptakan kamu dan orang-orang sebelum kamu, semoga kamu menjadi orang-orang yang bertakwa”. (QS.Al-Baqarah ; 21). Dalam keterkunciaannya (hati), maka ini adalah anak kunci yang pertama yang akan membuka gembok-gembok persoalan kemanusian yang beku dan materialistik di kalangan semua umat manusia. Mereka tidak akan menemukan soluisinya dan tidak akan ada perbaikan tanpa kunci ini.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasan Al-Banna memimpin sholat pasukan Mujahidin Ikhwanul Muslimin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian beliau menjelaskan : ”Adapun dakwah kita bersifat alamiyyah (global), karena ditujukan kepada seluruh umat manusia, karena pada dasarnya semua manusia besaudara; asal mereka satu, bapak mereka satu, keturunan mereka satu dan tidak ada yang melebihkan antara seorang dengan yang lain kecuali hanya taqwallah dan apa yang diberikan kepada sekelompok lain berupa kebaikan dan keutamaan yang banyak”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan Pencipta-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu” (QS. Annisa’ : 1)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sebab itu, kita tidak mempercayai hubungan yang dibangun di atas dasar kebangsaan (nasionalisme) dan kita juga tidak akan memotivasi hubungan yang dibangun di atas dasar kesukuan dan warna kulit. Akan tetapi, kita akan menyeru kepada persaudaraan yang adil dan penuh kasih sayang di antara manusia”, ujar Al-Banna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat menutup penjelasan “Risalah Ta’lim”, Hasan Al-Banna menjelaskan : “Ini adalah ringkasan dakwah Anda, penjalasan singkat fikroh (ideologi) Anda dan Anda dapat menghimpunkannya dalam lima prinsip: 1. Allahu ghoyatuna (Alah adalah tujuan kami). 2. Ar-Rasulu Qudwatuna (Rasul saw. adalah teladan kami). 3. Al-Qur’anu syir’atuna (Al-Qur’an adalah dasar hukum kami). 4. Al-Jihadu sabiluna (Jihad adalah jalan kami). 5. Asy-syahadatu umniyatuna (Mati Syahid adalah cita-cita kami).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula ketika menjelaskan shibghah (format) pemikiran dan ideologi dalam ”Da’watuna Fi Thaurin Jadid”, Hasan Al-Banna menjelaskan : “Kita menginginkan pribadi Muslim, rumah tangga Muslim dan masyarakat Muslim. Akan tetapi, sebelum segala sesuatunya, kita menginginkan tersebarnya fikrah (idoelogi) Islam sehingga mampu mempengaruhi semua kondisi itu dan memformatnya dengan format Islam. Tanpa format Islam, kita tidak akan mencapai apa-apa. Kita ingin mengembangkan fikroh independen yang hanya bersandar atas dasar Islam yang lurus, bukan bersandar atas dasar fikroh tradisional yang menyebabkan kita terikat pada teori-teori Barat dan orientasi berfikir mereka dalam segala sesuatu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkait dengan manhaj, Ikhwanul Muslimin tidak hanya memiliki manhaj dakwah yang ashil (orisinil) secara konseptual, akan tetapi berhasil merumuskan manhaj amali (konsep praktis) yang aplikatif dan sangat jelas dan mudah untuk dipahami. Menariknya lagi, manhaj amali tersebut dimasukkan ke dalam arkanul bai’ah (komitment dakwah) setiap anggota jamaah Ikhwan pada poin ketiga, yakni AMAL , setelah FAHAM dan IKHLASH.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk pengertian AMAL, Hsalan Al-Banna mejelaskan: “Yang saya maksudkan dengan AMAL itu ialah buah ilmu dan ikhlas. Kemudian Beliau menjelaskan maratib (tingkatan) AMAL itu ada tujuh :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Memperbaiki diri sehingga memiliki 10 karakter mulia (Fisik kuat, akhlak kokoh, wawasan luas, memiliki profesi ma’isyah, aqidah bersih, ibadah benar, mampu mengendalikan syahwat, manajemen waktu baik, urusan teratur dan memiliki tanggung jawab sosial).&lt;br /&gt;   2. Membentuk rumah tangga Muslim sehingga keluarganya menghormati fikrahnya dan konsisten terhadap nilai-nilai Islam.&lt;br /&gt;   3. Mengayomi masyarakat dengan menyebarkan dakwah kebaikan, memerangi keburukan dan kemungkaran serta memotivasi masyarakat terhadap hal-hal yang bermutu.&lt;br /&gt;   4. Memerdekakan tanah air Islam dan membersihkannya dari setiap pengaruh / kekuasaan asing yang tidak Islami, baik politik, ekonomi maupun spiritualitas.&lt;br /&gt;   5. Memperbaiki pemerintahan sehingga menjadi benar-benar Islami. Hanya dengan itulah pemerintah benar-benar mampu menjadi pelayan umat atau pegawai masyarakat.&lt;br /&gt;   6. Mengembalikan bangunan Umat Islam internasional dengan memerdekakan setiap tanah air mereka dan menghidupkan kemuliaannya, menghadirkan budayanya, menghimpun kekuatannya sehingga dengan demikian dapat mengembalikan Khilafah (sistem pemerintahan Islam Internasional) yang hilang dan terjalinnya kesatuan yang diharapkan.&lt;br /&gt;   7. Sokoguru bagi dunia internasional, dengan tersebarnya dakwah Islam di seluruh penjuru bumi sehingga tidak ada lagi kezaliman dan agama ini semuanya milik Allah.”Dan Allah tidak ingin kecuali menyempurnakan cahaya-Nya”. (QS. Attaubah : 32).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkait dengan orisinilitas Islam dan syumuliyyatul manhaj (konprehensifitas manhaj), dalam “Risalah Muktmar Al-Khomis”, Hasan Al-Banna menjelaskan : “ Karena itu, saya wakafkan diri saya sejak kecil untuk satu tujuan, yaitu menunjukkan manusia kepada Islam, hakikat dan prakteknya. Sebab itu, fikrah (ideologi) Ikhwanul Muslimin adalah Islam murni, baik dalam tujuannya, maupun sarananya dan tidak ada kaitannya sama sekali dengan selain Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk lebih mudah dipahami, Beliau mengatakan : “Fikrah Ikhwanul Muslimin itu mencakup semua makna ishlah (reformasi). Sebab itu, dapat disimpulkan dengan : 1) Dakwah Salafiyah. 2) Thariqah Suniyyah. 3)Haqiqah Shufiyyah. 4) Hai-atun siyasiyyah. 5) Jama’ah riyadhiyyah. 6) Rabithatun ilmiyyah tsaqafiyyah. 7) Syirkatun Iqtishadiyyah dan 8) Fikrah Ijtimaiyyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musibah Musyarokah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Situasi yang berkembang sekarang di kalangan Ikhwanul Muslimin di Mesir, khususnya di kalangan para elitenya, sedikit banyak akan mempengaruhi masa depan gerakan Ikhwanul Muslimin, baik di tingkat lokal (Mesir) maupun di tingkat global (dunia Islam). Sebagai sebuah gerakan dakwah terbesar di Mesir dan tersebar pemikirannya di seluruh penjuru dunia Islam, maka para pemimpin Ikhwanul Muslimin tidak perlu memperlihatkan kondisi internal mereka secara terbuka seperti yang terjadi dua bulan terakhir ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan puluhan tulisan dan wawancara para pemimpin Ikhwanul Muslimin yang tersebar di berbagai media dua bulan terakhir ini, kiranya dapat dipahami bahwa mereka sedang mengalami suatu kondisi yang kritis. Kondisi kritis yang dapat menjadi ancaman tersebut datang dari dua kubu yang mereka namakan dengan kubu konservatif dan kubu reformis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anehnya, kalau kita lihat apa yang mereka persoalkan itu ternyata hanya sebatas AD dan ART jama’ah, bukan terkait dengan fikroh, manhaj dan program Ikhwanul Muslimin sebagai sebuah gerakan dakwah yang bertujuan mengembalikan kejayaan umat . Artinya, perkembangan yang ada sekarang lebih bernuansa politis yang sifatnya elitis. Dengan kata lain, saling memperebutkan kepemimpinan organisasi atau jamaah. Hal semacam ini belum pernah terjadi di zaman Umar At-Tilmisani atau Hasan Hudhaibi, apalagi di zaman Hasan Al-Banna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang ditulis oleh Ibrahim Al-Hudhaibi pada Islamoline 03-11-2009 : “Ancaman terbesar yang sedang mengelilingi Ikhwan bukanlah dari pihak keamanan (Mesir). Karena bagaimanapun (pihak kemanan Mesir) tidak akan mampu mempengaruhi pemikiran dan manhajnya. Akan tetapi ancaman terbesar terhadap Ikhwan ialah yang datang dari dalam, yakni saat jamaah Ikhwan sudah menjadi legalitas atas dirinya sendiri dan tidak mau menerima pendapat para Ulama, kecuali yang sesuai dengan agendanya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada akhirnya, agenda-agenda itu akan menjadi aspek legalitas sedangkan para Ulama hanya sarana untuk melayani agenda-agenda itu (tukang stempel). Saat itulah Ikhwan sebenarnya – seperti yang diungkapkan musuh-musuhnya dengan “illegal” – memperalat agama untuk melayani politik, bukan sebaliknya. Semoga hal itu tidak terjadi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya persolaan yang sedang dihadapi Ikhwanul Muslimin di Mesir sekarang adalah persoalan percaturan dikalangan elite internal yang saling memperebutkan kekuasaan organisasi. Sumbernya tak lain adalah ketika, Ikhwan sudah memasuki ranah politik praktis, dan politik sudah menjadi agenda utama, maka secara otomatis membuka peluang saling bersaing tidak sehat. Tarbiyahpun tidak berjalan dengan baik dan efektif. Ditambah lagi faktor lain yang tak kalah dahsyatnya, yaitu tertular virus politik praktis jahiliyah, sehingga dorongan untuk menduduki kekuasaan internal semakin tak terbendung, karena secara otomatis akan dapat mempunyai nilai tawar dan pengaruh politik eksternal, khususnya dengan penguasa dan pemerintah untuk menikmati kue musyarokah. Apalagi Ikhwanul Muslimin adalah gerakan dakwah terbesar yang terlibat politik praktis, sudah pasti memiliki nilai tawar yang tinggi di mata lawan politik mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fakta membuktikan bahwa sejak IKhwan mendapat angin segar untuk terlibat politik praktis atau musyarokah di akhir 70an dan awal 80an, yakni di mana Presiden Anwar Sadat meniupkan iklim keterbukaan, sejak itulah mulailah bibit-bibit perpecahan di kalangan elitnya tumbuh. Suasana keterbukaan itu mereka sambut dengan istilah musyarokah (koalisi) dengan pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merekapun mendapat jatah beberapa menteri di pemerintahan dan bahkan puluhan tokohnya menjadi anggota parlemen. Persoalannya kemudian ialah, semua potensi jamaah habis digunakan untuk berbagai kegiatan politik praktis seperti pemilu dan sebagainya. Pada waktu yang sama, tarbiyah (kaderisasi) dan program dakwah praktis lainnya, menjadi berantakan dan program perbaikan pemerintah dan masyarakat tak kunjung dapat dicapai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebabnya tidak lain adalah terlena dengan puluhan kursi legislative dan jatah beberapa kursi menteri yang dilandasi penafsiran yang keliru terkait kasus Nabi Yusuf meminta jabatan. Padahal menurut manhaj Ikhwanul Muslimin sendiri, politik itu hanya satu dari 8 pilar gerakan dakwah Ikhwan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat fakta dan kenyataan tersebut, Mustafa Masyhur tahun 1986 menulis sebuah buku yang diberi judul dengan “Jalan Dakwah, antara Orisinilitas dan Penyimpangan”. Di antaranya beliau menjelaskan : Musyarokah dengan pemerintahan yang tidak berhukum dengan hukum Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika terbuka peluang, Musyarokah harus berdasarkan analisa syar'iyyah yang amat teliti. Musyarokah tidak lain hanya langkah yang diperlukan (milestone) untuk menuju sebuah pemerintahan Islam secara menyeluruh. Musyarokah seperti itu tidak masalah asalkan terpenuhi persyaratan yang menjamin terealisasinya tujuan utama dan dengan kesepakatan-kesepakatan yang jelas. Masalah ini tidak boleh diserahkan kepada ijitihad individu (pemimpin).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kesepakatan tersebut diingkari (oleh pihak yang kita bermusyarokah dengannya) atau terjadi pergeseran niat (dari pihak kita), maka musyarokah harus segera ditinggalkan, agar kita tidak terjebak pada tipu muslihat dan memalingkan dari target-target besar kita dan rela hanya dengan jalan tengah (kompromi) tanpa melahirkan solusi yang mendasar dan fundamental.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah 30 tahun Ikhwanul Muslimun di Mesir, termasuk juga di Jordania dan beberapa Negara Arab dan Afrika Lainnya terlibat politik praktis. Saatnya Ikhwanul Muslimin mengevaluasi secara total dan teliti maslahat dan mudharat yang didapatkan selama 30 tahun belakangan ini. 30 tahun bukanlah waktu yang sebentar. Sebagai perbandingan, di bawah kepemimpinan Hasan Al-Banna, 20 tahun cukup bagi Ikhwanul Muslimin untuk mengguncang dunia, sehingga sepak terjang mereka di Mesir dan dunia Arab lainnya wabil khusus di Palestina nyaris mengalahkan pasukan Yahudi yang terlatih dan dapat dukungan dunia internasional. Kalaulah tidak karena kospirasi dan pengkhianatan para pemimpin Arab saat itu, sangat besar peluang Ikhwanul Muslimin memenangkan jihad melawan Yahudi pada 1948 itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab itu, musuh Islam sepakat bahwa Hasan Al-banna dan beberapa tokoh Ikhwan lainnya harus dibunuh dan Ikhwanul Muslimin harus diberangus, baik SDM nya maupun asset dan kekayaannya. Maka pada 12 Februari 1949, Al-Banna pun dibunuh sehingga beliau meraih cita-citanya, yakni mati syahid di jalan Allah. Alangkah baiknya jika para petinggi Ikhwan saat ini membuka mata hati dan mata kepala mereka terhadap lembaran putih sejarah mereka, khususnya 20 tahun pertama berdirinya gerakan Ikhwanul Muslimin, agar tidak berkutat pada persoalan kekuasaan internal dan bisa keluar dari conflict interest jangka pendek yang sama sekali bukan ajaran Ikhwanul Muslimin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar evaluasi maslahat dan mudharat, serta kemajuan dan kemunduran dakwah itu adil dan objektif, maka selayaknya alat ukur dan standar yang dipakai dari pemikiran dan konsep dakwah yang dirumuskan oleh pendidrinya, yakni Hasan Al-Banna itu sendiri, bukan dari persoalan AD dan ART-nya, apalagi hanya karena hidden agenda para elitenya. Beberapa pertanyaan berikut mungkin dapat memberikan jawaban yang pasti dan jujur :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Sudah berapa banyak pribadi Muslim yang memiliki 10 karakter mulia terbentuk?&lt;br /&gt;   2. Sudah berapa banyak keluarga Muslim yang mumpuni terbentuk?&lt;br /&gt;   3. Sudah berapa banyak terjadi perbaikan dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat, khususnya pendidikan, kesehatan, ekonomi, budaya dan sebagainya?&lt;br /&gt;   4. Sudah berapa pula dilakukan Islamisasi hukum dan peraturan dalam pemerintahan selama musyarokah?&lt;br /&gt;   5. Sudah berapa banyak persoalan negeri terbebas dari pengaruh dan dominasi asing, khususnya ekonomi, politik, penididikan, hukum, keamanan, militer dan budaya?&lt;br /&gt;   6. Sudah berapa kuat jalinan dan hubungan antara negeri-negeri Islam dalam merakit kembali kekuatan mengembalikan sistem Khilafah yang hilang sejak 1924?&lt;br /&gt;   7. Sudah adakah secercah cahaya bahwa umat ini secara keseluruhan siap menjadi sokoguru dunia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau pertanyaan-pertanyaan di atas dapat dijawab dengan positif dan dengan angka yang menggembirakan atau logis, mari kita puji Allah dan ucapkan selamat pada Ikhwanul Muslimin. Namun jika jawabannya negatif, para petinggi Ikhwanul Muslimin perlu segera mengevaluasi diri atas kekeliruan langkah dakwah yang diambil selama 30 tahun belakangan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian dapat dipahami bahwa para pemimpinnya sedang berada di jalan yang berbeda dengan apa yang digariskan dan dirumuskan Hasan Al-Banna rahimahullah. Saat itulah Allah bukan lagi jadi tujuan. Rasul bukan lagi jadi panutan. Qur’an bukan lagi jadi sumber hukum dan peraturan. Jihad bukan lagi jadi jalan dakwah dan izzatul Islam wal muslimin. Mati syahid bukan lagi jadi cita-cita yang tertinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab itu tidak heran, jika kualitas Jamaah Ikhwan dan pencapaian perjuangan dakwahnya 30 tahun terakhir sangat jauh berbeda dari Ikhwanul Muslimin yang dipimpin Hasan Al-Banna selama 20 tahun pertama sampai Beliau syahid 1948. Semoga menjadi pelajaran bagi gerakan dakwah di negeri ini, khususnya bagi yang mengklaim menjadi penganut gerakan Ikhwanul Muslimin. Allahumma aamiin…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Fathuddin Ja’far&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2900871439308715549-8774572161642488907?l=superthon.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://superthon.blogspot.com/feeds/8774572161642488907/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://superthon.blogspot.com/2010/03/masa-depan-ikhwanul-muslimin_04.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2900871439308715549/posts/default/8774572161642488907'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2900871439308715549/posts/default/8774572161642488907'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://superthon.blogspot.com/2010/03/masa-depan-ikhwanul-muslimin_04.html' title='Masa Depan Ikhwanul Muslimin'/><author><name>pahlawan langit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08401491290773155299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_N0bvypQBYQ0/Sz6sm0P-S4I/AAAAAAAAADQ/JLEn1AyrzZQ/S220/latihan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_N0bvypQBYQ0/S4_1fJWKbII/AAAAAAAAAEg/Ou-W_sA-U7w/s72-c/im.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2900871439308715549.post-7395971605156192118</id><published>2010-03-01T21:55:00.001-08:00</published><updated>2010-03-04T10:09:56.450-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='manhaj IM'/><title type='text'>Pemikiran Politik Hasan al-Banna</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_N0bvypQBYQ0/S4yoek7xXTI/AAAAAAAAAEQ/BF0oJxsRBLI/s1600-h/banna.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 180px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_N0bvypQBYQ0/S4yoek7xXTI/AAAAAAAAAEQ/BF0oJxsRBLI/s400/banna.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5443911292848004402" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Islam berkembang cepat dan memiliki akar yang begitu banyak. Tradisi Islam senantiasa memandang penyebaran Islam yang luar biasa ini sebagai bukti keajaiban dan kesahihan historis akan kebenaran al-Qur’an dan klaim-klaim Islam dan sebagai tanda adanya petunjuk dari Allah. Akan tetapi kolonialisme bangsa-bangsa Eropa pada abad ke-18 hingga pertengahan pertama abad ke-20 dan kegagalan selanjutnya dari banyak negara Islam modern menyodorkan tantangan yang serius atas kepercayaan ini.[1] Maka muncullah kelompok yang beranggapan bahwa Islam sudah tidak relevan lagi, namun di sisi lain muncul juga kalangan yang menggaungkan kembali kepada Islam yang kaffah dalam semua lini kehidupan. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam adalah agama yang lengkap. Islam tidak memisahkan antara sesuatu yang duniawi dan ukhrawi, atau yang profan dan sakral. Islam meliputi segala sesuatu, sebagai way of life. Islam meliputi alam semesta, ekonomi, sosial politik, dengan konsepsi umum yang kemudian melahirkan banyak interpretasi. Tafsiran antar para pemikir beragam macamnya, termasuk dalam hal pemikiran politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemikiran Politik dalam Islam berkembang seiring dengan perkembangan zaman. Al-Mawardi (w.1058 M), Ibn Taimiyyah (w.1328 M) Ibn Khaldun (w.1406 M), Ibnu Abdil Wahhab (w.1793 M), al-Afghani (w.1897 M) dan Abduh (w.1905 M) sebagai contoh adalah beberapa nama pemikir muslim yang menjadi rujukan dalam pemikiran politik. Namun selain beberapa nama itu, tokoh pergerakan Islam dari tanah Mesir, Hasan al-Banna memiliki pemikiran yang menarik dalam bidang politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Muhammad Abdul Qadir Abu Faris dalam bukunya Fikih Politik Menurut Imam Hasan Al-Banna, orang yang membaca apa yang ditulis oleh Hasan Al-Banna apa yang disampaikan dalam berbagai kesempatan ceramah umum maupun khusus, penguasaannya terhadap berbagai disiplin ilmu dan bahkan menghafalnya, maka akan memahaminya dengan mudah, bahwa Hasan Al-Banna adalah seorang ulama yang mumpuni dalam memahami nash-nash syar’i.[2] Beliau juga mendalami berbagai persoalan zamannya di dunia Arab dan Islam, mengikuti peristiwa-peristiwa dunia, dan memahami hakikat peradaban barat yang merupakan peradaban yang terfokus pada kenikmatan dan nafsu syahwat.[3]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasan Al-Banna adalah salah satu tokoh pergerakan besar Islam. Jama’ah-nya yang bernama Ikhwanul Muslimin[4] memberikan pengaruh yang banyak di berbagai penjuru dunia muslim. Zabir Rizq menyebutkan bahwa al-Banna “Sangat pantas didaulat sebagai pembaru abad ke-14 Hijriyah.” Tokoh Islam ini, lanjut Rizq dalam bukunya al-Imam as-Syahid Hasan al-Banna, adalah pemimpin rakyat yang sampai saat ini belum seorang pun mampu menandinginya.[5]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ide al-Banna tentang Arabisme sebagai contoh, menarik disimak. Al-Banna menyebut bahwa umat Islam merupakan bangsa pilihan. Islam, menurutnya, tidak pernah bangkit tanpa bersatunya bangsa Arab. Batas-batas geografis dan pemetaan politis tidak pernah mengoyak makna kesatuan Arab dan Islam. “Jika bangsa Arab hina, hina pulalah Islam,” demikian al-Banna seperti dikutip dari “Dakwah Kami” yang mengutip dari sabda Rasulullah Saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam makalah ini, akan dijelaskan tentang pemikiran Hasan al-Banna dalam bidang politik yang diambil dari buku kumpulan tulisan Hasan al-Banna dan dari para pakar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biografi Singkat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapankah kematian akan berlari dariku?&lt;br /&gt;Apakah pada hari yang tidak ditakdirkan ataukah saat ketentuan itu tiba?&lt;br /&gt;Pada hari yang belum ditakdirkan, saya tak perlu takut pada kematian&lt;br /&gt;Dan pada hari yang ditentukan-Nya,&lt;br /&gt;Kehati-hatian takkan menyelamatkan diri dari kematian[7]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasan al-Banna dilahirkan pada Ahad 25 Sya’ban 1324 (bertepatan dengan 14 Oktober 1906) di kota Mahmudiyah, sebuah kawasan dekat Iskandariyah. Nama lengkapnya adalah Hasan bin Ahmad bin Abdurrahman al-Banna. al-Banna berasal dari sebuah keluarga pedesaan kelas menengah. Keluarganya termasuk penduduk “negeri seribu menara” Mesir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Banna adalah sosok pribadi mulia yang sangat berpengaruh dalam perjalanan sejarah—bukan hanya pada bangsa Arab dan Islam, akan tetapi juga pada seluruh dunia hingga Amerika Serikat, Rusia, Afrika, bahkan ke jantung Eropa dan Australia. Al-Banna adalah pendiri dari Jama’ah Ikhwanul Muslimin yang banyak memberikan pengaruh di dunia.[8]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayahnya bernama Ahmad, putra bungsu kakeknya yang bernama Abdur Rahman, seorang petani. Ahmad dibesarkan dalam suasana yang jauh dari pertanian. Untuk memenuhi keinginan ibunya, ia masuk ke Pesantren Tahfidzul Qur’an di kampungnya kemudian melanjutkan pendidikan tinggi di Universitas Ibrahim Pasha di Iskandariyah. Di tengah masa studi, Ahmad juga bekerja di toko reparasi jam hingga menguasai yang terkait dengan jam. Dari profesi inilah kemudian ayahnya dikenal dengan as-Sa’ati (tukang reparasi jam). Selain itu, Ahmad juga menulis sebuah kitab berjudul al-Fathur Rabbani fi Tartibi Musnad al-Imam Ahmad bin Hanbal al-Syaibani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan ibunda dari Hasan al-Banna bernama Ummu Sa’d Ibrahim Saqr. Ibundanya adalah tipologi wanita yang cerdas, disiplin, cerdik dan kokok pendirian. Apabila telah memutuskan sesuatu sulit bagi Ummu Sa’d untuk menarik mundur keputusannya. Ini senada dengan sebuah pepatah yang berbunyi, “Jika layar terkembang pantang biduk surut ke pantai.” Perhatiannya pada pendidikan membuatnya juga bertekad untuk menyekolahkan Hasan al-Banna hingga ke pendidikan tinggi. Ummu Sa’ad memiliki delapan delapan orang anak, yang masing-masing adalah: Hasan al-Banna, Abdurrahman[9], Fatimah[10], Muhammad[11], Abdul Basith[12], Zainab[13], Ahmad Jamaluddin[14], dan Fauziyah.[15]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasan al-Banna menyelesaikan pendidikan dasarnya di Mahmudiyah. Di tahun ketujuh dalam usianya, lelaki yang selalu meraih rangking pertama dalam semua jenjang sekolahnya ini, menyelesaikan hafalan separuh al-Qur’an, kemudian menyempurnakan hafalannya di sekolah diniyah al-Rasyad. Setelah itu, melanjutkan ke sekolah Mu’allimin Awwaliyah[16] di Damanhur, dan menamatkan pendidikan tingginya di Darul Ulum (1923-1927).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lelaki yang aktif dalam organisasi sosial dan keagamaan ini mempunyai perpustakaan besar. Di dalam perpustakaan ini berisi ribuan kitab dalam berbagai disiplin ilmu dan empat belas majalah berkala yang terbit di Mesir. Al-Muqtathaf, al-Fath, dan al-Manar, adalah beberapa majalah yang ada di perpustakaan tersebut. Hingga sekarang, perpustakaan ini masih tetap berdiri, dan dikelola oleh putranya bernama Saiful Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 1927, setelah menamatkan pendidikan tinggi di Darul Ulum, al-Banna menjadi guru Sekolah Dasar di Ismailiyah selama sembilan belas tahun. Di tahun 1946, ia berpindah ke Kairo, kemudian mengundurkan diri dari jabatan sebagai guru negeri. Setelah itu, al-Banna berkonsentrasi pada surat kabar harian al-Ikhwan al-Muslimun.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jama’ah Ikhwanul Muslimin (selanjutnya disebut Ikhwan) adalah gerakan besar yang didirikan oleh al-Banna. Gerakan ini dibentuk pada bulan Dzulqa’dah 1347 H/1928 di kota Ismailiyah. Gerakan ini tumbuh dengan pesat dan tersebar di berbagai kelompok masyarakat. Sebelum mendirikan Ikhwan, al-Banna juga ikut mendirikan sebuah jamaah sufi bernama Thariqah Hashafiyah dan Jamaah Syubban al-Muslimin. Metode gerakan yang diserukan oleh Ikhwan adalah bertumpu pada tarbiyah (pendidikan) secara bertahap. Tahapan tersebut adalah dengan membentuk pribadi muslim, keluarga muslim, masyarakat muslim, pemerintah muslim, Negara Islam, Khalifah Islam dan akhirnya menjadi Ustadziyatul ‘Alam (kepeloporan dunia).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pribadi Hasan al-Banna menarik banyak kalangan. Abul Hasan Ali an-Nadwi, memberikan kesaksian tentang al-Banna: “Pribadi itu telah mengejutkan Mesir, dunia Arab dan dunia Islam dengan gegap gempita dakwah, kaderisasi, serta jihad dengan kekuatannya yang ajaib. Dalam pribadi itu, Allah Swt, telah memadukan antara potensi dan bakat yang sepintas tampak saling bertentangan di mata para psikolog, sejarawan, dan pengamat sosial. Di dalamnya terdapat pemikiran yang brilian, daya nalar yang terang menyala, perasaan yang bergelora, hati yang penuh limpahan berkah, jiwa yang dinamis nan cemerlang, dan lidah yang tajam lagi berkesan. Di situ ada kezuhudan dan kesahajaan, kesungguhan dan ketinggian cita dalam menyebarkan pemikiran dan dakwah, jiwa dinamis yang sarat dengan cita-cita, dan semangat yang senantiasa membara. Di situ juga ada pandangan yang jauh ke depan…”[17]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ensiklopedia Wikipedia menulis tentang al-Banna: “Ia memperjuangkan Islam menurut Al-Quran dan Sunnah hingga dibunuh oleh penembak misterius yang oleh banyak kalangan diyakini sebagai penembak 'titipan' pemerintah pada 12 Februari 1949 di Kairo. Kepergian Hassan al-Banna pun menjadi duka berkepanjangan bagi umat Islam. Ia mewariskan dua karya monumentalnya, yaitu Catatan Harian Dakwah dan Da'i serta Kumpulan Surat-surat. Selain itu Hasan al-Banna mewariskan semangat dan teladan dakwah bagi seluruh aktivis dakwah saat ini.”[18]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemikiran Politik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di setiap tempat selalu ada pemikir dalam bidang politik dalam skala yang berbeda. Dalam skala Timur Tengah, pemikiran politik dari Mesir Kuno hingga Mesir Modern memiliki pengaruh bagi wilayah, bahkan lintas daerah. Nasionalisme Arab, sebagai salah satu contoh selain tentang Zionisme dan ideologi kiri Islam, menurut A. Rahman Zainuddin adalah jenis pemikiran yang dianggap sangat menentukan dewasa ini.[19]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Mesir, menurut Yusuf al-Qaradhawi, sebelum adanya dakwah Hasan al-Banna dan lembaga pendidikan yang beliau dirikan, aspek politik tidak mendapatkan perhatian sama sekali oleh masyarakat Islam. Dari sini kemudian terjadi dikotomi antara seorang agamis dan seorang politisi. “Seorang agamis,” tulis ulama yang kini bermukin di Qatar itu, “dilarang berkecimpung dalam masalah politik,” sebaliknya juga, “seorang politisi dilarang berkecimpung dalam masalah agama.”[20] &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasan al-Banna sebagai salah satu tokoh pergerakan Islam yang memiliki pengaruh di Mesir, bahkan dunia Islam memiliki pemikiran dan praksis dalam kancah politik. Pemikiran politik Hasan al-Banna, setidaknya ada empat hal, yaitu: ‘Urubah (Arabisme), Wathaniyah (Patriotisme), Qaumiyah (Nasionalisme), dan ‘Alamiyah (Internasionalisme).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a.      ‘Urubah (Arabisme)&lt;br /&gt;Arabisme memiliki tempat tersendiri dan peran yang berarti dalam dakwah Hasan al-Banna. Bangsa Arab adalah bangsa yang pertama kali menerima kedatangan Islam. Dia juga merupakan bahwa yang terpilih. Hal ini sesuai dengan apa yang disabdakan oleh Rasulullah Saw, “Jika bangsa Arab hina, maka hina pulalah Islam.” Arabisme menurut al-Banna adalah kesatuan bahasa. Ia berkata dalam Muktamar Kelima Ikhwan,“…Bahwa Ikhwanul Muslimin memaknai kata al-‘Urubah (Arabisme) sebagaimana yang diperkenalkan Rasulullah Saw yang diriwayatkan oleh Ibnu Katsir dari Mu’adz bin Jabal ra, Ingatlah, sesungguhnya Arab itu bahasa. Ingatlah, bahwa Arab itu bahasa.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut al-Banna, Arab adalah umat Islam yang pertama, yang merupakan bangsa pilihan. Islam, menurutnya, tidak pernah bangkit tanpa bersatunya bangsa Arab. Batas-batas geografis dan pemetaan politis tidak pernah mengoyak makna kesatuan Arab dan Islam. Islam juga tumbuh pertama kali di tanah Arab, kemudian berkembang ke berbagai bangsa melalui orang-orang Arab. Kitabnya datang dengan bahasa Arab yang jelas, dan berbagai bangsa pun bersatu dengan namanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam riwayat Ibnu Asakir, dengan sanad dari Malik bahwa Rasulullah Saw bersabda: “Wahai sekalian manusia, sesungguhnya Tuhan itu satu, bapak itu satu, dan agama itu satu. Bukanlah Arab di kalangan kamu itu sebagai bapak atau ibu. Sesungguhnya, Arab itu adalah lisan (bahasa), maka barangsiapa yang berbicara dengan bahasa Arab, dia adalah orang Arab.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadits ini, tulis Hasan al-Banna, kita mengetahui bahwa bangsa-bangsa Arab yang membentang dari Teluk Persi sampai Maroko dan Mauritania di Lautan Atlantik, semuanya adalah bangsa Arab. Mereka dihimpun oleh akidah serta dipersatukan oleh bahasa dan teritorial yang satu. Tidak ada yang memisahkan dan membatasinya. Menurut al-Banna, ketika kita beramal untuk Arab, berarti kita juga beramal untuk Islam dan untuk kebaikan dunia seisinya.[21]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas dasar ini, menurut Abdul Hamid al-Ghazali, dalam bukunya Meretas Jalan Kebangkitan Islam, kita dapat menyimpulkan beberapa unsur dari pemikiran al-Banna bahwa berbangga dengan Arabisme tidak termasuk fanatisme dan tidak berarti merendahkan pihak lain.[22] Arabisme dengan tujuan untuk membangkitkan Islam demi tersebarnya Islam adalah dibolehkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b.      Wathaniyah (Patriotisme)&lt;br /&gt;Banyak definisi tentang patriotisme. Ada yang menyebut sebagai kecintaan yang mendalam terhadap bangsa, negara dan tanah air. “Man who have offered their life for their country, know that patriotism is not the fear of something, it is the love of something,” demikian salah satu definisinya.[23]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam memaknai Wathaniyah (patriotisme), ada tiga arti yang dikemukakan oleh Hasan al-Banna, yaitu: Pertama, Patriotisme Kerinduan (Cinta Tanah Air). Al-Banna berkata: “Jika yang dimaksud dengan patriotisme oleh para penyerunya adalah cinta negeri ini, keterikatan padanya, kerinduan padanya, dan ikatan emosional dengannya, maka hal itu sudah tertanam secara alami dalam fitrah manusia di satu sisi, dan dianjurkan Islam di sisi lainnya.” Kedua, Patriotisme Kemerdekaan dan Kehormatan (Kemerdekaan Negeri). Al-Banna berkata: “Jika yang mereka maksudkan dengan patriotisme adalah keharusan berjuang untuk membebaskan tanah air dari cengkeraman perampok imperialis, menyempurnakan kemerdekaannya, dan menanamkan kehormatan diri dan kebebasan dalam jiwa putra-putra bangsa, maka kami sepakat dengan mereka tentang itu.” Ketiga, Patriotisme Kebangsaan (Kesatuan Bangsa). Al-Banna berkata: “Jika yang mereka maksudkan dengan patriotisme adalah mempererat ikatan antara anggota masyarakat suatu Negara dan membimbingnya ke arah memberdayakan ikatan itu untuk kepentingan bersama, maka kami pun sepakat dengan mereka.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Patriotisme juga memiliki prinsip di mata Hasan al-Banna. Ia mengatakan: “Suatu kekeliruan bagi orang-orang yang menyangka bahwa Ikhwanul Muslimin berputus asa terhadap kondisi negeri dan tanah airnya. Sesungguhnya kaum Muslimin adalah orang-orang yang paling ikhlas berkorban bagi negara, habis-habisan berkhidmat untuknya, dan menghormati siapa saja yang mau berjuang dengan ikhlas dalam membelanya. Dan anda tahu sampai batas mana mereka menegakkan prinsip patriotisme mereka, serta kemuliaan macam apa yang mereka inginkan bagi umatnya. Hanya saja, perbedaan prinsip antara kaum muslimin dengan kaum yang lainnya dari para penyeru patriotisme murni adalah bahwa asas patriotisme Islam adalah akidah Islamiyah…Adapun tentang patriotisme Ikhwanul Muslimin, cukuplah bahwa mereka menyakini dengan kukuh bahwa sikap acuh terhadap sejengkal tanah yang ditinggali seorang muslim yang terampas merupakan tindakan kriminal yang tidak terampuni, hingga dapat mengembalikannya atau hancur dalam mempertahankannya. Tidak ada keselamatan bagi mereka dari siksa Allah kecuali dengan itu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Banna juga mengkiritik pandangan tentang patriotisme yang hanya berpikir untuk membebaskan regionalnya saja. Seperti dalam kasus masyarakat Barat yang lebih cenderung pada pembangunan unsur fisik dalam tatanan kehidupannya, ini tidak dikehendaki oleh Islam. Adapun kami, kata beliau, “kami percaya bahwa di pundak setiap muslim terpikul amanah besar untuk mengorbankan seluruh jiwa, darah, dan hartanya demi membimbing umat manusia menuju cahaya Islam.” Dari sini, kita mendapatkan gambaran bahwa tujuan hidup seorang muslim tidaklah hanya dibatasi oleh region-region tertentu, akan tetapi dalam skala yang lebih luas adalah untuk seluruh umat manusia.                      &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c.       Qaumiyah (Nasionalisme)&lt;br /&gt;Menurut Ensiklopedia Wikipedia, Nasionalisme adalah satu paham yang menciptakan dan mempertahankan kedaulatan sebuah negara (dalam bahasa Inggris "nation") dengan mewujudkan satu konsep identitas bersama untuk sekelompok manusia.[24] Menurut Hasan al-Banna ada tiga unsur nasionalisme, yaitu: nasionalisme kejayaan, nasionalisme umat, dan berkata tidak pada nasionalisme jahiliyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang nasionalisme kejayaan, Al-Banna mendukung nasionalisme yang berarti bahwa generasi penerus harus mengikuti jejak para pendahulunya dalam mencapai kejayaannya. Ini adalah maksud yang baik, menurutnya dan mendukung. Hal ini sejal dengan sabda Rasululllah Saw yang berbunyi, “Manusia seperti tambang. Yang terbaik di antara mereka di masa jahiliahnya adalah juga yang terbaik di masa Islam, jika mereka memahami.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya, jika yang dimaksud dengan nasionalisme adalah anggapan bahwa suatu kelompok etnis atau sebuah komunitas masyarakat adalah pihak yang paling berhak memperoleh kebaikan-kebaikan yang merupakan hasil perjuangannya, maka ia benar adanya. Jika yang mereka maksudkan dengan nasionalisme adalah bahwa setiap kita dituntut untuk bekerja dan berjuang, bahwa setiap kelompok harus mewujudkan tujuannya hingga kita bertemu—dengan izin Allah—di medan kemenangan, maka inilah pengelompokan terbaik. Semua makna nasionalisme ini adalah indah dan mengagumkan, tidak diingkari oleh Islam. Itulah tolak ukur terbaik menurut al-Banna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasionalisme Islam bersumber dari hadits Nabi: “Orang muslim itu saudara muslim yang lain.” Sedangkan sabdanya yang lain mengatakan: ”Orang-orang muslim itu satu darah, orang-orang yang berada di atas bekerja untuk menyantuni yang lain, dan mereka bersatu untuk melawan musuhnya.”[25] Ini berarti bahwa nasionalisme Islam tidak terbatas pada negara saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam datang untuk menghapus budaya jahiliyah. Nasionalisme yang jahiliyah haruslah ditinggalkan oleh umat Islam. Ia berkata bahwa jika yang dimaksudkan dengan nasionalisme adalah menghidupkan tradisi jahiliyah yang sudah lapuk, menegakkan kembali peradaban yang telah terkubur dan digantikan oleh peradaban baru yang telah eksis dan bermanfaat, atau melepaskan dirinya dari ikatan Islam dengan klaim demi nasionalisme dan harga diri kebangsaan, maka pengertian nasionalisme seperti ini adalah buruk, hina akibatnya, dan jelek kesudahannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d.       ‘Alamiyah (Internasionalisme)&lt;br /&gt;Allah Swt berfirman dalam al-Qur’an surat al-Anbiya ayat 107: “Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.”  Ayat ini berarti bahwa diutusnya nabi Muhammad Saw adalah ditujukan untuk seluruh umat manusia dari seluruh suku bangsa. ”Rahmatan Lil’Alamin” adalah konsep yang menjelaskan tentang internasionalisme Islam yang tidak mengenal sekat-sekat teritori.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika internasionalisme diterjemahkan dengan “Pemerintahan Dunia”, maka pengertiannya yang bisa diberikan adalah “Sebuah kesatuan  pemerintahan dengan otoritas mencakup planet Bumi.[26] Tidak pernah ada satu Pemerintahan Dunia yang pernah terjadi sebelumnya, meskipun kerajaan besar dan superpower telah mendapatkan tingkatan kekuasaan yang mirip. Contoh sejarah telah dihambat oleh kenyataan bahwa komunikasi dan perjalanan yang tak memungkinkan membuat organisasi dunia ini tidak terjadi. Beberapa internasionalis mencari pembentukan pemerintahan dunia sebagai cara mendapatkan kebebasan dan sebuah peraturan hukum di seluruh dunia. Beberapa orang khawatir bahwa pemerintah dunia harus dapat menghormati keragaman negara atau manusia yang tercakup di dalamnya. Dan di sisi lain memandang ide ini sebagai sebuah kemungkinan mimpi buruk, dalam dunia yang kacau pemerintah berusaha menciptakan negara totalitarian yang tak berakhir tanpa ada kemungkinan untuk kabur atau revolusi.[27]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Internasionalisme menurut Hasan al-Banna inheren dalam Islam, oleh karena Islam adalah agama yang diperuntukkan untuk seluruh umat manusia. “Adapun dakwah kita disebut internasional, karena ia ditujukan kepada seluruh umat manusia. Manusia pada dasarnya bersaudara; asal mereka satu, bapak mereka satu, dan nasab mereka pun satu. Tidak ada keutamaan selain karena takwa dan karena amal yang dipersembahkannya, meliputi kebaikan dan keutamaan yang dapat dirasakan semuanya,” demikian tulisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsep internasionalisme merupakan lingkaran terakhir dari proyek politik al-Banna dalam program ishlahul ummah (perbaikan umat). Dunia, tidak bisa tidak, bergerak mengarah ke sana. Persatuan antar bangsa, perhimpunan antar suku dan ras, bersatunya sesama pihak yang lemah untuk memperoleh kekuatan, dan bergabungnya mereka yang terpisah untuk mendapatkan hangatnya persatuan, semua itu merupakan pengantar menuju terwujudnya kepemimpinan prinsip internasionalisme untuk menggantikan pemikiran rasialisme dan kesukuan yang diyakini umat manusia sebelum ini. Dahulu memang harus meyakini ini untuk menghimpun unsur-unsur dasar, lalu harus dilepaskan kemudian untuk menggabungkan berbagai kelompok besar, setelah itu terwujudlah kesatuan total di akhirnya. Langkah ini, menurutnya memang lambat, namun itu harus terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mewujudkan konsep ini juga Islam telah menyodorkan sebuah penyelesaian yang jelas bagi masyarakat untuk keluar dari lingkaran masalah seperti ini. Langkah pertama kali yang dilakukan adalah dengan mengajak kepada kesatuan akidah, kemudian mewujudkan kesatuan amal. Hal ini sejalan dengan ayat dalam al-Qur’an surat Asyura 13: “Dia telah mensyari’atkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nabi Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah kami wasiatkan kepada Nabi Ibrahim, Musa dan Isa yaitu ‘Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Risalah Pergerakan, Hasan al-Banna berharap pada negerinya yaitu Mesir yang mendukung upaya dakwah Islamiyah, menyatukan seluruh bangsa Arab untuk kemudian melindungi seluruh kaum muslimin di penjuru bumi.[28] Namun, harapan ini tetaplah belum membuahkan hasil maksimal karena sejak Hasan al-Banna wafat sampai sekarang Mesir belum menjadi sentrum dari kesatuan umat Islam sedunia. Malah, pada beberapa kasus, seperti masalah invasi Israel ke Gaza Palestina (2009), Mesir banyak mendapat kecaman karena tidak kooperatif dengan aktivis pergerakan Islam namun dekat dan bahkan pada titik tertentu, mendapatkan intervensi dari Barat.[29]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasan Al-Banna dan “Teori Maslahat”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam empat pemikiran politik Hasan al-Banna diatas, kita menemukan bahwa kemaslahatan sangat ditekankan oleh al-Banna. Ini didasarkan oleh tafsirannya terhadap ayat-ayat al-Qur’an yang menghendaki umat Islam untuk tampil ke muka bumi sebagai khalifah untuk menciptakan masyarakat yang ber-Tauhid Islam.[30] Dengan demikian, segala hal yang bisa mendatangkan kebaikan, itu dibolehkan dalam agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasan al-Banna meyakini bahwa Islam adalah ajaran yang universal. Menurutnya, “Islam adalah agama dan sistem kehidupan yang utuh sekaligus memuat di dalamnya aspek politik.” Islam, menurutnya, adalah akidah dan ibadah, negara dan kewarganegaraan, moral dan material, peradaban dan perundang-undangan.[31] Tokoh Islam dari Mesir itu berkata, “Sebagai hasil pemahaman yang komprehensif dan utuh terhadap Islam dalam diri Ikhwanul Muslimin ini, fikrah mereka melingkupi seluruh perbaikan masyarakat dan tercermin di dalamnya setiap unsur dari berbagai pemikiran dalam rangka perbaikan (maslahat).”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kutipan di atas kita melihat bahwa faktor kemaslahatan menjadi perhatian penting dalam pemikiran Hasan al-Banna. Konsep ‘Urubah (Arabisme) yang dikemukakannya adalah karena dalam sebagai muslim, ia berpatokan pada ketentuan dalam al-Qur’an dan hadits-hadits Nabi Muhammad Saw. Konsep ini dilontarkan olehnya karena melihat secara faktual bahwa orang Arab adalah bangsa pilihan tempat diturunkannya para nabi dan al-Qur’an dalam bahasa Arab. Dengan demikian, siapapun kaum muslim yang ingin mempertahankan Islam patut memberikan penghargaan kepada bangsa Arab, dalam batas-batas yang tidak keluar dari ajaran Islam. Lebih jauh dalam masalah Arab ini, ke-Araban juga tidak dimaknai semata sebagai sebuah suku di daerah Arab, akan tetapi secara umum umat Islam yang juga mempelajari bahasa Arab. Hadits Nabi tentang “Ingatlah, sesungguhnya Arab itu bahasa. Ingatlah, bahwa Arab itu bahasa”, bermakna bahwa siapapun umat Islam yang mempelajari al-Qur’an yang notabene berbahasa Arab, termasuk dalam Islam yang perlu membela Arab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jika bangsa Arab hina, hina pulalah Islam, “ yang dikemukakan oleh al-Banna semata karena penghargaannya kepada bangsa Arab yang telah menyebarkan ajaran Islam ke seluruh penjuru dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal Wathaniyah (Patriotisme), kerinduan akan tanah air tempat manusia dibesarkan adalah sesuatu yang alamiah dalam fitrah manusia. Artinya, kecintaan pada negeri sendiri adalah bagian dari kepedulian umat Islam terhadap lingkungannya. Tujuan utama dari patriotisme ini, menurut al-Banna adalah untuk membimbing umat manusia menuju cahaya Islam, lain dari itu (seperti hanya mementingkan aspek-aspek fisik di Eropa), bertentangan dengan Islam. Dilihat dari kacamata Ibnu Qayyim, cinta pada negeri demi kemaslahatan negeri itu sendiri, termasuk dalam agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam membahas Qaumiyah (Nasionalisme), al-Banna menfokuskan pada sikap loyal (wala’)[32] pada Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang beriman. Dalil yang dikemukakannya, salah satunya adalah, “Sesungguhnya Allah adalah Pelindung orang-orang yang beriman.” (QS. Al-Baqarah: 257. Dengan demikian, jika ada orang-orang beriman yang berjuang untuk kemajuan negerinya agar dakwah Islamiyah berkembang, maka itu termasuk dalam perlindungan Allah. Nasionalisme ala al-Banna juga memposisikan diri secara diametral dengan nasionalisme ala Jahiliyah yang sarat dengan muatan pengagungan nenek moyang tanpa dalil yang pasti atau untuk menanamkan rasa bangga pada jiwa anak-anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasionalisme Islam menurut al-Banna mengandung kemaslahatan karena membawa manusia agar meninggalkan fanatisme buta pada nenek moyang menuju penghambaan kepada Allah. Paganisme yang ada pada peradaban sebelum Islam yang kemudian berkembang dalam banyak bentuk juga ditentang oleh al-Banna. Menjadikan patung-patung, bahkan ideologi hasil pemikiran manusia sebagai sesuatu yang harus diikuti ketimbang dalil dari al-Qur’an dan Sunnah nabi juga ditentang. Al-Banna berkehendak menciptakan umat Islam yang menjalankan seluruh kehidupannya secara kaaffah (menyeluruh) dalam bingkai Islam. Dan, ini termasuk dalam kemaslahatan umat manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pandangan ‘Alamiyah (Internasionalisme) adalah berdasarkan pada dalil bahwa umat Islam dikeluarkan untuk menjadi “khairu ummah” (umat terbaik) yang Allah utus kepada manusia agar menjalankan kaidah menyeru kepada kebenaran dan mencegah pada yang mungkar. Rasulullah Saw juga diutus Allah untuk seluruh umat manusia (rahmatan lil ‘alamin). Dari perspektif ini, dakwah al-Banna berpatokan pada persaudaraan seluruh umat manusia. Dalil yang diambil oleh al-Banna berladaskan pada ayat, “Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan istrinya, dan dari keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan peliharalah hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.” (QS. An-Nisa: 1)  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemaslahatan internasionalisme ini sekilas memiliki kesamaan dengan konsepsi kaum Zionis yang berupaya menciptakan pemerintahan satu dunia. Akan tetapi, Zionisme lebih menitikberatkan pada penguasaan kaum Yahudi atas kalangan goyyim (non-Yahudi) dengan memperlakukannya sebagai budak. Persaudaraan umat sedunia yang diinginkan oleh al-Banna, adalah karena umat manusia berasal dari satu nenek moyang yaitu Adam as. Selanjutnya, dalam dakwah menuju persaudaraan internasional, harus dijalankan berdasarkan fondasi nilai yang adil dan tidak diskriminatif.[33] Dari sinilah kelak ada mekanisme take and give antar peradaban umat manusia. Unsur kerjasama demi kemaslahatan bersama sangat ditekankan oleh Hasan al-Banna.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, dilihat dari konsepsi Ibnu Qayyim tentang kemaslahatan, maka pemikiran politik Hasan al-Banna lebih menitikberatkan pada kemaslahatan umat Islam dan umat manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari penjelasan makalah di atas, maka ada beberapa kesimpulan yang dapat diambil, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, Ada empat pemikiran politik Hasan al-Banna, yaitu: Urubah (Arabisme), Wathaniyah (Patriotisme), Qaumiyah (Nasionalisme), dan ‘Alamiyah (Internasionalisme).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, Arabisme menurut Hasan al-Banna adalah karena faktor kesatuan bahasa. Tanpa Arab tidak ada Islam. Islam turun di dunia Arab, olehnya itu maka kaum muslimin perlu menjaga nama baik Arab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, Patriotisme dalam Islam dibolehkan selama tidak mengarah pada kesempitan pandangan jahiliyah. Kerinduan pada tanah air adalah sesuatu yang fitrawi, namun tetap dikendalikan oleh konsepsi Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, Nasionalisme terbagi tiga yaitu nasionalisme kejayaan, nasionalisme umat, dan berkata tidak pada nasionalisme jahiliyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima, Internasionalisme adalah konsep Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam (rahmatan lil’alamin).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keenam, Kemaslahatan adalah salah satu pemikiran Hasan al-Banna dalam pemikiran politiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Daftar Pustaka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;al-Banna, Hasan. Risalah Pergerakan Ikhwanul Muslimin I (Majmu’ah ar-Rasail al-Imam as-Syahid Hasan al-Banna—terj. Anis Matta dkk), cet.15. Solo: Era Intermedia, 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;al-Banna, Hasan. Risalah Pergerakan Ikhwanul Muslimin II (Majmu’ah ar-Rasail al-Imam as-Syahid Hasan al-Banna—terj. Anis Matta dkk), cet.6. Solo: Era Intermedia, 2001&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Esposito, John L. Unholy War: Teror Atas Nama Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faqih, Khozin Abu. Bersama 6 Mursyid ‘Am: Mengenal Perintis Kebangkitan Islam Abad 15 H. Solo: Auliya Press, 2006&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;al-Ghazali, Abdul Hamid. Meretas Jalan Kebangkitan Islam: Peta Pemikiran Hasan al-Banna (Haula Asasiyat al-Masyru’ al-Islami Linahdhah al-Ummah—terj. Wahid Ahmadi &amp; Jasiman). Solo: Era Intermedia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hamid, Tijani Abd. Qadir. Pemikiran Politik dalam al-Qur’an (al-Ushul al-Fikri al-Siyasi fi al-Qur’an al-Makki—terj. Abdul Hayyie al-Kattani). Jakarta: Gema Insani Press, 2001&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jabir, Hussain bin Muhammad bin Ali. Menuju Jama’atul Muslimin: Telaah Sistem Jama’ah dalam Gerakan Islam (al-Thariq ila Jama’at al-Muslimin—terj. Aunur Rafiq Shaleh Tahmid), cet.kedua. Jakarta: Robbani Press, 2002&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mahmud, Ali Abdul Halim. Perangkat-Perangkat Tarbiyah Ikhwanul Muslimin (Wasail a-Tarbiyah ‘inda Ikhwanil Muslimin (Dirasah Tahliliyah Tarikhiyah—terj. Wahid Ahmadi dkk), cet.kelima. Solo: Era Intermedia, 2000&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;al-Qaradhawi, Yusuf. Sistem Kaderisasi Ikhwanul Muslimin (at-Tarbiyah al-Islamiyah wa Madrasah Hasan al-Banna—terj. Ghazali Mukri). Solo: CV. Pustaka Mantiq, 1992&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rizq, Zabir. Hasan al-Banna: Dai, Murabbi, dan Pemimpin yang Mengabdi (al-Imam Hasan al-Banna bil Aqlami Talamidzatihi wa Mu’ashirahi—terj. Syarif Ridwan). Bandung: Harakatuna Publishing, 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Zainuddin, AR. Pemikiran Politik Islam: Islam, Timur Tengah, dan Benturan Ideologi (Hermawan Sulistyo, ed.), cet.1. Jakarta: Pensil-324, 2004  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Internet:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ensiklopedia Wikipedia: http://id.wikipedia.org/wiki/Hasan_al-Banna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Presiden RI SBY: http://www.presidensby.info/index.php/pidato/2005/01/11/276.html&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.eramuslim.com/manhaj-dakwah/fikih-siyasi/fikih-siyasi-dan-kredibilitas-hasan-al-banna.htm&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[1] John L. Esposito, Unholy War: Teror Atas Nama Islam, hal. 59&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[2]  Sesuai dengan syari’at Islam: al-Qur’an, hadits, ijma’ para sahabat, dan ijtihad para ulama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[3]  Lihat http://www.eramuslim.com/manhaj-dakwah/fikih-siyasi/fikih-siyasi-dan-kredibilitas-hasan-al-banna.htm&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[4] Tulisan ini menggunakan kata “Ikhwanul Muslimin” (bukan: Ikhwanul Muslimun) seperti umumnya penerjemahan di Indonesia. Ikhwanul Muslimin (Arab: al-ikhwān al-muslimūn) sering hanya disebut (Al-Ikhwan) adalah salah satu jamaah dari umat Islam, mengajak dan menuntut ditegakkannya syariat Allah, hidup di bawah naungan Islam, seperti yang diturunkan Allah kepada Rasulullah Saw, dan diserukan oleh para salafush-shalih, bekerja dengannya dan untuknya, keyakinan yang bersih menghujam dalam sanubari, pemahaman yang benar yang merasuk dalam akal dan fikrah, syariah yang mengatur al-jawarih (anggota tubuh), perilaku dan politik. Dikemudian hari, gerakan Ikhwanul Muslimin tersebar ke seluruh dunia. Jamaah Ikhwanul Muslimin berdiri di kota Ismailiyah, Mesir pada Maret 1928 dengan pendiri Hasan al-Banna, bersama keenam tokoh lainnya, yaitu Hafiz Abdul Hamid, Ahmad al-Khusairi, Fuad Ibrahim, Abdurrahman Hasbullah, Ismail Izz dan Zaki al-Maghribi. Ikhwanul Muslimin pada saat itu dipimpin oleh Hasan al-Banna. Pada tahun 1930, Anggaran Dasar Ikhwanul Muslimin dibuat dan disahkan pada Rapat Umum Ikhwanul Muslimin pada 24 September 1930. Pada tahun 1932, struktur administrasi Ikhwanul Muslimin disusun dan pada tahun itu pula, Ikhwanul Muslimin membuka cabang di Suez, Abu Soweir dan al-Mahmoudiya. Pada tahun 1933, Ikhwanul Muslimin menerbitkan majalah mingguan yang dipimpin oleh Muhibuddin Khatib. Lebih lanjut lihat: http://id.wikipedia.org/wiki/Ikhwanul_Muslimin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[5] Zabir Rizq. Hasan al-Banna, hal.viii.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[6] Abdul Hamid al-Ghazali, Meretas Jalan Kebangkitan Islam, hal. 187&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[7] Bair syair yang sering diulang-ulangi oleh Hasan al-Banna. Lihat:  Zabir Rizq, hal. xxxix&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[8] Khozin Abu Faqih, Bersama Mursyid ‘Am Ikhwanul Muslimin, hal.17&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[9] Pendiri organisasi al-Hadharah al-Islamiyah di Kairo. Organisasi ini kemudian bergabung dengan Jama’ah Ikhwan setelah Hasan al-Banna pindah ke Kairo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[10] Istri dari salah seorang tokoh utama Ikhwan bernama Abdul Hakim ‘Abidin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[11] Wafat pada Maret 1990/Sya’ban 1410.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[12] Berprofesi sebagai perwira polisi. Pasca kematian al-Banna, Basith diberhentikan dari kepolisian, dan kemudian bekerja di Saudi Arabia hingga wafat dan dikebumikan di Pekuburan Baqi’ (Madinah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[13] Wafat ketika berusia belum genap satu tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[14]  Penulis, yang lebih dikenal dengan nama Jamal al-Banna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[15] Dialah  yang menemani Hasan al-Banna menjelang kematiannya. Istri dari pengacara Abdul Karim Mansur ini   wafat pada 1989. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[16] Semacam Sekolah Pendidikan Guru (SPG).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[17] Hasan al-Banna, Risalah Pergerakan Ikhwanul Muslimin I, hal. 21&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[18] http://id.wikipedia.org/wiki/Hasan_al-Banna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[19] AR. Zainuddin, Pemikiran Politik Islam, hal. 8&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[20]  Yusuf Qardhawi, Sistem Kaderisasi Ikhwanul Muslimin, hal. 97&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[21]  Hasan al-Banna, Risalah Pergerakan.., hal. 167-168&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[22] Abdul Hamid al-Ghazali, Meretas..hal. 195&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[23] Diringkas dari pidato sambutan Presiden RI pada saat menerima  peserta rapat Dewan Paripurna Pusat LVRI di Istana Negara Jakarta, 11/01/2005. Lihat: http://www.presidensby.info/index.php/pidato/2005/01/11/276.html&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[24] http://id.wikipedia.org/wiki/Nasionalisme&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[25] Ali Abdul Halim Mahmud, Perangkat-Perangkat Tarbiyah Ikhwanul Muslimin, hal.44&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[26] Ringkasan dari definisi Wikipedia. Lihat: http://id.wikipedia.org/wiki/Pemerintahan_dunia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[27] ibid&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[28] Hasan al-Banna, Risalah Pergerakan.., hal. 170&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[29]  Salah satu intervensi asing bisa dilihat dari keputusan Dubes Inggris, Amerika dan Prancis pada 10 November 1948 di Fayd yang diberikan kepada Perdana Menteri Mahmud Fahmi Naqrasyi untuk membubarkan Ikhwan. Lihat, Zabir Rizq, hal.xxxvi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[30] Tauhid Islam adalah penamaan yang populer dan menunjuk kepada dasar-dasar kepercayaan Islam yang diwahyukan kepada nabi-nabi dan rasul-rasul dari sejak Adam as hingga nabi Muhammad Saw. Ia adalah kepercayaan yang dasarnya adalah pengakuan dan penyerahan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa, yang mempunyai sifat yang mutlak dan kekuasaan tak tertandingi. Tijani Abd. Qadir Hamid, Pemikiran Politik dalam al-Qur’an, hal. 22&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[31] Hasan al-Banna, Risalah Pergerakan Ikhwanul Muslimin II, hal. 66&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[32] Wala’ kepada Allah, akan meruntuhkan wala’-wala’ kepada selain-Nya. Manusia akan menjadi bebas dan menjadi hamba bagi Tuhannya. Di sini dipahami bahwa kebebasan seorang manusia tidak akan dikekang lagi oleh seorang tuan atau pendeta. Ibid, hal. 116&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[33] Abdul Hamid al-Ghazali, Meretas.., hal. 202&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-- Yanuardi Syukur --&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2900871439308715549-7395971605156192118?l=superthon.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://superthon.blogspot.com/feeds/7395971605156192118/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://superthon.blogspot.com/2010/03/pemikiran-politik-hasan-al-banna.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2900871439308715549/posts/default/7395971605156192118'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2900871439308715549/posts/default/7395971605156192118'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://superthon.blogspot.com/2010/03/pemikiran-politik-hasan-al-banna.html' title='Pemikiran Politik Hasan al-Banna'/><author><name>pahlawan langit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08401491290773155299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_N0bvypQBYQ0/Sz6sm0P-S4I/AAAAAAAAADQ/JLEn1AyrzZQ/S220/latihan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_N0bvypQBYQ0/S4yoek7xXTI/AAAAAAAAAEQ/BF0oJxsRBLI/s72-c/banna.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2900871439308715549.post-7877979114579969818</id><published>2010-03-01T10:01:00.000-08:00</published><updated>2010-03-04T10:11:59.402-08:00</updated><title type='text'>Pilar Kebangkitan Umat</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_N0bvypQBYQ0/S4wDH19n6nI/AAAAAAAAAD4/Vxrtl3A-FUs/s1600-h/evans-blog-pilar-pilar-kebangkitan-umat-prof-dr-abdul-hamid-al-ghazali.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 257px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_N0bvypQBYQ0/S4wDH19n6nI/AAAAAAAAAD4/Vxrtl3A-FUs/s400/evans-blog-pilar-pilar-kebangkitan-umat-prof-dr-abdul-hamid-al-ghazali.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5443729482863602290" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, segala puji bagi Allah yang menganugrahkan kita banyak kenikmatan, dan ana merasa keberadaan kita dalam dakwah ini adalah sebuah anugrah yang tak ternilai, di besarkan dan dibentuk pemikirannya dalam lingkungan harokatul Islamiyah, harokatul tajniid, harokatul amal, kesatuan aksi mahasiswa muslim Indonesia (KAMMI) daerah malang yang banyak mengajarkan pentingnya kita berIslam, dengan keislaman yang benar kemudian kita berjuang, dengan tatanan jamaah yang terstruktur rapi dan kuat kita tsabat, dalam bingkai ukhuwah islamiyah.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kali ini kita akan Meringkas pemikiran yang berserakan, menata-ulang kerangka berpikir, mengomentari dan memberi tafsir terhadap karya dan kiprah Hasan al-Banna. Bukanlah sesuatu yang mudah, akan tetapi mudah-mudah dengan yang sedikit ini Allah dekatkan kita dengan beliau ust hasan albanna sang maestro gerakan, yang menginspirasi banyak pemuda untuk tetap teguh dan peduli kepada negara dan agamanya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pilar-pilar kebangkitan ummat merupakan buku terjemahan, dengan Judul asli ”Haula Assasiyat al-Masyru al-Islami li an-Nahdlah al-Ummah: Qira’at fi Fikri al-Imam al-Syahid al-Ustaz Hazan al-Banna”. Yang merupakan Intisari dari buku Majmu’at ar-Rasail.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul buku ini mengadung hasrat yang ingin di sampikan dari buku dengan tebal 337+xx halaman, diterbitkan oleh Al I’tishom yang di tulis oleh ustad Abdul Hamid al-Ghozali, hasrat tersebut tertuang dalam 3 Istilah Kunci (Keywords):&lt;br /&gt;1. Al-Masyru’ al-Islami: proyek keislaman atau islamisasi&lt;br /&gt;2. Al-Nahdlah al-Ummah: kebangkitan umat dari keterpurukan&lt;br /&gt;3. Assasiyat: prinsip-prinsip dasar (fondasi pemikiran, bukan pilar, secara harfiyah)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ada 4 konsep dasar yang di bangun diantaranya:&lt;br /&gt;1. Pembaharuan (islah) yang menuntut perubahan dan kemajuan&lt;br /&gt;2. Metodologi riset (manhaj qira’ah) terdiri dari  content analysis, hermeunetika (tafsir atas teks), semiotika (pemaknaan sesuai konteks zaman dan lokasi)&lt;br /&gt;3. Dakwah sebagai proyek kebangkitan: bukan pekerjaan individual, berjangka pendek, dan amatiran; tapi pekerjaan kolektif (perencanaan hingga pelaksanaan dan evaluasi), berjangka panjang (membangun peradaban baru) dan profesional&lt;br /&gt;4. Rekonstruksi negara ideal (islah ad-daulah/al-hukumah): pemikiran, perjuangan, kebijakan, dan dimensi peradaban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metodologi Dakwah al-Banna&lt;br /&gt;1. Analisis sejarah &lt;br /&gt;2. Analisis realitas &lt;br /&gt;3. Kaidah umum &lt;br /&gt;4. Prediksi masa depan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metodologi (1) Analisis Sejarah&lt;br /&gt;1. Sejarah Islam (tujuh periode: deklarasi, daulah, dekedensi, pergulatan politik, pergulatan sosial, hegemoni Barat, kebangkitan)&lt;br /&gt;2. Sejarah manusia (Barat dan Timur)&lt;br /&gt;3. Sejarah gerakan pembaruan (Khulafa al-Rasyidah, Abbasiyah, Ayyyubiyah, Saudiyah, Revolusi Jerman) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metodologi (2) Analisis Realitas&lt;br /&gt;1. Keharusan analisis realitas (fiqhul waqi’)&lt;br /&gt;2. Analisis kualitatif (serangan asing, penyakit umat, agenda permasalahan)&lt;br /&gt;3. Analisis kuantitatif (data demografis, geografis, pendidkan, kesehatan, kriminalitas)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metodologi (3) Kaidah Umum&lt;br /&gt;1. Fikrah dasar&lt;br /&gt;2. kekuatan motivasi &lt;br /&gt;3. Perubahan diri&lt;br /&gt;4. Titik awal&lt;br /&gt;5. Keberhasilan pemikiran&lt;br /&gt;6. Penyiapan kaddder &lt;br /&gt;7. Tuntutan kebangkitan mendasar&lt;br /&gt;8. Standar aktivitas dakwah &lt;br /&gt;9. Pergulatan manusia&lt;br /&gt;10. Prediksi dan peluang&lt;br /&gt;11. Pergiliran peradaban&lt;br /&gt;12. Tujuh pilar kebangkitan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metodologi (4) Prediksi Masa Depan&lt;br /&gt;1. Perspektif sosial (kenyataan hari ini adalah mimpi kemarin, mimpi hari ini adalah kenyataan masa depan)&lt;br /&gt;2. Perspektif sejarah (kebangkitan setelah masa kemunduran)&lt;br /&gt;3. Perspektif logika (jalan panjang menuju kebangkitan, menunaikan kewajiban untuk mendapat pahala akhirat dan manfaat duniawi) &lt;br /&gt;4. Perspektif agama (janji kemenangan dari Allah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proyek Kebangkitan (1) Karakteristik Dakwah&lt;br /&gt;1. Rabbaniyah (transendental)&lt;br /&gt;2. Alamiyah (universal)&lt;br /&gt;3. Tamayyuz (unik)&lt;br /&gt;4. Syumul (komprehensif)&lt;br /&gt;5. Ilmiah&lt;br /&gt;6. Aqlaniyah (rasional)&lt;br /&gt;7. Istiqlaliyah (independen)&lt;br /&gt;8. Amaliyah (aplikatif)&lt;br /&gt;9. Wasathiyah (moderat)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proyek Kebangkitan (2) Prinsip Dakwah&lt;br /&gt;1. Manhaj i’tiqadi (aqidah)&lt;br /&gt;2. Manhaj ushuli (ushul fiqh) &lt;br /&gt;3. Manhaj fiqh&lt;br /&gt;4. Manhaj umum (muamalah) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proyek Kebangkitan (3) Tujuan Dakwah&lt;br /&gt;1. Tujuan utama (menunjukkan manusia ke jalan kebenaran)&lt;br /&gt;2. Misi (membebaskan belenggu politik, menghadang materialisme, menegakkan sistem Islam, memimpin dunia)&lt;br /&gt;3. Sasaran (jangka pendek ibadah dan kebajikan sosial, jangka panjang perbaikan menyeluruh) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proyek Kebangkitan (4) Anasir Dakwah&lt;br /&gt;1. Tahapan (tujuh fase dakwah)&lt;br /&gt;2. Perangkat (nasihat, takwin, siyasiyah, jihad)&lt;br /&gt;3. Kebijakan (menjauhi khilafiyah, jauhi dominasi tokoh, jauhi politisasi awal, bertahap, aspek amaliyah, prioritas kepada pemuda)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proyek Kebangkitan (5) Peran Tarbiyah&lt;br /&gt;1. Input (obyek dakwah &amp; pedoman seleksi) &lt;br /&gt;2. Proses (murabbi &amp; perangkat tarbiyah) &lt;br /&gt;3. Output (standar nilai &amp; tabel perbaikan diri)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rekonstruksi Negara (1) Pemikiran&lt;br /&gt;1. Titik tolak (integralitas Islam, negara cermin ideologi, manfaatkan pemerintah, hak umat, perjuangan konstitusional, dan pemerintahan bagi dari rukun sistem Islam. &lt;br /&gt;2. Konsep (arabisme, patriotisme, nasionalisme dan internasionalisme) &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Rekonstruksi Negara (2) Perjuangan&lt;br /&gt;1. Target politik (pembebasan negeri, persatuan negeri, Islam/Kawasan)&lt;br /&gt;2. Strategi (informasi, dialog elite, komite UU, rekomendasi pemerintah, pernyataan politik, legislatif/kepartaian, tuntutan politik, aliansi politik)&lt;br /&gt;3. Tahapan (takrif, takwin, tanfidz)&lt;br /&gt;4. Sikap (pemerintahan, UU, Hukum, kepartaian, mirotas, perempuan, demokrasi, persatuan, HAM) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rekonstruksi Negara (3) Program&lt;br /&gt;1. Reformasi sosial&lt;br /&gt;2. Reformasi ekonomi&lt;br /&gt;3. Reformasi politik &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rekonstruksi Negara (4) Kebijakan&lt;br /&gt;1. Dalam Negeri&lt;br /&gt;2. Dalam Luar Negeri &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rekonstruksi Negara (5) Dimensi Peradaban&lt;br /&gt;1. Konsep peradaban (syahadah dan hadlarah)&lt;br /&gt;2. Eksistensi umat (syarat kebangkitan, konsep khilafah, tata dunia baru)&lt;br /&gt;3. Kepemimpinan dunia (realisasi, benturan peradaban)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2900871439308715549-7877979114579969818?l=superthon.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://superthon.blogspot.com/feeds/7877979114579969818/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://superthon.blogspot.com/2010/03/pilar-kebangkitan-umat.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2900871439308715549/posts/default/7877979114579969818'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2900871439308715549/posts/default/7877979114579969818'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://superthon.blogspot.com/2010/03/pilar-kebangkitan-umat.html' title='Pilar Kebangkitan Umat'/><author><name>pahlawan langit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08401491290773155299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_N0bvypQBYQ0/Sz6sm0P-S4I/AAAAAAAAADQ/JLEn1AyrzZQ/S220/latihan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_N0bvypQBYQ0/S4wDH19n6nI/AAAAAAAAAD4/Vxrtl3A-FUs/s72-c/evans-blog-pilar-pilar-kebangkitan-umat-prof-dr-abdul-hamid-al-ghazali.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2900871439308715549.post-7291335878742804929</id><published>2009-12-27T07:53:00.000-08:00</published><updated>2009-12-27T08:21:02.052-08:00</updated><title type='text'>titik awal perubahan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_N0bvypQBYQ0/SzeJQ_tTeCI/AAAAAAAAADE/3-ysw5UNBkg/s1600-h/DSC01531.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 400px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_N0bvypQBYQ0/SzeJQ_tTeCI/AAAAAAAAADE/3-ysw5UNBkg/s400/DSC01531.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5419951601636046882" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Seharusnya, ketika kita akan memahami arti syahadat, lalu kita sama-sama menjadikan syahadat sebagai titik awal perubahan. Awal perubahan ke arah kebaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masa Rasulullah, di kota Mekah, kehancuran moral terjadi begitu luar biasa. Kehancuran moral mengalami perubahan ketika Islam mulai didakwahkan. Apakah terjadi perubahan yang langsung dan drastis ? Tentu saja tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertahap. Sahabat nabi, sampai pada periode Madinah, beberapa diantara mereka masih meminum minuman keras. Tapi yang luar biasa, ketika datang ayat larangan meminum khamar, hari itu juga habis, tidak ada yang meminum khamar lagi. Begitu juga para sahabat perempuan di masa nabi yang tidak mengenakan penutup kepala. Tapi ketika ayat tentang menutup aurat itu turun, hari itu juga, tak ada yang melanggar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba bandingkan dengan kondisi masyarakat kita sekarang. Ayat tentang khamar dan menutup aurat itu sudah turun lebih dari 1.400 tahun yang lalu, tapi masih banyak muslim yang minum khamar dan masih banyak muslimah yang membuka penutup auratnya (belum menutup auratnya). Mengapa demikian ? Karena ketaatan dan kepatuhan kita kepada Allah sangat rendah. Pemahaman syahadatnya rendah dan lemah. Jika demikian, bagaimana syahadat menjadi titik tolak perubahan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemahaman makna syahadat, semoga mampu mengantar kita pada perubahan yang menuju pada kebaikan. Perbaikan akidah yang mampu menyelamatkan kita dari kerusakan di dunia maupun di akhirat kelak. Apapun kerusakannya, yang pertama kali harus diperbaiki adalah kualitas tauhid seorang manusia.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2900871439308715549-7291335878742804929?l=superthon.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://superthon.blogspot.com/feeds/7291335878742804929/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://superthon.blogspot.com/2009/12/titik-awal-perubahan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2900871439308715549/posts/default/7291335878742804929'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2900871439308715549/posts/default/7291335878742804929'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://superthon.blogspot.com/2009/12/titik-awal-perubahan.html' title='titik awal perubahan'/><author><name>pahlawan langit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08401491290773155299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_N0bvypQBYQ0/Sz6sm0P-S4I/AAAAAAAAADQ/JLEn1AyrzZQ/S220/latihan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_N0bvypQBYQ0/SzeJQ_tTeCI/AAAAAAAAADE/3-ysw5UNBkg/s72-c/DSC01531.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
